POJOKSATU.id — Kemampuan numerasi atau kecakapan berhitung dan menggunakan konsep matematika secara kontekstual.
Tidak sekadar “bisa hitung”, numerasi kini dikaitkan dengan kemampuan berpikir kritis, logis, dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penguatan numerasi menjadi salah satu pilar utama agar siswa siap menghadapi tantangan abad 21.
Baca Juga: Panduan Lengkap PPG Calon Guru 2025: Tahapan, Persyaratan, dan Tips Lolos Seleksi
Mengapa Numerasi Kian Penting?
Dalam peluncuran gerakan nasional numerasi di jakarta, Abdul Mu’ti selaku Mendikdasmen menyatakan bahwa numerasi adalah fondasi yang menguatkan berbagai disiplin ilmu lainnya.
Tingkat numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah harapan.
Dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan berbasis aktivitas nyata, maka strategi peningkatan numerasi menjadi sangat relevan.
Baca Juga: Projo Tinggalkan Logo Wajah Jokowi, Arah Baru Ditetapkan, Sudah tak Lagi Pro Jokowi
Strategi Peningkatan Numerasi
Berikut beberapa strategi utama yang dapat diterapkan di sekolah dan ruang kelas:
1. Pembelajaran yang Kontekstual dan Relevan
Guru mampu mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata siswa.
Contohnya, menghitung konsumsi listrik rumah tangga, menghitung keuangan pribadi, atau menghitung skala jarak di peta.
Strategi ini membuat numerasi terasa hidup dan dekat dengan kehidupan siswa.
Aktivitas semacam ini membantu siswa memahami bahwa matematika bukan hanya rumus, tetapi alat untuk memecahkan masalah kehidupan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tangkap Pelaku, Siapa yang Biarkan Tambang Ilegal di Merapi Hidup Bertahun-Tahun?
2. Kolaborasi Numerasi ke Semua Mata Pelajaran
Tidak hanya matematika yang melingkupi numerasi.
Dalam Kurikulum Merdeka, numerasi dapat muncul di IPA (mengukur volume, kecepatan), IPS (menghitung pertumbuhan penduduk), ataupun Bahasa (menafsirkan data grafik).
Guru-guru lintas mata pelajaran dapat merancang pembelajaran yang memperkuat numerasi secara bersama.
Kolaborasi antar guru memperluas konteks pembelajaran dan memberi lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk melatih numerasi dalam berbagai bentuk.
3. Pemanfaatan Media Digital dan Permainan
Aplikasi dan permainan edukatif menjadi alat yang menarik bagi siswa.
Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan motivasi dan pemahaman numerasi.
Guru dapat menggunakan quiz interaktif, LMS, maupun aktivitas kelompok untuk membuat numerasi lebih menarik.
4. Pembentukan Budaya Numerasi di Sekolah
Budaya numerasi yang kuat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Siswa diberi tantangan berhitung singkat tiap hari, guru dan orang tua mendukung dengan memperlihatkan bahwa menghitung/data bukan sesuatu yang menakutkan.
Penelitian menunjukkan bahwa pembentukan budaya numerasi sangat efektif bila didukung oleh sekolah, lingkungan, dan rumah.
Sekolah-sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka selama beberapa tahun melaporkan capaian numerasi yang lebih tinggi dibanding yang belum.
5. Mengembangkan Kompetensi Guru
Guru sebagai fasilitator utama perlu mendapat pelatihan dan pengembangan profesional dalam metode numerasi dan pembelajaran aktif.
Guru yang terlatih akan mampu mendesain soal yang menantang, memfasilitasi diskusi siswa, dan mengevaluasi pemahaman secara efektif.
Sekolah dan dinas pendidikan diharapkan menyediakan program profesionalisasi untuk guru numerasi agar praktik pembelajaran terus meningkat.
Baca Juga: BAZNAS Buka Pendaftaran Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2025, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Hambatan yang Perlu Diatasi
Beberapa tantangan yang masih muncul dalam penguatan numerasi antara lain:
-Siswa mengalami learning loss akibat pandemi, yang mengganggu kemampuan dasar berhitung dan pemahaman konsep.
-Kurangnya sumber daya di banyak sekolah, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
-Guru belum selalu memiliki kemampuan pedagogis yang memadai untuk menyisipkan numerasi dalam tiap mata pelajaran.
-Evaluasi berbasis numerasi sering kali masih memakai pendekatan tradisional sehingga tenggelam dalam hafalan, bukan pemahaman.
-Numerasi bukan sekadar penguasaan operasi matematika, tetapi kompetensi strategis yang harus dimiliki setiap siswa di era Kurikulum Merdeka.
Baca Juga: Menambal Luka Merapi, Upaya Pemulihan 300 Hektare Hutan Konservasi yang Rusak Akibat Tambang Ilegal
Dengan strategi yang tepat, bangsa kita memiliki kesempatan besar untuk memperkuat kualitas pendidikan dan mencetak generasi yang tangguh.
Mari bersama menumbuhkan budaya numerasi baik berhitung, menganalisis, dan berpikir logis sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup kita sehari-hari. ***




