POJOKSATU.id - Pemerintah resmi menyiapkan perubahan besar dalam sistem penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) mulai tahun 2026.

Jika sebelumnya TPG dibayarkan secara triwulan, ke depan tunjangan ini akan disalurkan setiap bulan.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah reformasi untuk menjawab keluhan guru terkait keterlambatan pencairan yang kerap terjadi pada sistem lama.

Gambaran Sistem Lama vs Sistem Baru

Selama bertahun-tahun, TPG guru dibayarkan dengan sistem triwulan.

Baca Juga: TPG THR 100 Persen Sudah Cair di Banyak Daerah, Ini Alasan Guru Lain Masih Menunggu hingga Januari 2026

Artinya, guru harus menunggu pencairan setiap tiga bulan sekali, dengan proses verifikasi yang panjang dan berlapis.

Dalam praktiknya, sistem ini sering memicu masalah.

Keterlambatan input data, revisi administrasi, hingga verifikasi berjenjang di tingkat sekolah, daerah, dan pusat kerap membuat pencairan TPG mundur dari jadwal.

Baca Juga: Negara Tarik Utang Jumbo Rp 736 Triliun, APBN 2025 Berakhir Defisit, Pembiayaan Negara Jadi Sorotan

Mulai 2026, pemerintah mengubah pendekatan tersebut dengan menerapkan skema bulanan.

Dalam sistem baru ini, TPG akan dibayarkan setiap bulan setelah proses verifikasi data dilakukan secara berkala.

Dengan demikian, guru tidak lagi harus menunggu tiga bulan untuk menerima haknya.

Tujuan Perubahan Kebijakan

Perubahan sistem penyaluran TPG ini bukan tanpa alasan.

Pemerintah menilai bahwa skema triwulan sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan guru saat ini.

Tujuan utama kebijakan ini adalah meningkatkan ketepatan waktu pencairan dan meminimalkan keterlambatan yang selama ini sering terjadi.

Selain itu, sistem bulanan diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akurasi data guru.

Pemerintah juga ingin memastikan bahwa TPG benar-benar diterima oleh guru yang aktif mengajar dan memenuhi syarat, sehingga pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan lebih cepat.

Dampak Positif bagi Guru

Bagi guru ASN, sistem bulanan membawa sejumlah dampak positif.

Baca Juga: Negara Tarik Utang Jumbo Rp 736 Triliun, APBN 2025 Berakhir Defisit, Pembiayaan Negara Jadi Sorotan

Yang paling dirasakan adalah kepastian waktu penerimaan tunjangan.

Guru tidak lagi bergantung pada pencairan triwulan yang sering molor.

Selain itu, arus kas pribadi guru menjadi lebih stabil karena TPG diterima secara rutin setiap bulan.

Baca Juga: PBNU Bikin Kejutan! Gus Ulil Sebut Pelapor Pandji Ternyata Bukan Bagian NU, Publik Heboh

Hal ini dinilai dapat membantu perencanaan keuangan guru, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari sisi psikologis, sistem bulanan juga diharapkan mengurangi beban dan kecemasan guru akibat ketidakpastian pencairan tunjangan.

Hal yang Perlu Disiapkan Sejak Sekarang

Meski menawarkan banyak keuntungan, sistem TPG bulanan juga menuntut kesiapan dari berbagai pihak.

Guru perlu memastikan bahwa data kepegawaian dan beban mengajar selalu diperbarui tepat waktu.

Sekolah dan operator pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan input data dilakukan sesuai jadwal.

Keterlambatan atau kesalahan data berpotensi menghambat pencairan TPG pada bulan berjalan.

Pemerintah daerah juga dituntut lebih responsif dalam proses verifikasi dan pengusulan data.

Karena sistem ini bersifat berkelanjutan setiap bulan, koordinasi antar pihak menjadi kunci utama kelancaran penyaluran.

Dengan persiapan yang matang, sistem TPG bulanan diharapkan benar-benar menjadi solusi atas berbagai persoalan lama, sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan mulai tahun 2026.***