POJOKSATU.id, MENTERI Sosial RI Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menyebutkan syarat peserta didik untuk masuk Sekolah Rakyat akan melalui berbagai tahapan. Namun, dia memastikan tidak akan ada tes akademik.

Hal itu disampaikan Gus Ipul kepada para calon orang tua siswa dan calon siswa Sekolah Rakyat di gedung BKPSDM Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu, 31 Mei 2025.

Gus Ipul memastikan Kemensos terus berupaya memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui Sekolah Rakyat. Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah yang siap berkolaborasi dan bersinergi menyukseskan Sekolah Rakyat.

"Bapak ibu sekalian makanya saya sebut masih calon karena baru didata," ujar Gus Ipul dilansir dari laman resmi Kemensos.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kemensos Punya Anggaran Rp10 Triliun, Kata Gus Ipul Biaya per Anak Rp48 Juta

Tahapan selanjutnya, kata Gus Ipul, akan dilakukan pengecekan ke rumahnya, kemudian hasilnya diverifikasi oleh pendamping, dinas sosial dan unsur BPS. Baru setelah semua tahapan administratif selesai maka dinyatakan sah sebagai siswa sekolah rakyat.

"Jadi nanti yang ingin masuk Sekolah Rakyat didata dulu (DTSEN), setelah itu dikunjungi. Tidak ada tes akademik, adanya tes administrasi," ungkapnya.

Sejatinya, untuk sementara 6 rombongan belajar atau sebanyak 150 siswa dari jenjang SD, SMP dan SMA akan melakukan kegiatan belajar mengajar serta tinggal di gedung BKPSDM Pemkab Jember. Gus Ipul menyatakan lokasi ini layak dijadikan sekolah rakyat.

Baca Juga: Pernyataan 'Tidak Ada Alasan Membenci Israel Jika Kedaulatan Palestina Diakui' Jadi Kontroversi, Ketua MUI Prof Sudarnoto Minta Maaf dan Klarifikasi

Adapun kelanjutannya para siswa akan dipindahkan ke gedung sekolah rakyat di Jember Sport Garden (JSG) di kecamatan Ajung, setelah proses pembangunan gedung selesai.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan dengan sistem asrama (boarding school) untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tahun ini akan dibuka sebanyak 100 titik sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Rinciannya 65 titik sudah siap beroperasi pada Juli mendatang dan 35 lainnya masih dalam proses.

Baca Juga: Update Identitas 19 Korban Meninggal Tanah Longsor Gunung Kuda Bobos Cirebon, 6 Masih Dicari

Melalui kurikulum yang tepat, anak-anak yang lulus dari sekolah rakyat, nantinya selain berkembang secara keilmuan, juga mempunyai karakter, dan keterampilan vokasi.

Gus Ipul menegaskan bahwa proses rekrutmen peserta Sekolah Rakyat harus bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Sekolah Rakyat harus tepat sasaran untuk anak-anak dari keluarga miskin.

"Tidak boleh KKN, tidak boleh titip-titipan, yang bisa di situ (sekolah rakyat) memang orang yang layak berada di situ," tegasnya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Pratama Wijaya Kusuma, Mahasiswa UNILA Tewas Diduga Disiksa Senior saat Ikut Diksar

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait yang turut mendampingi Gus Ipul menyampaikan bahwa dalam jangka panjang, tidak ada cara lain untuk mengentaskan kemiskinan selain dengan pendidikan.

"Bapak presiden beserta Bapak Menteri punya program sekolah rakyat, untuk itu kami dukung dengan menyiapkan 9 hektare lahan untuk sekolah rakyat di Jember," ujarnya.

Gus Fawait juga menyampaikan bahwa Pemerintah Jember memberikan beasiswa kepada 20 ribu anak-anak dari Jember untuk kuliah di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Gaji ke-13 MULAI CAIR Senin 2 Juni tapi MAAF TIDAK untuk SEMUA PPPK dan PNS, Yakin Anda Menerima? Cek Anda Kategori Apa

"Tahun depan kami jalin kerja sama dengan kampus di Timur Tengah dan China. Salam dari masyarakat Jember ke Pak Prabowo," pungkasnya. ***