POJOKSATU.id - Program Guru Penggerak (PGP) yang telah diluncurkan sejak tahun 2020, mencatatkan pencapaian besar dalam dunia pendidikan Indonesia.
Hingga Agustus 2024, sebanyak 12.000 guru yang lulus Program Guru Penggerak telah diangkat menjadi kepala sekolah di berbagai daerah.
Program ini bertujuan untuk mencetak pemimpin pendidikan yang mampu mendorong perubahan dan kemajuan di sekolah-sekolah mereka.
Baca Juga: Bocoran Skema Kenaikan Gaji Pensiun ASN Tahun 2025, Cek Detailnya!
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani menyampaikan, pada tahun 2024, PGP menargetkan untuk melahirkan 20.939 kepala sekolah dan 5.000 guru pengawas sekolah.
"Kami terus berupaya untuk mencetak lebih banyak kepala sekolah berkualitas dan profesional melalui program ini," ujarnya di Pekanbaru, Riau, pada 9 Agustus 2024 lalu.
Hingga saat ini, total jumlah guru penggerak yang ada di Indonesia sudah mencapai lebih dari 61.000 orang.
PGP juga sudah menghasilkan 22,5 persen guru penggerak yang kini menjabat sebagai kepala sekolah.
Sebuah prestasi yang menunjukkan efektivitas dari pendidikan kepemimpinan yang diberikan.
Lulusan PGP Dipertanyakan
Meskipun program ini membuka jalan bagi para guru untuk menjadi kepala sekolah, banyak yang mempertanyakan apakah lulus dari PGP otomatis menjamin seseorang mendapatkan jabatan tersebut.
Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menangah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan, bahwa menjadi kepala sekolah bukanlah hal yang otomatis setelah lulus dari PGP.
"Menjadi kepala sekolah membutuhkan pengalaman dan kompetensi yang memadai, bukan hanya gelar dari program guru penggerak," tegasnya dalam sebuah wawancara.
"Seorang kepala sekolah harus memiliki kemampuan manajerial yang baik dan pengalaman yang cukup," sambungnya.
Pernyataan ini sejalan dengan aspirasi dari sejumlah Kepala Dinas Pendidikan yang menilai bahwa pengangkatan kepala sekolah harus melalui proses seleksi yang ketat.
Baca Juga: Ditanya Pilihan Antara Haruka atau Halda, Begini Jawaban Jirayut
Dengan memperhitungkan pengalaman, kompetensi, serta dedikasi terhadap dunia pendidikan.
Program ini, meskipun tengah dievaluasi, dipastikan akan tetap berjalan, dengan angkatan 12 hingga 14 diproyeksikan untuk lulus pada 2025.
Abdul Mu'ti juga menambahkan bahwa pemerintah tengah merumuskan aturan baru yang lebih komprehensif mengenai pengangkatan kepala sekolah, yang akan mempertimbangkan kombinasi antara kemampuan manajerial dan pengalaman.
Baca Juga: El Rumi Bahagia, Syifa Hadju Jadi Support System di Fun Match Sepak Bola!
Seiring dengan perkembangan ini, para guru penggerak diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Terutama dalam memimpin sekolah menuju kemajuan yang lebih besar.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:



