POJOKSATU.id - Dalam artikel ini tersedia contoh studi kasus SD untuk UTBK PPG Guru Tertentu 2025 Tahap 1.

Seperti diketahui, studi kasus adalah salah satu ujian yang harus dikerjakan dalam Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru atau UKPPPG.

Studi kasus ini wajib dikerjakan ketika menghadapi Ujian Tertulis Berbasis Komputer atau UTBK.

Saat ini, para peserta PPG Guru Tertentu 2025 Tahap 1 masih dalam tahap pendaftaran UKPPPG Periode 2 Tahun 2025.

Baca Juga: Kumpulan 8 CONTOH STUDI KASUS 500 Kata UKPPPG Guru Tertentu 2024, Pakai Teknik ATM DIJAMIN LANCAR JAYA

Dimana untuk firsttaker pendaftaran dimulai tanggal 7 sampai dengan 19 Juli 2025.

Sementara bagi retaker pendaftaran berakhir pada 14 Juli 2025.

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan PPG Guter sebelumnya, informasi terkait UTBK dan UKIN banyak dicari guru.

Salah satu yang cukup banyak dibahas adalah soal studi kasus.

Baca Juga: 4 Contoh Studi Kasus UKPPPG Guru Tertentu 2024 Lengkap Cerita Reflektif, Tinggal Amati Tiru dan Modifikasi, Bisa Download Gratis

Berdasarkan berbagai unggahan yang dirangkum redaksi Pojoksatu.id, itu lantaran studi kasus banyak yang jadi 'batu sandungan'.

Pada sebuah unggahan, guru peserta Piloting 1 pun mengungkap hal tersebut.

"Maaf cuma saran saja ya bapak/ibu kalau pas waktu UTBK bapak/ibu mengerjakan studi kasusnya dikira sudah mencapai target (350 kata) langsung saja klik tombol selesai," tulisnya dikutip Pojoksatu.id.

Guru tersebut menjelaskan saran ini didasarkan pada rekan guru sejawat yang menjadi peserta piloting 1 tahun 2024.

"Karena melihat teman-teman saya yang Piloting 1 mereka remidial ada sebagian yang kurang dari 350 dan ada sebagian yang belum mengklik tanda selesai," bebernya.

Dalam penjelasannya membalas ratusan komenter, disebutkan bahwa soal studi kasus wajib mencapai 350 kata.

"Karena kalau tidak mencapai, maka remidial. Kalau di Piloting 1 kemarin masih masuk remedial, jadi langsung mengerjakan seminggu setelah ujian," terangnya.

"Takutnya kalau Piloting 2 sudah masuk retaker...Emang kalau bayar. Jadi sebisa mungkin harus banyak belajar mengetik lebih cepat," saran dia lagi.

 

4 Hal Penting Hindari Remidial

Untuk menghindari risiko remidial dalam pengerjaan soal studi kasus, redaksi Pojoksatu.id mengidentifikasi ada 4 hal penting yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Kumpulan Soal Studi Kasus Lengkap Jawaban yang Diharapkan: Pembelajaran Diferensiasi, UbD, TaRL, CRT, Sosial Emosional dan PPABK

1. Latihan

Belajar dari peserta tahun sebelumnya, banyak yang kesandung lantaran beberapa sebab.

Diantaranya, tidak semua soal studi kasus dikerjakan/diseleksaikan karena waktu habis serta jawaban yang diberikan kurang dari 350 kata.

Untuk menghindari hal tersebut, maka berlatihlah menjawab soal studi kasus.

Baca Juga: Download 17 CONTOH STUDI KASUS, 17 Kumpulan File Siap Hadapi UKPPPG Guru Tertentu 2024, Penting KETAHUI Petunjuk REMEDIAL Studi Kasus

Anda juga bisa menggunakan timer agar bisa mengukur waktu dengan tepat.

Hitungannya, setiap soal harus bisa diselesaikan dalam waktu setidaknya 5 menit.

Sehingga sisa 10 menit bisa digunakan untuk melakukan pengecekan ulang atau penambahan pada yang kurang-kurang.

Dengan demikian, total ada waktu tersedia cuma 30 menit saja.

Perlu diingat pula bahwa studi kasus langsung diketik di aplikasi UTBK.

 

2. Persiapan

Hal kedua yang harus dilakukan adalah melakukan persiapan materi.

Ketika Anda berlatih soal Studi Kasus di try out, maka soal yang sama akan Anda hadapi pada UTBK nanti.

Baca Juga: 10 Contoh STUDI KASUS di UKPPPG Guru Tertentu Topik PENGELOLAAN KELAS, Beragam Mapel dan Solusi, Dilengkapi JUMLAH KATA Maksimal 500 Kata

Maka Anda perlu menghafal setiap pertanyaan dan mempersiapkan jawabannya saja.

Mulai dari Permasalahan, Upaya Penyelesaian, sampai Pengalaman Berharga.

Dengan demikian, Anda akan bisa lebih cepat mengerjakan dan menyelesaikan 4 soal studi kasus.


3. 350 Kata

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa ketentuan jawaban 4 soal studi kasus adalah minimal 350 kata atau maksimal 600 kata.

Baca Juga: 10 Referensi STUDI KASUS Pilihan Topik Seputar Kesulitan dan Minat Siswa dalam Pembelajaran, 500 Kata Begini Cara Uraian Reflektif yang Seharusnya

Bagaimana jika ternyata kurang dari 350 kata?

Maka sistem secara otomatis menganggap peserta tersebut tidak atau belum menjawab.

Dengan demikian Anda bisa saja dipastikan tidak lulus.

Karena itu, selalu pastikan bahwa jawaban 4 soal studi kasus tersebut minimal sudah mencapai 350 kata.


4. Klik 'Selesai'

Meski terdengar simpel dan sederhana, kecermatan ini ternyata juga berpengaruh pada kelulusan UKPPG.

Seperti yang disampaikan salah seorang guru peserta Piloting 1 di atas, pastikan klik tombol 'selesai' jika 4 soal studi kasus sudah dikerjakan seluruhnya.

Baca Juga: Begini TUTORIAL Kegunaan EXAMBPPP, Cara dan Tahap Instalasi, Lengkap LINK DOWNLOAD Aplikasi UKPPPG

Sebab jika tombol ini tidak diklik, maka hasil kerja Anda pun tidak akan terekam pada sistem.

Jika demikian, peserta secara otomatis dianggap sistem tidak mengerjakan soal Studi Kasus.

Perlu diketahui bahwa sistem ini tidak memiliki mekanisme auto save.

Sehingga jawaban yang sudah dikerjakan peserta, wajib dituntaskan sendiri oleh peserta dengan klik tombol 'Selesai'.

Baca Juga: TANYA JAWAB Seputar UKPPPG 2025, Link Download JUKNIS dan Aturan Penting yang WAJIB DIPAHAMI

Faktanya, banyak peserta PPG Guter yang harus menjalani remedial karena tidak mengklik tombol 'Selesai'.

 

Contoh Stusi Kasus SD

Sebagai informasi, contoh studi kasus di bawah ini merupakan studi kasus yang pernah dikerjakan oleh peserta PPG Guter periode sebelumnya.

Dan sudah dipastikan bahwa studi kasus berikut sudah tervalidasi oleh sistem.

Beirkut contoh sekaligus latihan studi kasus SD, silahkan pelajari di bawah ini:

Bapak/Ibu sebagai seorang guru pasti mengalami permasalahan dalam pembelajaran. Tuliskan pengalaman riil (nyata) Bapak/Ibu minimal 350 kata, maksimal 600 kata

Studi Kasus Reflektif: Meningkatkan Disiplin dan Fokus Belajar Siswa Kelas Rendah SD

Sebagai guru kelas 2 SD, saya pernah menghadapi tantangan serius terkait dengan rendahnya disiplin dan fokus belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran harian. Kondisi ini sangat terasa setelah pandemi, ketika pembelajaran kembali dilakukan secara tatap muka. Banyak siswa yang sulit duduk tenang dalam waktu lama, sering meminta izin ke toilet, mengobrol saat guru menjelaskan, dan tidak segera mengerjakan tugas.

Baca Juga: TPACK Jadi Jembatan Pengetahuan dalam PPG Guru Tertentu, Penting PAHAMI INI Sebelum UKPPPG

1. Identifikasi Masalah

Masalah utama yang saya hadapi adalah kurangnya kedisiplinan dan konsentrasi belajar siswa. Siswa tampak belum terbiasa dengan rutinitas pembelajaran di sekolah, kurang fokus dalam menyimak pelajaran, dan tidak menyelesaikan tugas dengan tuntas. Hal ini berdampak pada hasil belajar mereka yang belum maksimal, serta mengganggu suasana belajar di kelas.


2. Upaya Mengatasi Masalah

Langkah pertama yang saya ambil adalah melakukan observasi dan mencatat perilaku siswa yang menunjukkan masalah disiplin dan fokus. Saya kemudian menyusun kesepakatan kelas bersama siswa, seperti aturan masuk kelas, mendengarkan saat teman atau guru berbicara, dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Kesepakatan ini kami buat bersama, menggunakan bahasa yang sederhana dan dipajang di kelas dalam bentuk poster bergambar.

Baca Juga: HANYA DI SINI, DOWNLOAD PDF - Latihan Soal TES SJT Hadapi UKPPPG 2025, Penentu Profesionalisme dan Etika Calon Guru

Saya juga menerapkan metode pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan, seperti menggunakan lagu, permainan edukatif, dan aktivitas fisik ringan di sela-sela pembelajaran (brain break). Selain itu, saya menerapkan strategi “peneguhan positif” dengan memberikan pujian dan stiker penghargaan bagi siswa yang menunjukkan perilaku disiplin dan fokus. Untuk siswa yang sering melanggar, saya tidak langsung menghukum, tetapi mengajak mereka berdialog untuk menyadari konsekuensi dari tindakannya dan membuat perjanjian perbaikan (restitusi).


3. Hasil dari Upaya yang Dilakukan

Dalam waktu beberapa minggu, mulai terlihat perubahan pada perilaku siswa. Mereka mulai terbiasa mengikuti rutinitas kelas, lebih tenang saat guru menjelaskan, dan lebih cepat dalam menyelesaikan tugas. Jumlah siswa yang sering mengganggu pelajaran mulai berkurang. Bahkan, beberapa siswa yang sebelumnya sangat aktif dan sulit dikendalikan mulai menunjukkan sikap lebih bertanggung jawab karena merasa dilibatkan dalam membuat aturan.


4. Pengalaman Berharga

Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa pendekatan yang melibatkan siswa dalam menciptakan aturan dan memberi ruang refleksi jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberi hukuman. Saya juga menyadari pentingnya memahami kondisi psikologis dan sosial anak usia dini, bahwa pembelajaran yang menyenangkan dan penuh empati dapat membantu menumbuhkan disiplin secara alami. Ke depan, saya akan terus menerapkan pendekatan berbasis sosial-emosional untuk membangun karakter siswa sekaligus meningkatkan hasil belajar mereka.

Tips penting:

Jawablah nomor 1, 2, 3 dan 4 dengan jawaban singkat yang menjadi intinya.

Jika memang masih ada waktu tersisa, silahkan jawab nomor 1, 2, 3 dan 4 uraian secara detil hingga bisa diketik lagi di aplikasi UTBK.

Agar lebih mudah mendapatkan konten Pojoksatu.id bisa unduh Apss:

Versi Android

Versi iOS

Ikuti juga update artikel kami melalui Channel Whatsapp 

Khusus informasi terkait dunia pendidikan, tunjangan dan seputar ASN klik Fanpage Facebook Edugov Pojoksatu.id 

Demikian contoh studi kasus SD untuk UTBK PPG Guru Tertentu 2025 Tahap 1 minimal 350 kata plus 4 hal penting hindari remidial.***