POJOKSATU.ID - Harapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk naik gaji pada tahun 2026 sepertinya pupus sudah.
Hal itu karena Presiden Prabowo Subianto tidak menyampaikan perihal nasib gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk PNS, saat mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jumat lalu.
Pada pidato tersebut, Prabowo menuturkan delapan agenda prioritas pada tahun 2026.
Baca Juga: Pemkot Bandung Kebut Tambah Kolam Retensi, Target 30 Kolam untuk Atasi Banjir
Berikut delapan program prioritas nasional dalam RAPBN 2026:
1. Ketahanan Pangan
Pemerintah akan mencetak sawah baru, menyediakan pupuk subsidi tepat sasaran, bibit unggul, alat pertanian modern, dan pembiayaan murah untuk mencapai swasembada beras dan jagung. Program ini didukung anggaran sebesar Rp164,4 triliun.
2. Ketahanan Energi
Fokus pada peningkatan produksi minyak dan gas, pengendalian harga energi, serta pembangunan pembangkit energi bersih dari surya, hidro, dan panas bumi. Total alokasi untuk sektor ini mencapai Rp402,4 triliun.
Baca Juga: Jangan Harap Tunjangan Cair Tanpa Dokumen Ini Karena Jadi Syarat Mutlak Pencairan ke Rekening!
3. Makan Bergizi Gratis (MBG)
Menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk siswa, ibu hamil, dan balita. Program ini juga memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja. Pemerintah menganggarkan Rp335 triliun untuk pelaksanaan program ini.
4. Pendidikan Bermutu
Dengan anggaran Rp757,8 triliun, program ini berfokus pada peningkatan kualitas guru, pendidikan vokasi, serta kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga: Jangan Salah, Inilah Cara Membedakan Pra Matematika dan Matematika Usia Dini yang Tepat untuk Anak
5. Kesehatan Berkualitas: Penguatan Jaminan Kesehatan Nasional, revitalisasi rumah sakit, penurunan stunting, bantuan gizi, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Alokasi dana untuk sektor kesehatan diperkirakan mencapai Rp244 triliun.
6. Ekonomi Rakyat dan Koperasi Merah Putih
Pengembangan 80.000 koperasi desa untuk akses sembako, pupuk, dan pembiayaan murah dari Bank Himbara. Pemerintah menyediakan Rp83 triliun untuk Koperasi Merah Putih, serta tambahan Rp60 triliun untuk Dana Desa.
Baca Juga: Piala Kemerdekaan 2025 Usai, Berikut 7 Fakta yang Wajib Pecinta Sepak Bola Ketahui
7. Pertahanan Semesta
Modernisasi alutsista, penguatan komponen cadangan, serta dukungan terhadap industri strategis nasional. Belanja pertahanan nasional mencapai Rp185 triliun, termasuk bagian dari total fungsi pertahanan dan keamanan sebesar Rp424,8 triliun.
8. Investasi dan Perdagangan Global
Peran Danantara diperkuat untuk mendorong investasi produktif. Untuk sektor perumahan rakyat, pemerintah menargetkan pembangunan 770.000 rumah dengan alokasi Rp57,7 triliun dari APBN.
Baca Juga: Hasil Tes DNA Ridwan Kamil Lisa Mariana Mungkin Keluar Pekan Ini, Ini Kata Pengacara Dua Kubu
Pidato Presiden itu pun dipertegas dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu)Sri Mulyani Indrawati.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah belum melihat ada kapasitas ruang fiskal untuk kenaikan gaji PNS pada 2026.
"Gaji (PNS) kita melihat belum ada fiscal space tahun 2026 mayoritas program prioritas nasional," tegas Sri Mulyani pada Konferensi Pers RAPBN 2026 dan Nota Keuangan 2026, akhir pekan lalu, dikutip Selasa (19/8/2025).
Untuk itu, perlu diketahui, total belanja direncanakan sebesar Rp3.786,5 triliun.
Baca Juga: Mau Antar Jemput Makin Gesit? Ini Rekomendasi Motor Listrik Terbaik 2025, Hemat Biaya dan Tahan Lama
Penerimaan negara ditarget sebesar Rp3.147 triliun sehingga defisit APBN mencapai Rp638,8 triliun atau 2,48% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pemerintah menegaskan bahwa meski gaji PNS tidak mengalami kenaikan pada tahun 2026, belanja negara tetap diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat luas melalui program-program strategis tersebut. ***




