POJOKSATU.ID - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang tokoh agama terhadap santriwati di wilayah Pati, Jawa Tengah, memicu reaksi keras dari pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, secara khusus memberikan atensinya terhadap peristiwa yang mencoreng institusi pendidikan keagamaan tersebut.

Dalam tanggapannya, Muhaimin menekankan bahwa tindakan eksploitasi terhadap santri bukanlah cerminan dari perilaku seorang ulama yang sebenarnya.

Baca Juga: Sinergi Lembaga Pengawas Akan Menjamin Keamanan Proyek Sepatu Sekolah Rakyat.

Ia berpendapat bahwa oknum yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut pada dasarnya telah memiliki niat buruk dan motif manipulatif sejak awal.

Dengan memanfaatkan posisi atau status sosialnya untuk mencari keuntungan pribadi yang merugikan orang lain.

Pernyataan ini muncul sebagai bentuk keprihatinan sekaligus penegasan bahwa integritas lembaga pendidikan agama harus dijaga dari individu-individu yang menyalahgunakan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Sinyal Kuat Pembukaan CPNS 2026, Pilihan Tahun 2026 Sudah Tersedia di Menu Cari Lowongan SSCASN

Kasus di Pati ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku guna memberikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

Penanganan kasus ini juga diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk lebih memperketat pengawasan dan perlindungan terhadap anak didik di lingkungan pondok pesantren agar terhindar dari segala bentuk kekerasan dan manipulasi.***