POJOKSATU.ID - Digitalisasi layanan kesehatan terus dikembangkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Salah satu fitur yang semakin dikenal masyarakat adalah skrining kesehatan di aplikasi JKN Mobile. Menariknya, layanan ini juga dikenal dengan nama lain, yakni Tele Health.

Istilah Tele Health merujuk pada layanan kesehatan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi digital.

Di JKN Mobile, Tele Health menjadi pintu awal bagi peserta untuk mengenali kondisi kesehatan dan risiko penyakit tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Tak Takut Telat Bayar Lagi, Begini Cara Daftar Autodebit BPJS Kesehatan

Apa Itu Tele Health di JKN Mobile?

Tele Health di JKN Mobile merupakan layanan skrining riwayat kesehatan berbasis digital.

Peserta diminta mengisi data dan menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi fisik, gaya hidup, serta riwayat penyakit pribadi dan keluarga.

Dari data tersebut, sistem akan menganalisis dan memberikan gambaran risiko kesehatan peserta.

Hasil Tele Health ini bersifat preventif, bukan diagnosis medis, namun sangat berguna sebagai deteksi dini.

Baca Juga: Jangan Kaget! Regulasi Baru BPJS Kesehatan 2026 Ubah Hak dan Kewajiban Peserta

Mengapa Skrining Disebut Tele Health?

Penyebutan Tele Health bukan tanpa alasan.

Layanan ini dilakukan sepenuhnya secara daring, tanpa tatap muka langsung dengan tenaga medis.

Peserta dapat mengakses layanan kapan saja dan di mana saja melalui ponsel.

Konsep Tele Health sejalan dengan transformasi layanan kesehatan global yang menekankan kemudahan akses, efisiensi waktu, serta pencegahan penyakit sebelum memasuki tahap berat.

Cara Mengakses Tele Health di JKN Mobile

Untuk menggunakan layanan Tele Health, peserta BPJS Kesehatan dapat mengikuti langkah berikut:

1. Buka aplikasi JKN Mobile dan login menggunakan NIK atau nomor kartu JKN.

2. Pilih menu Skrining Riwayat Kesehatan yang tersedia di halaman utama.

3. Isi data kesehatan sesuai pertanyaan yang ditampilkan, mulai dari usia, berat badan, hingga kebiasaan hidup.

4. Kirim data dan tunggu hasil analisis yang akan muncul secara otomatis.

Baca Juga: Minta Maaf ke SBY, Namun Tak Ada Larangan Bagi Kajian Online Bahas Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Hasil Tele Health biasanya menampilkan tingkat risiko tertentu disertai saran tindak lanjut yang dapat dilakukan peserta.

Manfaat Tele Health bagi Peserta JKN

Tele Health memberikan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan kesadaran peserta terhadap kondisi kesehatannya.

Peserta dapat mengetahui potensi risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan kesehatan lainnya sejak dini.

Selain itu, layanan ini membantu mengurangi kepadatan pasien di fasilitas kesehatan karena peserta dapat memilah kondisi yang perlu pemeriksaan lanjutan atau cukup dengan perubahan gaya hidup.

Baca Juga: Kericuhan Usai Sidang Dakwaan Nadiem Makarim, Wartawan Protes Eks Mendikbud Digiring Keluar

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan Tele Health?

Layanan Tele Health di JKN Mobile dapat digunakan oleh seluruh peserta JKN yang status kepesertaannya aktif.

Baik peserta PBI maupun non-PBI dapat memanfaatkan fitur ini tanpa biaya tambahan.

Namun, akurasi hasil Tele Health sangat bergantung pada kejujuran dan ketepatan data yang diinput oleh peserta.

Dukungan Program Preventif Nasional

BPJS Kesehatan menempatkan Tele Health sebagai bagian penting dari strategi promotif dan preventif.

Dengan deteksi dini, diharapkan angka penyakit kronis dapat ditekan dan pembiayaan layanan kesehatan menjadi lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Kasus Mobil Lawan Arah Tol Kunciran–Cengkareng Tidak Terdeteksi, Polisi Selidiki Keberadaan Kendaraan

Ke depan, layanan Tele Health diproyeksikan akan terus dikembangkan dan terintegrasi dengan layanan kesehatan lainnya.

Tele Health di JKN Mobile bukan sekadar fitur tambahan, melainkan langkah strategis dalam transformasi layanan kesehatan digital.

Dengan memanfaatkan skrining kesehatan ini, peserta JKN dapat lebih proaktif menjaga kesehatan sejak dini.***