POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Seminar Nasional.
Sosialisasi Program Deep Learning dengan tema "Implementasi Pembelajaran Mendalam dalam Rangka Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua."
Dalam seminar tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai deep learning.
Baca Juga: Ungkap Sisi Lain Gerakan Tagar KaburAjaDulu yang Viral di Media Sosial!
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa deep learning bukanlah kurikulum baru, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran.
Pernyataan ini dilontarkan untuk merespons berbagai informasi yang beredar di internet.
Tersebar bahwa banyak yang menyebut deep learning sebagai kurikulum baru dan membandingkannya dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Baca Juga: Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal 1446 Tahun 2025 Versi Muhammadiyah!
Mu'ti menjelaskan bahwa deep learning bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan.
Mengutip buku "The Process of Learning" oleh John B. Biggs, ia menjelaskan bahwa deep learning telah diperkenalkan dan diterapkan secara bertahap di beberapa negara sejak pertengahan tahun 1976.
Negara-negara seperti Norwegia, Swedia, dan negara-negara Skandinavia lainnya telah memperkenalkan pendekatan ini jauh sebelum teknologi kecerdasan buatan (AI) secanggih saat ini.
Selain itu dijelaskan bahwa program deep learning di Indonesia masih dalam proses pengembangan.
Penerapannya nanti akan dilakukan secara selektif, tidak untuk seluruh sekolah.
Kemendikdasmen akan memilih sekolah-sekolah model yang dinilai siap untuk menerapkan pendekatan pembelajaran ini.***




