POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan kesiapan penuh dalam mendukung rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi jenjang SD, SMP, dan SMA.

Program ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kabupaten Sumbawa telah masuk dalam daftar nasional sebagai satu dari tujuh daerah yang terverifikasi secara administrasi.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, menjelaskan bahwa Sekolah Terintegrasi memiliki konsep yang berbeda dengan sekolah umum maupun program pendidikan lain yang sudah ada.

Baca Juga: Mengenal Kode A1–A4 di Info GTK, Penentu Cair atau Tidaknya TPG 2026

Sekolah ini dirancang khusus untuk menampung peserta didik dari kelompok masyarakat menengah ke bawah yang memiliki prestasi, dengan pengelolaan langsung oleh pemerintah pusat.

“Sekolah terintegrasi ini mencakup SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Diperuntukkan bagi anak-anak dari golongan menengah ke bawah yang punya prestasi, untuk digembleng langsung oleh negara dalam satu sistem pendidikan yang terpusat,” jelas Bupati, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia menambahkan, Sekolah Terintegrasi juga tidak bisa disamakan dengan Sekolah Rakyat maupun Sekolah Garuda.

Baca Juga: THR ASN 2026 Segera Cair, Ini Para Penerimanya dan Besarannya

Menurutnya, masing-masing memiliki sasaran dan kementerian pengampu yang berbeda.

“Kalau Sekolah Rakyat itu untuk masyarakat yang benar-benar miskin, tanpa syarat prestasi dan berada di bawah Kementerian Sosial.

Sekolah Garuda itu seleksi nasional untuk anak-anak terpintar se-Indonesia dan berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi.

Nah, Sekolah Terintegrasi ini berada di tengah, untuk kelompok menengah ke bawah yang berprestasi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di sekitar kawasan Batalyon TP, Kecamatan Unter Iwes, sebagai calon lokasi pembangunan.

Baca Juga: Sekolah di IKN Siap Operasional 2026, Keraguan ASN soal Pendidikan Mulai Terjawab

Seluruh persyaratan administrasi, termasuk penetapan koordinat lahan dan dokumen pendukung lainnya, telah diselesaikan dan diserahkan kepada kementerian terkait.

“Saat ini tugas kita di daerah adalah memastikan semua persyaratan sudah terpenuhi. Soal keputusan akhir, itu menjadi kewenangan kementerian karena harus mengurasi seluruh Indonesia,” tutur Bupati.

Ia menegaskan, peluang ini tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri tanpa pengawalan serius. Mengingat dari lebih dari 500 kabupaten/kota di Indonesia, hanya sekitar 20 Sekolah Terintegrasi yang akan dibangun secara nasional.

“Bayangkan, dari lebih 500 kabupaten/kota di Indonesia, hanya sekitar 20 Sekolah Terintegrasi yang akan dibangun.

Baca Juga: Mendikdasmen Tegaskan Nilai TKA Bukan Ranking Nasional Sekolah

Kalau kita bisa dapat satu saja, itu sudah sangat luar biasa. Maka ini harus betul-betul kita kawal dari awal sampai akhir,” tegasnya.

Bupati optimistis Kabupaten Sumbawa memiliki peluang besar untuk ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Terintegrasi, asalkan proses koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat terus dijaga secara konsisten.

“Insya Allah rencananya tahun ini, meskipun waktu pastinya masih menunggu keputusan pusat. Yang jelas, kita di daerah tidak boleh lengah,” pungkasnya. ***