POJOKSATU.id — Istilah scaffolding semakin dikenal dalam dunia pendidikan, terutama saat membicarakan strategi mengajar yang efektif.
Konsep ini penting dipahami calon guru dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) karena melatih mereka memberi bantuan belajar yang tepat sasaran dan bertahap.
Apa itu Scaffolding?
Scaffolding lahir dari teori Lev Vygotsky tentang zone of proximal development (ZPD).
Konsepnya, siswa belajar lebih optimal jika dibantu sementara oleh guru untuk menyelesaikan tugas yang belum bisa dilakukan mandiri, tetapi bisa dicapai dengan dukungan.
Baca Juga: Muncul Terus Pertanyaan, Tunjangan Kapan Cair, Akhirnya Dilakukan Aturan Ini
Bantuan ini bersifat sementara dan akan dikurangi sedikit demi sedikit seiring meningkatnya kemampuan siswa.
Relevansi Scaffolding dalam PPG
Dalam PPG, scaffolding sangat relevan karena:
-
Membantu calon guru menjembatani teori pembelajaran ke praktik nyata.
-
Mendorong guru memahami strategi meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa.
-
Membiasakan calon guru adaptif menghadapi keberagaman siswa.
-
Melatih guru agar mampu membangun kemandirian belajar peserta didik, bukan ketergantungan.
Baca Juga: Buruan Daftar! Rekrutmen Pandu Literasi Digital 2025 Resmi Dibuka, Cek Syarat Lengkapnya
Contoh Penelitian dan Penerapan Scaffolding
Sejumlah penelitian di Indonesia membuktikan penerapan scaffolding efektif dalam berbagai konteks:
-
Kelas IX Seni Patung, SMPN 12 Malang
Baca Juga: CEK LAGI, Ini Ketentuan dan Jadwal UKPPPG Periode 3 Tahun 2025, FIRSTTAKER dan RETAKER Bersiap UTBK -
Guru memberi penjelasan bertahap, memecah tugas menjadi langkah-langkah sederhana, lalu mengurangi bantuan saat siswa mulai bisa.
Hasilnya, nilai siswa meningkat dari pre-test ke post-test, disertai peningkatan motivasi dan partisipasi.
-
Pembelajaran Tari di Kelas VIII SMP
Melalui demonstrasi guru, tutor sebaya, dan arahan awal, siswa dibimbing menguasai gerakan tari. Bantuan dikurangi ketika siswa sudah bisa mandiri. Temuan menunjukkan keterampilan tari meningkat signifikan. -
Diklat Guru IPA (PKG)
Dalam pelatihan, guru diberikan scaffolding untuk menyusun instrumen tes berpikir kritis dan kreatif.
Hasilnya, guru lebih terarah dan percaya diri membuat instrumen sesuai tujuan pembelajaran.
-
Literasi Bahasa Inggris SD Kelas V
Teknik modeling, bridging, context building, hingga metacognitive scaffolding dipakai dalam tahap pra-baca, membaca, dan pasca-baca.
Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman teks dan keberanian menjawab pertanyaan.
Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa scaffolding dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai SD hingga guru dalam pelatihan profesi.
Tantangan Penerapan Scaffolding di PPG
Meski bermanfaat, penerapan scaffolding di PPG bukan tanpa kendala. Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:
-
Variasi kemampuan siswa
Calon guru harus mampu menakar tingkat ZPD tiap siswa. Jika salah memperkirakan, bantuan bisa terlalu mudah atau justru terlalu sulit.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan KLB Keracunan MBG di Bandung Barat, Distribusi Makanan Dihentikan Sementara -
Waktu terbatas
Dalam praktik PPG, waktu microteaching biasanya singkat. Padahal, merancang dan menerapkan scaffolding membutuhkan proses bertahap.
-
Sumber daya terbatas
Tidak semua calon guru punya akses ke media pembelajaran, teknologi, atau dukungan peer tutor untuk membantu pelaksanaan scaffolding.
-
Pemahaman teori yang belum matang
Calon guru bisa jadi hanya meniru tanpa memahami prinsip dasar scaffolding, sehingga bantuan yang diberikan kurang tepat.
-
Kesulitan evaluasi
Menentukan kapan bantuan harus dikurangi atau ditarik sepenuhnya sering jadi dilema. Jika terlalu cepat, siswa kebingungan; jika terlalu lama, siswa jadi bergantung.
Implikasi untuk Pendidikan Profesi Guru
Agar scaffolding semakin efektif diterapkan, PPG dapat mengembangkan strategi berikut:
-
Pelatihan intensif tentang scaffolding
Tidak cukup teori, calon guru perlu praktik langsung dengan skenario pembelajaran nyata.
-
Refleksi diri
Setelah microteaching, calon guru diminta merefleksi kapan bantuan diberikan, bagaimana respons siswa, dan kapan bantuan mulai dikurangi.
-
Kolaborasi antar calon guru
Peer observation dan peer review bisa jadi wadah saling memberi masukan. Dengan begitu, calon guru dapat melihat perspektif berbeda tentang penerapan scaffolding.
Baca Juga: DOWNLOAD FILE PDF CONTOH SOAL Bilangan Bulat Kelas 7 SMP Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan -
Integrasi scaffolding dalam perangkat ajar
Dalam penyusunan RPP, calon guru diarahkan mengidentifikasi titik-titik krusial yang memerlukan scaffolding, termasuk strategi menguranginya.
-
Pemanfaatan teknologi
Video modeling, kuis interaktif, dan aplikasi pembelajaran adaptif dapat menjadi media scaffolding modern yang memperkaya pengalaman belajar siswa.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Silahkan berikan tanggapan di kolom komentar dan bantu share info ini ya.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Versi Android
-
Versi iOS
-
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




