POJOKSATU.id - Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026.
Pelaksanaan OMI 2026 diatur melalui petunjuk teknis (juknis) yang diterbitkan Kemenag.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”. Ajang ini mencakup kompetisi bidang sains dan riset.
Bidang sains diperuntukkan bagi siswa MI/SD/sederajat, MTs/SMP/sederajat, dan MA/SMA/sederajat.
Sementara itu, bidang riset OMI 2026 khusus untuk siswa MTs dan MA.
Baca Juga: Bersiap OMI 2026, Cek Cabang Lomba, Syarat Peserta, Jadwal dan Tahapan Seleksi
Pendaftaran bidang riset dilakukan dengan mengunggah proposal penelitian pada 22 Agustus-2 September 2026.
Karena itu, peserta perlu memahami ruang lingkup dan format penulisan yang telah ditentukan panitia.
Ruang Lingkup Riset OMI 2026
Mengacu pada juknis OMI 2026, bidang riset memiliki tiga ruang lingkup utama, yakni:
-
Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
Fokus pada hubungan lingkungan dan agama, kurikulum cinta serta kepedulian terhadap bumi, kesehatan dan agama, serta inovasi sains/teknologi yang berkaitan dengan agama. -
Sustainable Development Goals (SDGs)
Mencakup pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sosial, budaya, pengentasan kemiskinan, inovasi praktik pembelajaran (deep learning), kesehatan mental, serta ketahanan jiwa. -
Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Berfokus pada pengembangan sistem pembelajaran adaptif berbasis digital dan kecerdasan buatan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, bahasa, pertanian, kesehatan, dan etika.
Format Penulisan Proposal Riset OMI 2026
Sebelum mengunggah proposal, peserta perlu mengikuti format yang ditetapkan. Berikut susunan proposal riset OMI 2026:
Proposal Riset
Judul: maksimal 15 kata
Ruang Lingkup Riset: pilih salah satu:
-
Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
-
Sustainable Development Goals (SDGs)
-
Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Nama Siswa:
Asal Madrasah:
No. HP Pembimbing:
No. HP Kepala Madrasah:
Latar Belakang Masalah: maksimal 450 kata
Rumusan Masalah dan Tujuan Riset
Manfaat Riset
Kajian Teori: maksimal 250 kata
Tinjauan Pustaka/Riset Terdahulu: maksimal 500 kata
Hipotesis: jika ada
Metode Riset: maksimal 500 kata, terdiri dari:
-
Jenis Riset
-
Pendekatan Riset
-
Teknik dan Alat Pengumpul Data
-
Rencana Analisis Data
Jadwal Riset
Daftar Pustaka
Format Penulisan Laporan Riset OMI 2026
Setelah penelitian dilakukan, peserta menyusun laporan riset dengan sistematika berikut:
-
Cover/Halaman Muka
Memuat kop Kementerian Agama, judul, bidang, nama penulis, nama pembimbing, dan asal madrasah. -
Kata Pengantar
-
Daftar Isi
-
Abstrak
Maksimal 200 kata, menggunakan Arial 10 pt dengan spasi 1. -
BAB I PENDAHULUAN — maksimal 1.000 kata
-
Latar Belakang Masalah
-
Rumusan Masalah
-
Tujuan Riset
-
Manfaat Riset
-
-
BAB II KAJIAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA — maksimal 1.500 kata
-
Kajian Teori
-
Tinjauan Pustaka
-
Riset yang Relevan
-
Hipotesis jika ada
-
-
BAB III METODOLOGI RISET — maksimal 1.000 kata
-
Jenis Riset
-
Pendekatan Riset
-
Teknik dan Alat Pengumpul Data
-
Analisis Data
-
-
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN — maksimal 3.000 kata
-
Hasil Riset
-
Pembahasan
-
-
BAB V PENUTUP — maksimal 500 kata
-
Kesimpulan
-
Saran
-
-
Daftar Kepustakaan
Minimal 15 rujukan, dengan komposisi 80 persen artikel jurnal dalam 10 tahun terakhir. -
Lampiran-lampiran
Baca Juga: Tak Ada Perintah Merekam, Budi Arie Sebut Silaturahmi dengan Jokowi Sangat Sensitif, Video Bocor
Ketentuan Format Naskah Riset OMI 2026
Peserta juga harus memperhatikan ketentuan teknis penulisan naskah berikut:
-
Jenis huruf: Arial
-
Judul: 16 pt
-
Heading 1: 14 pt
-
Heading 2: 13 pt
-
Heading 3: 12 pt
-
Heading 4 dan seterusnya: 11 pt
-
Isi/body: 11 pt
-
Spasi: 1,5
-
Margin atas: 2 cm
-
Margin bawah: 2 cm
-
Margin kanan: 2 cm
-
Margin kiri: 2 cm
-
Nomor halaman: tengah bawah
-
Ukuran kertas: A4
Mekanisme Proposal Riset OMI 2026
Proposal yang diikutsertakan harus merupakan karya asli siswa dan sesuai dengan ruang lingkup riset yang dipilih.
Setiap peserta, baik perorangan maupun kelompok, hanya dapat mengirimkan maksimal satu proposal pada satu ruang lingkup penelitian.
Untuk peserta kelompok, satu kelompok maksimal terdiri dari tiga siswa.
Sementara itu, setiap madrasah dapat mengirimkan maksimal lima proposal untuk setiap ruang lingkup.
Proposal dikirim melalui tautan yang ditetapkan panitia dan harus diunggah sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Ketentuan Proposal Riset OMI 2026
Berikut sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan peserta:
-
Proposal merupakan karya asli siswa.
-
Setiap peserta atau kelompok hanya dapat mengirimkan maksimal satu proposal.
-
Satu kelompok maksimal terdiri dari tiga siswa.
-
Proposal dikirim melalui tautan yang ditetapkan panitia.
-
Pengiriman tidak boleh melewati batas waktu yang ditentukan.
-
Setiap madrasah maksimal mengirimkan lima proposal untuk setiap ruang lingkup.
-
Proposal harus disertai pernyataan bahwa karya belum pernah atau tidak sedang mengikuti lomba/kompetisi riset lain.
-
Proposal juga belum pernah atau tidak sedang dalam proses penerbitan.
-
Proposal yang tidak memenuhi ketentuan dapat dinyatakan gugur.
-
Proposal yang terbukti melakukan plagiasi dapat menyebabkan madrasah asal peserta dikenai sanksi tidak berhak mengikuti OMI Bidang Riset selama tiga tahun berturut-turut.
Baca Juga: Hensat Respon Pernyataan Budi Arie Soal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Ini Seperti Diskusi Pramakar
Penilaian Proposal Riset OMI 2026
Proposal akan melalui penilaian administratif dan substantif. Penilaian administratif antara lain mencakup similarity atau tingkat kemiripan karya.
Sementara itu, aspek penilaian proposal meliputi:
-
Orisinalitas atau keaslian gagasan.
-
Kreativitas dan kekinian.
-
Relevansi teori dan kajian pustaka.
-
Ketepatan metode riset.
-
Kebermanfaatan hasil riset.
-
Koherensi dan teknik penulisan.
Dengan demikian, peserta tidak hanya perlu membuat topik penelitian yang menarik, tetapi juga memastikan gagasan tersebut orisinal, memiliki dasar teori yang kuat, dan menggunakan metode penelitian yang sesuai.
Baca Juga: Hensat Respon Pernyataan Budi Arie Soal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Ini Seperti Diskusi Pramakar
Jadwal Pendaftaran Riset OMI 2026
Untuk peserta yang akan mengikuti OMI 2026 Bidang Riset, tahap penting yang perlu diperhatikan adalah pengunggahan proposal riset pada 22 Agustus-2 September 2026.
Peserta sebaiknya tidak menunggu mendekati batas akhir untuk mengunggah proposal.
Pastikan seluruh bagian proposal telah sesuai format, data peserta benar, dan dokumen yang diperlukan sudah lengkap sebelum dikirimkan.
Juknis OMI 2026: Download Juknis OMI 2026 dan Jadwal Lengkap
Itulah format proposal dan laporan riset OMI 2026 yang perlu diketahui siswa MTs dan MA yang ingin mengikuti bidang riset.
Selain memperhatikan format penulisan, peserta juga harus memilih ruang lingkup penelitian yang sesuai serta memastikan karya yang dikirimkan benar-benar orisinal. ***




