POJOKSATU.id - TKA Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil mengukur kemampuan murid dalam memahami, menerapkan, menganalisis, dan memecahkan persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan konstruksi serta perawatan bangunan sipil.
Materi yang diujikan mencakup wawasan dunia kerja bidang jasa konstruksi, statika bangunan, dasar konstruksi bangunan, ukur tanah, serta gambar teknik.
Murid juga dituntut memahami penerapan K3LH, standar pekerjaan, kualitas bahan, aspek legal dan etika dalam pekerjaan konstruksi.
Kemampuan tersebut diukur melalui tiga level kognitif, yaitu Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi, serta Penalaran.
Baca Juga: Langkah Kemensos Bentengi Rekening Bansos KPM dari Kejahatan dan Penggunaan Bansos yang Tepat!
Artinya, soal tidak hanya menguji hafalan istilah konstruksi, tetapi juga kemampuan menghitung, menerapkan prosedur dan menganalisis permasalahan yang mungkin ditemukan di lapangan.
Berikut latihan soal TKA Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil yang dapat digunakan sebagai persiapan menghadapi TKA SMK 2026.
Soal Nomor 1
Kompetensi: Memahami perkembangan dunia kerja praktisi jasa konstruksi
Sub Kompetensi: Perkembangan dunia kerja praktisi jasa konstruksi
Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)
Seorang tenaga teknis bertugas melakukan evaluasi terhadap volume pekerjaan yang telah terealisasi, menghitung kebutuhan material untuk progres minggu depan, serta menyusun laporan progres biaya (cost control) kepada Project Manager.
Berdasarkan deskripsi tersebut, posisi yang paling tepat untuk staf tersebut adalah ....
A. Site Engineer
B. Quality Control
C. Quantity Surveyor
D. Logistic Officer
E. Drafter
Kunci Jawaban: C. Quantity Surveyor
Baca Juga: Pemutakhiran Data Bansos: Pengalihan Status KPM Dicoret hingga Penanganan Akun Bermasalah
Pembahasan
Quantity Surveyor merupakan tenaga profesional dalam bidang konstruksi yang berkaitan dengan pengukuran volume pekerjaan, perhitungan kebutuhan material, pengendalian biaya dan pemantauan aspek kuantitas pekerjaan proyek.
Sementara itu, Site Engineer lebih berfokus pada aspek teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Quality Control bertanggung jawab terhadap pengendalian mutu, Logistic Officer mengelola kebutuhan dan distribusi logistik, sedangkan Drafter bertugas membuat atau mengembangkan gambar teknis.
Karena tugas dalam soal berhubungan dengan volume pekerjaan dan pengendalian biaya, posisi yang paling sesuai adalah Quantity Surveyor.
Baca Juga: Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Triwulan III 2026 Ditargetkan Tuntas Bulan Agustus!
Soal Nomor 2
Kompetensi: Mengidentifikasi jenis-jenis konstruksi bangunan sipil dan menerapkan prosedur pekerjaan perawatan pada konstruksi bangunan sipil
Sub Kompetensi: Jenis pekerjaan konstruksi dan perawatan bangunan sipil sesuai dengan kaidah K3LH
Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)
Sebuah menara telekomunikasi akan dibangun di daerah pesisir dengan kondisi tanah lunak hingga kedalaman 20 meter untuk struktur bawahnya. Beban menara bersifat dinamis akibat angin kencang.
Jenis pondasi yang paling direkomendasikan adalah ....
A. Pondasi telapak (foot plate)
B. Pondasi jalur
C. Pondasi bore pile
D. Pondasi sumuran
E. Pondasi rakit (raft foundation)
Kunci Jawaban: C. Pondasi Bore Pile
Baca Juga: Resep Es Matcha Kopi Susu ala Kafe, Perpaduan Matcha Premium dan Gula Aren yang Creamy
Pembahasan
Kondisi tanah lunak yang cukup dalam membuat pondasi dangkal seperti pondasi telapak atau pondasi jalur kurang sesuai apabila tidak didukung analisis geoteknik yang memadai.
Pondasi bore pile merupakan pondasi dalam yang dapat meneruskan beban struktur ke lapisan tanah yang lebih kuat pada kedalaman tertentu.
Jenis pondasi ini juga dapat digunakan untuk struktur yang membutuhkan kapasitas dukung dan kestabilan terhadap beban lateral maupun dinamis.
Pada kasus menara telekomunikasi di daerah dengan tanah lunak dan menerima pengaruh angin, pemilihan pondasi harus mempertimbangkan kondisi tanah serta karakteristik beban struktur.
Berdasarkan pilihan yang tersedia, bore pile merupakan jawaban paling tepat.
Baca Juga: Panduan Praktis Desain Logo HUT ke-81 RI untuk Media Sosial dan Cetak Logo Kemerdekaan
Soal Nomor 3
Kompetensi: Menjelaskan spesifikasi dan karakteristik bahan konstruksi bangunan serta menganalisis campuran beton
Sub Kompetensi: Spesifikasi dan karakteristik bahan bangunan
Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)
Untuk memastikan kualitas beton di lapangan, dilakukan pengujian nilai slump. Berikut adalah langkah-langkah acaknya:
-
Mengangkat kerucut Abrams secara tegak lurus ke atas.
-
Mengisi kerucut dengan beton dalam 3 lapis, masing-masing ditusuk 25 kali.
-
Membersihkan alas dan membasahi kerucut Abrams.
-
Mengukur penurunan puncak beton menggunakan mistar.
-
Meratakan bagian atas beton.
-
Meletakkan kerucut Abrams dengan posisi terbalik di dekat benda uji beton segar.
Urutan prosedur pengujian slump yang benar adalah ....
A. 3-2-5-1-6-4
B. 3-5-2-1-4-6
C. 1-2-3-4-5-6
D. 2-3-5-1-4-6
E. 3-2-1-5-4-6
Kunci Jawaban: A. 3-2-5-1-6-4
Baca Juga: Ratusan Anak PAUD dan SD Sambut Bupati dan Dandim di Peresmian Jembatan Garuda Karawang
Pembahasan
Pengujian slump diawali dengan menyiapkan peralatan. Kerucut Abrams dan alas dibersihkan serta dibasahi terlebih dahulu.
Setelah itu beton segar dimasukkan ke dalam kerucut dalam beberapa lapisan dan setiap lapisan dipadatkan dengan penusukan sesuai prosedur.
Setelah kerucut terisi, permukaan beton diratakan.
Kerucut kemudian diangkat secara vertikal. Setelah beton mengalami penurunan, kerucut diletakkan di samping benda uji dan penurunan beton diukur menggunakan mistar.
Dengan demikian, urutan yang tepat adalah:
3 → 2 → 5 → 1 → 6 → 4.
Baca Juga: Polda Metro akan Periksa Dokter RS Muhammadiyah yang Tangani Jasad Sutrimo Penjaga Rumah Febrie
Soal Nomor 4
Kompetensi: Menghitung beban yang bekerja pada elemen struktur bangunan
Sub Kompetensi: Elemen-elemen struktur bangunan
Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK) MCMA
Sebuah balok dengan tumpuan sendi-rol memiliki bentang panjang (L) 5,00 m dengan beban merata (q) 40 kg/m di sepanjang bentang.
Manakah pernyataan berikut yang tepat berdasarkan data tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
A. Q = q × L = 40 kg/m × 5,00 m = 200 kg.
B. RA = ½ × (Q × L) = ½ × (200 kg × 5,00 m) = 500 kg.m.
C. RB = ½ × (q × L) = ½ × (40 kg/m × 5,00 m) = 100 kg.
D. Mmaks = ⅛ × (Q × L²) = ⅛ × (200 kg × 25 m²) = 625 kg.m².
E. Mmaks = ⅛ × (q × L²) = ⅛ × (40 kg/m × 25 m²) = 125 kg.m.
Kunci Jawaban: A, C, E
Baca Juga: Tangis Warga Pecah di Sumbersewu, Gus Fawait Buktikan Homecare Jember Tak Sekadar Urusan Medis
Pembahasan
Beban merata sepanjang balok dapat diubah menjadi beban terpusat ekuivalen:
Q = q × L
Q = 40 × 5 = 200 kg
Karena beban bekerja merata dan tumpuan simetris, reaksi pada kedua tumpuan sama besar:
RA = RB = Q/2 = 200/2 = 100 kg
Dengan demikian, pernyataan A dan C benar.
Untuk balok sederhana dengan beban merata, momen maksimum dihitung menggunakan:
Mmaks = qL²/8
Maka:
Mmaks = 40 × 5² / 8
Mmaks = 40 × 25 / 8 = 125 kg.m
Jadi, pernyataan E juga benar.
Pernyataan B salah karena reaksi tumpuan tidak dihitung dengan mengalikan Q dan L. Selain itu, satuan reaksinya adalah gaya, bukan kg.m.
Pernyataan D juga salah karena menggunakan Q dalam rumus momen maksimum dan menghasilkan satuan yang tidak tepat.
Baca Juga: Jemput Depan
Soal Nomor 5
Kompetensi: Menjelaskan spesifikasi dan karakteristik bahan konstruksi bangunan serta menganalisis campuran beton
Sub Kompetensi: Spesifikasi dan karakteristik bahan bangunan
Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)
Sebuah proyek mensyaratkan beton mutu fc' = 25 MPa. Setelah dilakukan uji tekan pada umur 28 hari terhadap tiga sampel silinder, didapatkan hasil:
-
Sampel 1 = 24 MPa
-
Sampel 2 = 26 MPa
-
Sampel 3 = 25 MPa
Analisis yang paling tepat terhadap hasil campuran beton tersebut adalah ....
A. Campuran beton sudah memenuhi syarat karena rata-ratanya 24 MPa.
B. Beton ditolak karena terdapat sampel yang nilainya di bawah 25 MPa.
C. Perlu dilakukan uji nondestruktif (UPV test) karena fluktuasi hasil terlalu tinggi.
D. Beton diterima dengan catatan penambahan additive pada pengecoran berikutnya.
E. Beton dianggap memenuhi syarat jika rata-rata dari 3 sampel minimal fc' 25 MPa.
Kunci Jawaban: E
Baca Juga: 6 Soal TKA SMK 2026, Teknik Perawatan Gedung Pusmendik, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Pembahasan
Rata-rata hasil pengujian dari tiga sampel adalah:
(24 + 26 + 25) / 3 = 25 MPa
Berdasarkan informasi dan asumsi kriteria sederhana yang digunakan dalam soal, nilai rata-rata pengujian mencapai mutu yang dipersyaratkan, yaitu 25 MPa.
Karena itu, pilihan yang sesuai dengan konteks soal adalah E.
Namun, dalam pemeriksaan mutu beton yang sebenarnya, penerimaan beton tidak hanya ditentukan oleh rata-rata tiga sampel secara sederhana.
Penilaian harus mengacu pada standar dan ketentuan penerimaan beton yang berlaku, termasuk jumlah benda uji, frekuensi pengujian, karakteristik statistik hasil uji dan persyaratan proyek.
Baca Juga: Keluarga Sutrimo Dikasih Uang Rp20 Juta dari Pengantar Jenazah dari Jakarta, Ponsel Masih Hilang
Soal Nomor 6
Kompetensi: Menjelaskan spesifikasi dan karakteristik bahan konstruksi bangunan serta menganalisis campuran beton
Sub Kompetensi: Spesifikasi dan karakteristik bahan bangunan
Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK) Kategori
Pada kolom lantai 1 sebuah gedung pascapengecoran ditemukan cacat berupa keropos (honeycomb) yang cukup parah akibat segregasi sehingga tulangan utama terlihat.
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan tersebut.
Berdasarkan informasi tersebut, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!
Pernyataan A
Jarak antar tulangan terlalu rapat sehingga agregat kasar tertahan.
Benar / Salah
Pernyataan B
Penggunaan vibrator yang terlalu lama (over-vibration) pada satu titik.
Benar / Salah
Pernyataan C
Tinggi jatuh pengecoran beton melebihi 1,5 meter tanpa menggunakan tremi.
Benar / Salah
Kunci Jawaban:
A. Benar
B. Benar
C. Benar
Baca Juga: Pertamina Buka Suara soal Kebakaran Mobil di SPBU Cilendek Bogor, Dua Dispenser Terdampak
Pembahasan
Honeycomb merupakan kondisi ketika beton mengalami rongga atau bagian yang tidak terisi secara sempurna oleh pasta semen dan agregat. Kondisi ini dapat menyebabkan agregat terlihat dan pada kasus yang parah tulangan menjadi terbuka.
Pernyataan A benar. Jarak tulangan yang terlalu rapat dapat menghambat pergerakan agregat kasar dan menyebabkan beton tidak mengisi ruang di antara tulangan secara sempurna.
Pernyataan B benar. Pemadatan dengan vibrator yang tidak tepat, termasuk over-vibration pada kondisi tertentu, dapat memicu segregasi, yaitu pemisahan komponen campuran beton. Segregasi dapat menyebabkan distribusi agregat dan pasta semen menjadi tidak seragam.
Pernyataan C benar. Tinggi jatuh beton yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko segregasi, terutama apabila metode pengecoran tidak dikendalikan dengan baik. Pada kondisi tertentu, penggunaan alat bantu seperti tremi diperlukan untuk mengendalikan aliran beton.
Karena itu, ketiga faktor tersebut dapat menjadi penyebab terjadinya cacat beton dan harus diperhatikan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pengecoran.
Baca Juga: Resep Bubur Nasi Sayur Sederhana, Gurih, Sehat, dan Cocok untuk Menu Sarapan Keluarga
Materi Penting yang Perlu Dikuasai untuk TKA Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil
Enam soal di atas menunjukkan bahwa TKA Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil tidak hanya menguji kemampuan mengingat istilah, tetapi juga menuntut kemampuan menerapkan konsep pada situasi pekerjaan.
1. Wawasan dunia kerja jasa konstruksi
Murid perlu memahami peran berbagai praktisi seperti konsultan perencana, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, Quantity Surveyor, Site Engineer, Quality Control, Drafter dan tenaga profesional lainnya.
2. Statika bangunan
Materi yang perlu dikuasai antara lain jenis gaya, beban terpusat dan beban merata, reaksi tumpuan, keseimbangan struktur serta momen pada struktur sederhana.
3. Bahan dan konstruksi bangunan
Pemahaman mengenai karakteristik beton, bahan penyusun beton, mutu beton, pengujian slump, pengujian kuat tekan serta berbagai jenis kerusakan beton menjadi bagian penting.
4. K3LH dalam pekerjaan konstruksi
Setiap pekerjaan harus mempertimbangkan potensi bahaya, penggunaan APD, prosedur kerja aman dan pengendalian risiko di lapangan.
5. Ukur tanah
Murid perlu memahami penggunaan peralatan pengukuran, prosedur pengambilan data, pengolahan hasil pengukuran serta penyajian data sesuai kondisi lapangan.
6. Gambar teknik
Kemampuan membaca dan memahami gambar teknik, proyeksi ortogonal 2D, proyeksi piktorial 3D serta standar gambar konstruksi juga menjadi bagian dari kompetensi yang diukur.
Dengan menguasai konsep dasar sekaligus mampu menerapkannya pada kasus nyata, murid akan lebih siap menghadapi soal TKA yang menuntut kemampuan analisis dan penalaran, bukan sekadar hafalan materi konstruksi. ***




