POJOKSATU.id - Krisis tenaga pendidik di daerah kembali menjadi sorotan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora menegaskan kebutuhan penambahan guru sudah berada pada level mendesak.
Setidaknya, ada 900 formasi guru SD dan SMP yang segera diajukan dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendatang.
Kepala Disdik Blora, Sunaryo, menyebut kebutuhan ini bukan sekadar tambahan, melainkan kebutuhan dasar untuk menjamin keberlangsungan layanan pendidikan.
“Jumlah guru saat ini sudah jauh dari ideal. Banyak sekolah yang harus mengandalkan guru tidak tetap, padahal anak-anak tetap membutuhkan pengajaran berkualitas. Karena itu, usulan formasi ini sifatnya wajib, tidak bisa lagi ditunda,” tegasnya.
Baca Juga: Balap, Musik, hingga UMKM: Pertamax Turbo Drag Fest 2025 Hadir Lagi di Tasikmalaya
Tahun 2025 menjadi periode terakhir penyelesaian afirmasi bagi tenaga honorer melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Setelah itu, pemerintah daerah akan kembali membuka seleksi ASN melalui mekanisme reguler CPNS.
“Kami sudah siapkan usulan formasi untuk guru. Mulai tahun depan, seleksi ASN di bidang pendidikan akan dibuka reguler lewat jalur CPNS,” kata Sunaryo.
Saat ini, sejumlah sekolah di Blora menghadapi kekosongan tenaga pengajar akibat banyak guru yang pensiun.
Kondisi itu diperparah dengan minimnya perekrutan baru dalam beberapa tahun terakhir.
Disdik Blora menyerahkan usulan tersebut kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Namun, pihaknya menegaskan bahwa kebutuhan tenaga guru adalah prioritas utama.
Sementara itu, di tingkat pusat, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sedang menyiapkan skema baru dalam seleksi CPNS.
Sistem Computer Assisted Test (CAT) rencananya akan lebih fleksibel, dengan ujian yang bisa dilakukan kapan saja, nilai berlaku dua tahun, dan peserta hanya perlu mengulang subtes yang belum lulus.
Meski begitu, jadwal resmi seleksi CPNS 2025–2026 masih menunggu pengumuman pemerintah.
Para calon pelamar diimbau untuk terus memantau regulasi terbaru serta mempersiapkan diri sejak dini, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai tenaga pendidik.
***



