POJOKSATU.id - Sosok pelajar Raihana Adisqi Shaliha bukan sosok yang glamour. Ia tetaplah seorang pelajar yang sederhana dalam keseharian. Tapi, pandangan hidupnya menarik untuk dipetik remaja seusianya.
Akrab dipanggil Anya, pelajar SMA Citra Nusa Cibinong ini memilih fokus di dunia teater. Baginya, teater mampu memberikan banyak nilai.
Perempuan kelahiran Depok pada Agustus 2006 itu, memang aktif bersama kelompok teater sekolahnya, Gautama Teater.
"Karena cukup fokus ke sekolah, rutinitas lain di luar itu belum ada. Aku memilih ekskul teater yang sangat aktif berkegiatan di dalam maupun di luar sekolah. Jadi belum muncul keinginan untuk menambah rutinitas lain," ujar Anya.
Baca Juga: SMA Citra Nusa Bogor Menyala, Pentaskan Teater Instalasi Rindu, Berikan Santunan Yatim Piatu
Anya juga awalnya bingung memilih ekstrakulikuler karena lumayan banyak pilihannya di sekolah.
"Aku memilih teater karena ekskul ini bisa membentuk karakter kita untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan apa saja, sehingga kita terlatih untuk bisa menjadi apa aja," tutur perempuan yang mulai terbiasa tampil di depan publik ini.
Bahkan, Anya memang sangat suka tampil di depan khalayak ramai. Itu juga salah satu alasan dia bergabung ke Gautama Teater dan kerap ikut lomba modelling.
"Setiap proses terbayarkan dengan rasa puas. Misal ketika hasil penampilan kita memuaskan, pasti akan selalu rindu panggung ataupun tampil," ungkapnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Cintya Vivi Irwanti, Bintang Pelajar SMK Boash 1 Jurusan DKV dengan Segudang Prestasi
Kesukaan melakukan interaksi sosial itu menjadi nilai bagi Anya untuk berani tampil sebagai model dan penggiat lakon.
Anak ketiga dari tiga bersaudara ini terus berusaha membentuk pribadi yang lebih baik, termasuk mencoba menguji diri melalui berbagai lomba.
"Aku hobi banget baca novel, salah satu penulis kesukaanku itu Alicia Lidwina," kata Anya.
Karena itu, saat Gautama Teater berhasil menjadi juara pertama Festival Teater Madya (FTM) Kota Bogor 2023, semangatnya mendalami dunia teater semakin menggebu.
"Menjauhi diri dari ekspektasi berlebihan itu gak selalu jadi hal yang buruk jika akhirnya menjadi jauh lebih baik. Meski memang harus disandingkan dengan usaha yang besar pula," ujarnya.
Anya pun menikmati perubahan demi perubahan yang dirasakan dalam membentuk kepribadiannya. Proses yang secara perlahan ia sadari.
"Mengubah diri sendiri ke arah yang lebih baik itu butuh keberanian yang cukup," timpal Anya.
Seolah memetik nilai dari petikan novel Alicia Lidwina: "Jangan pernah menyerah meski kau sudah gagal berkali-kali dalam hidup ini. Percayalah. Hiduplah untuk satu hari lagi. Berjuanglah untuk satu hari lagi," begitulah Anya terus berproses.***




