POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Agama (Kemenang) RI mengajak seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk aktif menciptakan ruang digital yang sehat, inspiratif, dan berdaya guna.
Pesan ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, dalam arahannya kepada sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu, 11 Oktober 2025.
“Isi ruang digital dengan prestasi, penghargaan, dan hal-hal yang membawa dampak baik bagi masyarakat,” ujar Ismail Cawidu di hadapan jajaran pimpinan kampus.
Baca Juga: Menlu Bantah Prabowo Bakal ke Israel, Times of Israel Langsung Tulis Artikel Begini
Ia menekankan pentingnya peran kampus keagamaan dalam memperkuat citra dan marwah lembaga melalui konten digital yang bernilai edukatif.
Menurutnya, ada tiga langkah sederhana namun strategis yang dapat dilakukan oleh PTKN dalam membangun ekosistem digital yang sehat.
Pertama, berkompetisi secara positif dengan menghadirkan konten yang mencerahkan dan mendidik.
Kedua, memperbanyak konten bermakna agar dapat menekan penyebaran informasi negatif di media sosial.
Baca Juga: Gedung Negara Banten Disulap Jadi Wadah Ekspresi Seni, Kesempatan Emas Bagi Pegiat Budaya
Ketiga, mengoptimalkan seluruh potensi dan sumber daya kampus untuk menciptakan big data positif tentang UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan PTKN lainnya di Indonesia.
Dalam paparannya, Ismail juga menyampaikan perkembangan terkini dari 59 PTKIN binaan Kementerian Agama, yang terdiri dari 40 UIN, 15 IAIN, 4 STAIN, dan satu universitas internasional.
Dari sisi kelembagaan, 28 di antaranya berstatus BLU, 30 merupakan satker biasa, dan satu PTNBH.
Baca Juga: Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto Sebut Rehabilitasi Narkoba Bukan Hukuman, Jangan Takut!
Adapun dari sisi mutu, 32 kampus telah meraih akreditasi Unggul, 15 Baik Sekali, 6 Akreditasi B, dan 6 lainnya Baik, sementara satu PTNBH masih menunggu hasil akreditasi.
Ismail juga menjabarkan sepuluh langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan PTKIN, mulai dari tata kelola, peningkatan SDM, inovasi akademik, riset, internasionalisasi, hingga digitalisasi dan kerja sama lintas lembaga.
Semua langkah itu diarahkan untuk menjadikan PTKN sebagai lembaga pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Selain itu, ia juga menyampaikan dua belas arahan penting Menteri Agama kepada para rektor dan pimpinan PTKN.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Prasmanan di Tangsel, Cocok jadi Tempat Makan Keluarga
Beberapa di antaranya mencakup integritas dan etika kepemimpinan, inovasi dalam 100 hari pertama masa jabatan, keteladanan dalam moralitas dan spiritualitas, serta keterbukaan dalam pengambilan keputusan.
Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat peran UIN sebagai pusat penyebaran Islam rahmatan lil ‘alamin dan mendorong transformasi pola pikir di lingkungan kampus.
“Perguruan tinggi keagamaan harus menjadi teladan dalam mengembangkan ilmu keislaman, memperkuat literasi keagamaan, dan membangun sinergi antar lembaga untuk kemajuan bersama,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Ismail Cawidu menyampaikan apresiasi kepada UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas upayanya dalam memperkuat ekosistem digital yang bernuansa Islami dan moderat.
“Saya berharap seluruh sivitas akademika dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui berbagai kanal media,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan arahan dari Staf Khusus Menteri Agama tersebut.
Ia menegaskan komitmen kampus untuk terus memperkuat ekosistem digital yang positif dan memperbanyak publikasi prestasi sivitas akademika.
Baca Juga: Media Israel Beritakan Presiden Prabowo akan Berkunjung ke Israel, Begini Respon Menlu
“Arahan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus menampilkan wajah Islam yang ramah, moderat, dan mencerdaskan,” ungkapnya.
UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen menjadi perguruan tinggi keagamaan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global, dengan menjunjung tinggi nilai keislaman serta keindonesiaan.
“Kami akan terus mendorong dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk aktif membangun narasi keislaman yang mencerahkan di ruang digital,” pungkasnya. ***




