POJOKSATU.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan dua skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk menjaring calon peserta didik berprestasi yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Pada tahun pertama penyelenggaraannya, Kemendikdasmen hanya akan menerima 80 murid baru, terdiri dari 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa jenjang SMA. Masing-masing jenjang hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) atau dua kelas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan, SNT dirancang untuk menghimpun peserta didik dengan kemampuan di atas rata-rata dari berbagai kecamatan di kabupaten atau kota penyelenggara.

Baca Juga: Bolehkah Ganti Foto KTP? Ini 3 Alasan yang Diizinkan Disdukcapil

Karena itu, proses SPMB tidak diselenggarakan pemerintah daerah, melainkan ditangani oleh tim khusus di tingkat nasional agar proses seleksi berjalan lebih objektif dan terstandar.

Dua Skema Seleksi SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dasmen PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan mekanisme penerimaan telah disiapkan bersama dinas pendidikan kabupaten/kota maupun provinsi.

Skema pertama dilakukan melalui data jalur prestasi yang telah dimiliki pemerintah daerah.

Dinas pendidikan akan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengusulkan siswa-siswa terbaik yang sebelumnya lolos melalui jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik.

Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam basis data SPMB SNT untuk diseleksi lebih lanjut.

Baca Juga: Daftar Lengkap Promo bluDay 2026, Nikmati Kopi, Makanan hingga Naik MRT Cuma Rp 5

Setiap sekolah akan diminta mengusulkan lima siswa terbaik pada masing-masing jenjang pendidikan.

"Sekolah akan mengusulkan lima siswa terbaik dari jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik. 

Selanjutnya mereka akan mengikuti seleksi administrasi dan Tes Skolastik untuk menentukan peserta yang diterima," jelas Gogot.

Jalur Undangan Berdasarkan Data Puspresnas

Selain melalui usulan sekolah, Kemendikdasmen juga membuka jalur kedua berupa undangan kepada siswa-siswa berprestasi.

Baca Juga: Mulai Agustus 2026, Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis, Pemerintah Perkuat Sistem Royalti Musik

Undangan tersebut diberikan berdasarkan data prestasi yang dimiliki Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada masing-masing kabupaten atau kota penyelenggara SNT.

Dengan cara ini, siswa yang memiliki rekam jejak prestasi di tingkat nasional maupun berbagai kompetisi resmi tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi meski tidak berasal dari usulan sekolah.

Lulusan SMP SNT Otomatis Melanjutkan ke SMA

Kemendikdasmen juga memastikan peserta didik yang diterima di jenjang SMP Sekolah Nasional Terintegrasi akan otomatis melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dalam sistem yang sama.

Hal ini dilakukan karena kurikulum SNT dirancang berkelanjutan sehingga perkembangan akademik maupun karakter siswa dapat dipantau secara utuh hingga lulus pendidikan menengah.

Baca Juga: Dosen UGM Kena Doxing usai Kritik Kebijakan Menteri PU, Dody Hanggodo Mengaku Tak Tahu Arti Doxing

Apabila pada jenjang SMA terdapat kursi yang kosong karena kondisi tertentu, Kemendikdasmen akan membuka seleksi untuk mengisi kekurangan peserta didik tersebut sesuai kebutuhan.

Melalui mekanisme ini, pemerintah berharap Sekolah Nasional Terintegrasi mampu menjadi model pendidikan yang menghimpun siswa-siswa berprestasi dari berbagai daerah sekaligus memberikan pembinaan berkelanjutan sejak SMP hingga SMA. ***