POJOKSATU.id - Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi di ajang AISeries × AISC 2026 yang diselenggarakan AIChE UI Student Chapter di Universitas Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, Spektronics 30 PLN berhasil meraih posisi 1st Runner Up Chem-E-Car Competition. Sementara itu, Spektronics Project 2.0 keluar sebagai Champion dalam kategori Paper and Poster Competition.
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi berbeda yang dikembangkan masing-masing tim untuk menjawab tantangan di bidang teknologi, industri, dan keberlanjutan.
Spektronics 30 PLN Andalkan Sensor Switch Magnet
Manager Tim Spektronics 30 PLN Nayla Muli Fathia menjelaskan timnya mengusung inovasi sensor switch magnet untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi mobil Spektronics 30 PLN.
Teknologi tersebut mampu mendeteksi putaran magnet pada sistem gerak mobil secara cepat dan akurat.
Dengan kemampuan tersebut, kendaraan dapat melaju lebih lurus dan mulus saat berpacu di lintasan kompetisi.
“Inovasi inilah yang meningkatkan performa Spektronics 30 PLN selama berpacu di sirkuit,” ungkap Nayla.
Tidak hanya mengembangkan aspek teknis kendaraan, tim Spektronics 30 PLN juga melakukan inovasi dalam pengelolaan katalis.
Tim mengembangkan metode pemanfaatan kembali limbah katalis untuk digunakan sebagai katalis pada Chem-E-Car.
Dengan metode tersebut, katalis yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah sekali pakai dapat dimanfaatkan kembali. Upaya ini sekaligus membantu mengurangi pembuangan limbah ke lingkungan.
Hadapi Tantangan Trial dan Minim Literatur
Dalam proses pengembangan inovasi, Nayla yang merupakan mahasiswi Departemen Teknik Kimia ITS mengungkapkan tim menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya adalah kompleksitas proses trial untuk menemukan metode penggunaan ulang katalis yang tepat.
Selain itu, minimnya studi literatur yang dapat dijadikan acuan membuat tim harus melakukan serangkaian pengujian secara mandiri.
Pengujian tersebut dilakukan untuk mendapatkan metode yang sesuai dan dapat diterapkan dalam sistem Chem-E-Car.
Baca Juga: Isu Harga BBM Naik Bikin Khawatir? Lakukan 5 Langkah Efisiensi Ini Agar Dompet Tetap Aman!
Spektronics Project 2.0 Jadi Champion
Prestasi lainnya diraih Spektronics Project 2.0 yang menjadi Champion pada Paper and Poster Competition.
Manager Tim Spektronics Project 2.0 Else Kusuma menjelaskan inovasi yang dikembangkan timnya berfokus pada tantangan industri pengolahan turunan Crude Palm Oil (CPO).
Tim mengembangkan pendekatan berbasis Machine Learning dan analisis SHapley Additive exPlanations (SHAP).
Teknologi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan Heat Exchanger Network (HEN) sekaligus recycle air dalam proses industri.
Kebaruan inovasi mereka terletak pada integrasi surrogate model XGBoost dan optimasi NSGA-II.
Integrasi tersebut memungkinkan tim menentukan kondisi operasi secara lebih cepat dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi energi dan pengurangan limbah.
“Pendekatan ini memungkinkan proses optimasi menjadi lebih efisien, sehingga kondisi operasi optimal lebih cepat,” ungkap Else.
Baca Juga: BPBD DKI Imbau Warga Simpan Cadangan Air, Langkah Cerdas Hadapi Ancaman Kekeringan yang Berlanjut
Mahasiswi Departemen Teknik Instrumentasi ITS tersebut berharap Spektronics dapat terus berkembang dan menghadirkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
Terlebih, inovasi yang dikembangkan Spektronics dinilai sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur.
Dua prestasi di AISeries × AISC 2026 menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa tidak hanya berhenti pada kompetisi.
Dari mobil hemat energi hingga pemanfaatan machine learning di industri, karya mahasiswa ITS terus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata sekaligus membawa semangat keberlanjutan. ***




