POJOKSATU.id - Pada Jumat, 25 Juli 2025 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University KARAWANGKAB13 menginisiasi kegiatan edukatif bersama siswa kelas 6 SD Negeri Jayakerta 1 di Kabupaten Karawang dengan partisipan berjumlah 18 siswa.
Dalam upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini, para mahasiswa IPB University tersebut mengusung konsep daur ulang dengan menyulap galon bekas menjadi tong sampah yang fungsional sekaligus menarik secara visual.
Kegiatan ini menjadi salah satu program tematik bertema pelestarian lingkungan yang dilaksanakan pada minggu terakhir masa pengabdian mahasiswa IPB university di Desa Jayakerta.
Tak hanya sekadar mendaur ulang, para siswa juga diajak untuk menghias galon-galon bekas dengan cat warna-warni, motif ceria, dan pesan-pesan edukatif seperti “Buang Sampah pada Tempatnya” atau “Yuk Jaga Bumi!”.
Hasil kreasi ini kemudian diletakkan di berbagai sudut sekolah sebagai fasilitas baru untuk mendukung budaya bersih dan tertib membuang sampah.
Fadil selaku ketua kelompok KKN-T di desa ini mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, bahkan dari barang yang tampaknya sudah tidak berguna.
“Proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri,” tutur Fadil.
Baca Juga: Copot Kursi
Kegiatan ini memberikan dampak positif di desa ini. Anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mencuci galon bekas, mengecat, hingga memasangnya di sekitar sekolah.
Pihak sekolah pun menyambut baik program ini karena sejalan dengan upaya pembentukan karakter siswa yang cinta lingkungan dan bertanggung jawab terhadap kebersihan sekitar.
Melalui kegiatan sederhana yang bermakna ini, Fadil dan teman kelompok KKN-T IPB berharap dapat meninggalkan jejak positif yang berkelanjutan di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan.
Dengan semangat kolaboratif, mereka membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tangan-tangan kecil yang kreatif dan penuh semangat.***



