POJOKSATU.id - Penalaran Kuantitatif merupakan salah satu tipe Penalaran Umum sebagai komponen penting dalam Tes Potensi Skolastik (TPS) pada UTBK SNBT 2025.

Dengan bobot 30 soal, bagian ini penting untuk keberhasilan dalam seleksi masuk PTN impian.

Artikel ini akan membahas strategi jitu menghadapi Penalaran Kuantitatif TPS UTBK SNBT 2025

Dilengkapi dengan contoh soal dan pembahasan mendalam yang akan membantu Anda meraih skor maksimal.

Baca Juga: 29 Sekolah Kedinasan Ini TIDAK WAJIB Nilai UTBK SNBT, Pilih Politeknik, Akademi atau Sekolah Tinggi, Simak Daftarnya!

Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi Penalaran Kuantitatif TPS UTBK SNBT 2025.

Dengan memahami tipe soal, menguasai konsep dasar, dan rutin berlatih mengerjakan contoh soal seperti yang telah dibahas, kamu akan lebih percaya diri saat menghadapi ujian.

Terus berlatih dan perkaya diri dengan berbagai variasi soal Penalaran Kuantitatif untuk meningkatkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah.

Baca Juga: HINDARI KECURANGAN, Cek Lagi Tata Tertib dan Aturan Lengkap UTBK SNBT 2025, Ketahui RISIKO Ini Jika MELANGGAR

Mari kita berlatih contoh soal dan pembahasan tes jenis penalaran TPS untuk persiapan UTBK SNBT 2025.


1. Topik: Penalaran Kuantitatif

Perhatikan pola bilangan berikut!

7, 15, 10, 30, 18, x, 34, 42, 49, 63

Nilai x yang memenuhi pola bilangan tersebut adalah ....

A. 38

B. 45

C. 54

D. 60

Baca Juga: Terungkap 14 KASUS KECURANGAN di UTBK 2025, Sembunyikan HP di Sepatu Hingga Gunakan Remote Desktop, Dicurigai Ada Kelompok JARINGAN Terlibat

E. 66

Pembahasan:

Untuk menentukan pola bilangan, kita perlu mencari hubungan antara bilangan yang berdekatan. Mari kita analisis:

7 → 15 → 10 → 30 → 18 → x → 34 → 42 → 49 → 63

Jika kita perhatikan, ada dua pola yang bergantian:

Baca Juga: Panduan Lengkap TPS UTBK SNBT 2025: Strategi Jitu Menghadapi Penalaran Umum, PTN Idaman dalam Genggaman

Pola pertama: mengalikan bilangan dengan 2, lalu menambahkan 1

7 × 2 + 1 = 15

10 × 2 + 10 = 30

18 × 2 – 2 = 34

49 × 2 – 35 = 63

Pola kedua: mengurangi bilangan sebelumnya dengan 5

15 – 5 = 10

30 – 12 = 18

Baca Juga: Yuk Raih PTN Idaman! Berikut Panduan Lengkap PBM UTBK SNBT 2025: Strategi, Contoh Soal, Hingga Pembahasan

x – 20 = 34

Dari pola kedua untuk mencari x:

x – 20 = 34

x = 34 + 20 = 54

Baca Juga: Panduan Persiapan UTBK SNBT 2025 Literasi Bahasa Inggris Beserta Contoh Soal dan Pembahasannya

Jadi, nilai x yang memenuhi pola tersebut adalah 54.

Jawaban: C

 

2. Topik: Penalaran Kuantitatif

Sebuah perusahaan memiliki 5 truk untuk mengangkut barang dari gudang ke pelabuhan.

Dengan menggunakan 5 truk tersebut, dibutuhkan waktu 12 hari untuk mengangkut seluruh barang.

Jika perusahaan ingin mempercepat pengangkutan menjadi 8 hari, berapa banyak truk tambahan yang dibutuhkan?

A. 2

B. 3

Baca Juga: Panduan Rute Menuju Lokasi UTBK SNBT di Kampus IPB bagi Calon Mahasiswa Berkendaraan Pribadi Maupun Transportasi Umum

C. 4

D. 5

E. 7

Pembahasan:

Baca Juga: Persiapan TPS UTBK SNBT 2025: Strategi, Contoh Soal, dan Pembahasan Penalaran Umum Logika Matematika

Untuk soal ini, kita dapat menggunakan konsep perbandingan berbalik nilai. Semakin banyak truk, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan.

Misalkan jumlah total truk yang dibutuhkan adalah n.

5 truk → 12 hari n truk → 8 hari

Perbandingan berbalik nilai: 5 × 12 = n × 8 60 = 8n n = 7,5 ≈ 8 truk

Jadi, total truk yang dibutuhkan adalah 8 truk. Karena sebelumnya sudah memiliki 5 truk, maka truk tambahan yang dibutuhkan adalah: 8 – 5 = 3 truk

Jawaban: B. 3

 

3. Topik: Penalaran Kuantitatif

Seorang pedagang membeli sebuah sepeda dengan harga Rp800.000,00.

Jika ia menjualnya dengan keuntungan 25 persen, kemudian pembeli mengembalikan sepeda tersebut dan pedagang harus mengembalikan uang dengan potongan 10 persen dari harga jual, maka uang yang dikembalikan oleh pedagang sebesar ....

A. Rp900.000,00

B. Rp950.000,00

C. Rp990.000,00

D. Rp1.000.000,00

E. Rp1.080.000,00

Pembahasan:

Harga beli sepeda = Rp800.000,00

Keuntungan = 25% × Rp800.000,00 = Rp200.000,00

Harga jual sepeda = Rp800.000,00 + Rp200.000,00 = Rp1.000.000,00

Ketika sepeda dikembalikan, pedagang memotong 10% dari harga jual:

Potongan = 10% × Rp1.000.000,00 = Rp100.000,00

Uang yang dikembalikan = Rp1.000.000,00 – Rp100.000,00 = Rp900.000,00

Jawaban: A

 

4. Topik: Penalaran Analitik

Dalam sebuah tes matematika, diketahui bahwa nilai Dani lebih tinggi dari nilai Budi.

Nilai Citra tidak lebih rendah dari nilai Ella, tetapi lebih rendah daripada nilai Dani.

Nilai Budi sama dengan nilai Adit, sedangkan nilai Ella lebih rendah dari nilai Budi.

Jika nilai mereka diurutkan dari yang tertinggi ke terendah, maka urutan yang benar adalah ....

A. Dani, Citra, Budi, Adit, Ella

B. Dani, Budi, Adit, Citra, Ella

C. Dani, Citra, Ella, Budi, Adit

D. Citra, Dani, Budi, Adit, Ella

E. Dani, Budi, Adit, Ella, Citra

Pembahasan:

Dari soal, kita dapat menyusun hubungan nilai sebagai berikut:

- Dani > Budi

- Citra ≥ Ella dan Citra < Dani

- Budi = Adit

- Ella < Budi

Analisis:

Dani memiliki nilai tertinggi karena lebih tinggi dari Budi dan Citra.

Budi dan Adit memiliki nilai yang sama, sehingga posisi mereka harus berurutan dalam daftar peringkat.

Ella memiliki nilai terendah karena lebih rendah dari Budi.

Citra memiliki nilai di atas Ella tetapi di bawah Dani.

amun, tidak ada informasi langsung yang membandingkan Citra dengan Budi/Adit.

Karena Budi = Adit > Ella, dan Citra ≥ Ella, Citra bisa berada di atas atau di bawah Budi/Adit.

Eliminasi Opsi:

- Opsi C, D, E salah karena Ella tidak mungkin di atas Budi/Adit atau Citra di bawah Ella.

- Opsi A salah karena Budi dan Adit (nilai sama) dipisahkan oleh Citra, yang tidak mungkin terjadi jika nilai mereka sama.

- Opsi B benar karena Budi dan Adit ditempatkan berurutan sesuai dengan kesamaan nilai mereka, dan Citra berada di bawah mereka.

Jadi, urutan yang benar: Dani (tertinggi), Budi & Adit (nilai sama), Citra, kemudian Ella (terendah).

Jawaban: B. Dani, Budi, Adit, Citra, Ella

 

Teks berikut untuk soal nomor 5-6

Lima mahasiswa yaitu Andi, Bima, Cindy, Deva, dan Eka mengambil mata kuliah yang berbeda-beda. Diketahui bahwa:

- Andi mengambil mata kuliah Fisika Dasar, Kalkulus I, dan Kimia Dasar

- Bima mengambil mata kuliah Biologi Umum, Statistika, dan Fisika Dasar

- Cindy mengambil mata kuliah yang sama dengan Andi kecuali Kimia Dasar

- Deva mengambil mata kuliah Fisika Dasar, Biologi Umum, dan Kimia Dasar

- Eka mengambil mata kuliah yang sama dengan Bima kecuali Fisika Dasar

5. Topik: Penalaran Analitik

Mata kuliah apakah yang diambil oleh paling banyak mahasiswa?

A. Fisika Dasar

B. Kalkulus I

C. Kimia Dasar

D. Biologi Umum

E. Statistika

Pembahasan:

Mari kita rangkum mata kuliah yang diambil oleh masing-masing mahasiswa:

- Andi: Fisika Dasar, Kalkulus I, Kimia Dasar

- Bima: Biologi Umum, Statistika, Fisika Dasar

- Cindy: Fisika Dasar, Kalkulus I

- Deva: Fisika Dasar, Biologi Umum, Kimia Dasar

- Eka: Biologi Umum, Statistika

Mari kita hitung berapa mahasiswa yang mengambil masing-masing mata kuliah:

Fisika Dasar: Andi, Bima, Cindy, Deva (4 mahasiswa)

Kalkulus I: Andi, Cindy (2 mahasiswa)

Kimia Dasar: Andi, Deva (2 mahasiswa)

Biologi Umum: Bima, Deva, Eka (3 mahasiswa)

Statistika: Bima, Eka (2 mahasiswa)

Terlihat bahwa mata kuliah Fisika Dasar diambil oleh 4 mahasiswa yang merupakan jumlah terbanyak.

Jawaban: A

 

6. Topik: Penalaran Analitik

Di antara lima mahasiswa tersebut, siapa sajakah yang mengambil mata kuliah Kalkulus I?

A. Andi dan Cindy

B. Andi, Bima, dan Cindy

C. Andi, Cindy, dan Eka

D. Hanya Andi

E. Cindy dan Eka

Pembahasan:

Dari analisis soal sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa:

- Andi mengambil Kalkulus I

- Cindy mengambil mata kuliah yang sama dengan Andi kecuali Kimia Dasar, sehingga Cindy juga mengambil Kalkulus I

Jadi, mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kalkulus I adalah Andi dan Cindy.

Jawaban: A

 

7. Topik: Penalaran Analitik

Lima siswa (Rina, Santi, Tono, Umar, dan Vina) mengikuti tes dan memperoleh hasil sebagai berikut:

- Nilai Rina adalah tiga kali nilai Tono.

- Nilai Umar lebih rendah dari nilai Vina tetapi lebih tinggi dari nilai Tono.

- Jika nilai Santi dan Tono dijumlahkan, hasilnya sama dengan nilai Rina.

- Nilai Vina lebih rendah dari nilai Santi.

Urutan lima siswa tersebut dari nilai tertinggi ke nilai terendah adalah ....

A. Rina, Santi, Vina, Umar, Tono

B. Santi, Rina, Vina, Umar, Tono

C. Rina, Vina, Santi, Umar, Tono

D. Santi, Rina, Umar, Vina, Tono

E. Rina, Santi, Umar, Vina, Tono

Pembahasan:

Rina = 3 × Tono

Artinya, R > T.

Vina > Umar > Tono

Artinya, V > U > T.

Santi + Tono = Rina

Substitusi Rina dengan 3×Tono:

S + T = 3T → S = 2T

Jadi, S > T.

Vina < Santi

Artinya, S > V.

Penyusunan Urutan

- Dari poin 1 dan 3: R = 3T dan S = 2T, sehingga R > S > T.

- Dari poin 2: V > U > T.

- Dari poin 4: S > V.

Gabungkan semua:

- Rina (3T) memiliki nilai tertinggi.

- Santi (2T) lebih tinggi dari Vina (V < 2T).

- Vina berada di antara Umar dan Santi (V > U > T).

Urutan akhir:

Rina > Santi > Vina > Umar > Tono

Jawaban:

A. Rina, Santi, Vina, Umar, Tono

 

Teks berikut untuk soal nomor 8-10

Lima atlet (Fajar, Gina, Hadi, Indra, dan Jasmin) berkompetisi dalam tiga cabang olahraga yaitu renang, lari, dan bulu tangkis.

- Dalam cabang renang, Fajar selalu mengalahkan Indra, tetapi selalu kalah dari Hadi

- Dalam cabang lari, Gina adalah atlet terbaik, sementara Jasmin selalu kalah dari semua atlet lainnya

- Dalam cabang bulu tangkis, Indra selalu mengalahkan Gina, tetapi selalu kalah dari Fajar

- Dalam cabang renang, Jasmin lebih baik daripada Gina tetapi tidak lebih baik dari Fajar

- Dalam cabang lari, Hadi berada di urutan tepat di bawah Gina

- Dalam cabang bulu tangkis, Hadi selalu kalah melawan Jasmin

8. Topik: Penalaran Analitik

Siapakah atlet renang terbaik di antara kelima atlet tersebut?

A. Fajar

B. Gina

C. Hadi

D. Indra

E. Jasmin

Pembahasan:

Dari informasi yang diberikan tentang cabang renang:

- Fajar selalu mengalahkan Indra, tetapi selalu kalah dari Hadi

- Jasmin lebih baik daripada Gina tetapi tidak lebih baik dari Fajar

Dari informasi ini, kita dapat membuat rangking untuk renang:

- Hadi > Fajar > Indra

- Fajar ≥ Jasmin > Gina

Jika kita gabungkan, kita mendapatkan: Hadi > Fajar ≥ Jasmin > Gina (dan Indra di bawah Fajar, tetapi relatif terhadap Jasmin dan Gina belum jelas)

Yang jelas, Hadi adalah atlet renang terbaik di antara kelima atlet tersebut.

Jawaban: C

 

9. Topik: Penalaran Analitik

Untuk cabang olahraga lari, urutan peringkat atlet dari yang terbaik yang paling tepat adalah ....

A. Gina - Hadi - Fajar - Indra – Jasmin

B. Gina - Fajar - Hadi - Jasmin - Indra

C. Hadi - Gina - Fajar - Indra - Jasmin

D. Gina - Hadi - Jasmin - Fajar - Indra

E. Gina - Hadi - Indra - Fajar – Jasmin

Pembahasan:

Dari informasi yang diberikan tentang cabang lari:

- Gina adalah atlet terbaik

- Jasmin selalu kalah dari semua atlet lainnya → Jasmin ada di posisi terakhir

- Hadi berada di urutan tepat di bawah Gina

Kita sudah punya: Gina > Hadi > (Fajar dan Indra belum jelas posisinya) > Jasmin

Tidak ada informasi tambahan tentang posisi relatif Fajar dan Indra dalam cabang lari.

Namun, dari pilihan jawaban, opsi A menyatakan Gina - Hadi - Fajar - Indra - Jasmin, yang konsisten dengan informasi yang kita miliki.

Jawaban: A

 

10. Topik: Penalaran Analitik

Untuk cabang olahraga bulu tangkis, urutan peringkat atlet dari yang terbaik yang paling tepat adalah ....

A. Fajar - Indra - Gina - Hadi - Jasmin

B. Fajar - Indra - Jasmin - Hadi - Gina

C. Jasmin - Fajar - Indra - Gina - Hadi

D. Fajar - Jasmin - Indra - Gina - Hadi

E. Fajar - Indra - Gina - Jasmin - Hadi

Pembahasan:

Dari informasi yang diberikan tentang cabang bulu tangkis:

- Indra selalu mengalahkan Gina, tetapi selalu kalah dari Fajar → Fajar > Indra > Gina

- Hadi selalu kalah melawan Jasmin → Jasmin > Hadi

Dari informasi ini, kita tahu bahwa:

- Fajar > Indra > Gina

- Jasmin > Hadi

Tetapi kita tidak tahu posisi relatif antara Fajar/Indra dan Jasmin/Hadi. Ada beberapa kemungkinan urutan:

(1) Fajar > Indra > Jasmin > Hadi > Gina

(2) Fajar > Jasmin > Indra > Hadi > Gina

(3) Fajar > Jasmin > Indra > Gina > Hadi

(4) Fajar > Indra > Jasmin > Gina > Hadi

(5) Jasmin > Fajar > Indra > Gina > Hadi

(6) Fajar > Indra > Gina > Jasmin > Hadi

Dari pilihan jawaban, opsi B (Fajar - Indra - Jasmin - Hadi - Gina) mendekati kemungkinan 1, tetapi posisi Hadi dan Gina terbalik.

Opsi A (Fajar - Indra - Gina - Hadi - Jasmin) tidak konsisten dengan informasi bahwa Jasmin > Hadi.

Opsi E (Fajar - Indra - Gina - Jasmin - Hadi) konsisten dengan kemungkinan 6 di atas.

Jawaban: E. Fajar - Indra - Gina - Jasmin - Hadi


Ingatlah bahwa waktu sangat berharga, jadi terapkan strategi pengerjaan soal secara efektif dan efisien.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS

Dengan persiapan yang tepat, pintu PTN impian akan semakin terbuka lebar untukmu.***