POJOKSATU.id — Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 menuntut para guru tak hanya memahami teori pedagogik, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks nyata.

Salah satu tantangan terbesar adalah menyusun strategi pembelajaran berdiferensiasi, terutama dalam mata pelajaran PJOK yang memiliki karakter unik: aktif, motorik, dan sangat beragam dari sisi kemampuan siswa.

Artikel ini menyajikan panduan lengkap menyusun jurnal Modul 1 PPG 2025 dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang integratif, aplikatif, dan sesuai konteks kelas.

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam PJOK: Panduan Jurnal Modul 1 PPG 2025

Dalam proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025, pembelajaran berdiferensiasi menjadi topik utama yang wajib dipahami dan dipraktikkan oleh setiap peserta.

Bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), pendekatan ini menjadi sangat penting karena karakteristik siswa yang sangat beragam dalam hal kemampuan fisik, minat aktivitas, dan gaya belajar.

Baca Juga: APAKAH Dalam Jurnal Pembelajaran PPG Guru Tertentu Tahun 2025 WAJIB Ada Lampiran Fotonya?

Pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar teori, tapi pendekatan yang membumi di kelas nyata.

Guru perlu mampu menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.

Tujuannya bukan untuk menyamakan hasil, tetapi untuk memberikan peluang setara dalam mencapai kompetensi.

Merancang Strategi Berdiferensiasi untuk PJOK

Dalam Jurnal PPG Modul 1, peserta diminta menyusun jurnal sebagai bentuk refleksi praktik.

Berikut ini contoh rancangan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi PJOK yang bisa digunakan dalam jurnal:

Tujuan Pembelajaran:

  • Siswa mampu memahami konsep gerak dominan dalam senam lantai.

  • Siswa dapat mempraktikkan kombinasi gerak sesuai kemampuannya masing-masing.

 

Baca Juga: Jangan Keasyikan, Cek Lagi Tiga Modul Inti PPG Guru Tertentu 2025, Ini Tahapan dan Durasinya

Strategi Berdiferensiasi:

Komponen Strategi Pembelajaran
Konten Penyediaan video gerak dominan senam, bacaan pendek, dan infografis.
Proses Diskusi kelompok, proyek membuat rangkaian gerakan, latihan mandiri dengan observasi video.
Produk Video praktik gerakan, demonstrasi kelompok, laporan refleksi individu.

Strategi ini memungkinkan siswa yang memiliki keunggulan motorik untuk menunjukkan performa terbaiknya, sementara siswa lain tetap terlibat aktif sesuai kemampuan mereka.

Rancangan Kegiatan Pembelajaran PJOK

Pembukaan (15 menit):
Guru memulai dengan sapaan, doa bersama, dan apersepsi melalui pertanyaan seputar senam yang pernah dilakukan siswa.

Tujuan pembelajaran dijelaskan secara sederhana dan menyenangkan, disertai penjelasan bentuk penilaian.

Inti (75 menit):
Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mengamati contoh video gerakan senam dominan.

Setelah itu, mereka merancang gerakan sendiri berdasarkan pemahaman dan kemampuan kelompok. Guru memantau, memberi umpan balik, serta melakukan observasi terhadap proses dan interaksi.

Penutup (15 menit):
Setiap kelompok mempresentasikan hasil geraknya. Guru bersama siswa melakukan refleksi singkat dan memberi apresiasi.

Di akhir sesi, guru menyampaikan umpan balik umum dan tindak lanjut pembelajaran.

Baca Juga: TUTORIAL Bikin Aksi Nyata Jurnal Pembelajaran Tugas PPG Guru Tertentu 2025 10 MENIT JADI, No Plagiat, Template dan Copy Paste

Refleksi Guru, Kunci Perbaikan Praktik

Setelah pelaksanaan, guru merefleksikan proses pembelajaran. Hal-hal yang direfleksikan antara lain:

  • Apakah semua siswa terlibat aktif?

  • Bagaimana efektivitas strategi diferensiasi?

  • Apa tantangan dalam pelaksanaannya?

Baca Juga: PPG Guru Tertentu, Begini Langkah Guru Menyusun Rancangan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Studi Kasus

  • Bagaimana dampaknya terhadap capaian kompetensi siswa?

Refleksi ini penting untuk mengevaluasi apakah rencana pembelajaran telah menjawab kebutuhan siswa dan memberikan ruang berkembang bagi semua.

Dokumentasi dan Umpan Balik

Bagian ini memuat bukti autentik praktik: foto-foto kegiatan, tanggapan siswa, catatan guru, dan umpan balik rekan sejawat jika ada.

Dokumentasi visual dan tulisan ini mendukung validitas jurnal serta memperkaya refleksi praktik mengajar.

Tips Menyusun Jurnal Modul 1 PJOK PPG 2025

  1. Tulis sesuai struktur yang ditetapkan oleh platform Ruang GTK.

  2. Gunakan gaya bahasa reflektif dan naratif.

  3. Sertakan penyesuaian strategi berdasarkan konteks kelas Anda.

  4. Gunakan dokumentasi nyata dari proses pembelajaran.

  5. Pastikan integrasi antara tujuan, strategi, pelaksanaan, dan refleksi.

Baca Juga: GRATIS TANPA BAYAR! GOOGLE DRIVE 6 Link Download Puluhan Jurnal Pembelajaran Modul 1 Jenjang SD VERSI MS WORD untuk PPG GURU TERTENTTU 2025

Contoh Jurnal Modul 1 PJOK di Sekolah Dasar


JURNAL MODUL 1 PPG GURU TERTENTU TAHUN 2025

Mata Pelajaran: PJOK
Jenjang Sekolah: Sekolah Dasar (SD)
Modul: 1 – Hakikat Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Sekolah Dasar
Nama Mahasiswa: [Nama Anda]
Nama Sekolah: SDN Cempaka Putih 03
Kelas yang Diajarkan: Kelas 5
Tanggal Pelaksanaan: 5–10 Juni 2025


A. Tujuan Pembelajaran Modul

Tujuan dari pembelajaran Modul 1 ini adalah untuk memahami dan menerapkan hakikat Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebagai bagian integral dari pendidikan holistik di Sekolah Dasar.

Modul ini menekankan pentingnya PJOK dalam membentuk karakter, keterampilan sosial, serta kebugaran jasmani peserta didik.


B. Strategi Pembelajaran yang Diterapkan

Dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK di kelas saya, saya menyesuaikan strategi dengan karakteristik siswa kelas 5 yang energik, senang bergerak, namun masih membutuhkan pembiasaan terhadap kedisiplinan.

Baca Juga: URGENT! Calon Peserta PPG Guru Tertentu 2025 SPTM SEDANG BERLANGSUNG! Cek SIMPKB Anda Sekarang!

Oleh karena itu, saya menerapkan strategi game-based learning yang dikombinasikan dengan pendekatan tematik dan kolaboratif.

Kegiatan pembelajaran difokuskan pada aktivitas permainan tradisional yang dikaitkan dengan kompetensi dasar gerak lokomotor dan non-lokomotor.

Selain itu, saya menyisipkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab sosial.


C. Proses Pelaksanaan di Kelas

Pada hari pertama, saya membuka pembelajaran dengan menyampaikan tujuan dan pentingnya PJOK dalam kehidupan sehari-hari. Saya mengawali dengan pertanyaan pemantik:

"Apa pentingnya tubuh kita sehat dan bugar untuk belajar dan bermain?"

Anak-anak antusias menjawab dan berbagi pengalaman pribadi.

Kegiatan inti diawali dengan pemanasan bersama, kemudian dilanjutkan dengan permainan “Benteng-bentengan” yang saya modifikasi agar sesuai dengan prinsip keselamatan dan kompetensi gerak dasar.

Dokumentasi nyata:

  • Siswa terbagi dalam 4 kelompok, masing-masing bertugas menjaga “benteng” yang dibuat dari kerucut plastik.

  • Mereka mengatur strategi, bekerjasama, dan bergantian menjadi penyerang dan penjaga.

  • Saya mengamati bagaimana siswa yang biasanya pasif mulai aktif berpartisipasi karena pendekatannya menyenangkan dan tidak menekankan kompetisi secara berlebihan.

Pada akhir sesi, saya memandu sesi refleksi bersama. Anak-anak saya ajak duduk melingkar, lalu saya tanyakan:

"Apa yang kalian pelajari dari permainan tadi?"

Sebagian besar siswa menyebut kerja sama, komunikasi, dan pentingnya mengatur napas saat berlari.

Baca Juga: SERING MUNCUL Contoh Soal dan Pembahasan PPA Umum 1 dan 2 PPG 2025, Lengkap dengan Kunci dan Strategi Nilai Tertinggi


D. Refleksi dan Evaluasi

Melalui pelaksanaan ini, saya menyadari bahwa pemahaman hakikat PJOK tidak hanya sebatas pada pengembangan fisik, tetapi juga emosional dan sosial.

Strategi pembelajaran berbasis permainan sangat efektif dalam memotivasi siswa, terutama mereka yang biasanya kurang percaya diri saat pelajaran PJOK.

Namun, saya juga menemukan tantangan dalam pengelolaan waktu. Waktu refleksi di akhir pembelajaran sempat terpotong karena terlalu asyik bermain.

Ke depannya, saya akan mengatur waktu secara lebih disiplin dan melibatkan siswa dalam menyusun jadwal kegiatan agar lebih tertib.

Keterpaduan antara tujuan, strategi, pelaksanaan, dan refleksi dapat saya rasakan secara utuh.

Anak-anak memahami tujuan pembelajaran, aktif terlibat dalam proses, dan mampu mengungkapkan pengalaman belajar mereka secara verbal.


E. Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, saya berencana:

  1. Menyusun RPP yang lebih terstruktur dengan alokasi waktu refleksi yang lebih panjang.

  2. Mengembangkan permainan berbasis budaya lokal (seperti egrang batok atau gobak sodor) sebagai media pembelajaran PJOK.

  3. Melibatkan guru kelas dan orang tua untuk mendorong siswa agar aktif secara fisik di luar jam pelajaran.


F. Lampiran Dokumentasi

  1. Foto kegiatan pembelajaran di lapangan

  2. Video rekaman sesi refleksi siswa

  3. Hasil lembar observasi partisipasi siswa

  4. Rencana Pembelajaran Harian (RPH) yang digunakan

Baca Juga: UPDATE Modul PPG Guru Tertentu 2025, Cek Arahnya, Tiga Tahapan Pembelajaran Ini Wajib Dilalui Guru Profesional Zaman Now


Salah satu contoh tampilan Jurnal Modul 1 PJOK dapat dilihat di link ini. 

Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sekadar kewajiban dalam PPG, melainkan kebutuhan riil di kelas yang heterogen.

Guru PJOK memiliki peluang besar untuk menerapkannya secara kreatif dan kontekstual, karena aktivitas fisik sangat memungkinkan pendekatan berbasis minat, kemampuan, dan gaya belajar.

Dengan jurnal Modul 1 ini, guru tidak hanya mencatat proses, tetapi juga membuktikan bahwa ia adalah pembelajar sejati. ***