POJOKSATU.id - Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kimia Analisis mengukur kemampuan murid dalam memahami dasar-dasar kimia analisis, teknik pengambilan sampel, analisis titrimetri, analisis gravimetri, analisis bahan organik, analisis bahan anorganik, analisis kimia instrumen, serta analisis mikrobiologi.
TKA Kimia Analisis disusun berdasarkan elemen atau materi kurikulum yang ada pada Capaian Pembelajaran dalam Salinan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025.
Elemen dan subelemen tersebut meliputi kecakapan kerja dasar, K3, budaya kerja, dan pengelolaan laboratorium kimia; larutan pereaksi dan larutan standar; analisis kualitatif dan kuantitatif sederhana; analisis titrimetri dan gravimetri; analisis bahan organik; analisis bahan anorganik; analisis kimia instrumen; serta analisis mikrobiologi.
Pemahaman tentang konsep kimia analisis disajikan dalam konteks kehidupan sehari-hari murid, seperti bidang kesehatan, lingkungan, pertanian, dan industri.
Pendekatan tersebut membantu murid menghubungkan konsep kimia analisis dengan pengalaman nyata, memahami peran kimia analisis dalam kemajuan ilmu dan teknologi, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Kompetensi TKA Kimia Analisis
TKA Kimia Analisis mengukur kemampuan murid dalam:
-
Menjelaskan konsep dasar laboratorium, regulasi K3, budaya kerja, serta prinsip dasar analisis kuantitatif seperti titrimetri dan gravimetri, mikrobiologi, dan kimia organik.
-
Menerapkan prosedur kerja laboratorium untuk preparasi sampel, perhitungan dan pembuatan larutan, pelaksanaan uji kuantitatif, serta teknik dasar mikrobiologi.
-
Menganalisis data hasil uji laboratorium, mengevaluasi kesesuaian dengan standar mutu, serta mendeteksi kesalahan prosedural (troubleshooting) dalam analisis.
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Pria di Pelabuhan Aimere Sempat Peringatkan Warga Sebelum Gempa Flores
Kemampuan Kimia Analisis dalam TKA diukur pada tiga level kognitif yang mencerminkan proses berpikir dengan kompleksitas yang berbeda.
Soal Nomor 1
Kompetensi: Menerapkan prinsip dan prosedur titrasi penetralan dan titrasi reduksi oksidasi
Sub Kompetensi: Analisis Titrimetri
Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)
Kunci:
Seorang murid akan melakukan standarisasi larutan HCl menggunakan boraks (Na₂B₄O₇·10H₂O) sebagai standar primer.
Sebanyak 0,381 gram boraks ditimbang dengan teliti, kemudian dilarutkan dalam 100 mL akuades, dipipet 10 mL dan dititrasi dengan larutan HCl menggunakan indikator metil merah.
Volume HCl yang diperlukan untuk mencapai titik akhir titrasi adalah 20,00 mL. Jika diketahui Mr (Na₂B₄O₇·10H₂O) = 381 g/mol, maka konsentrasi HCl yang diperoleh sebesar ....
A. 0,050 M
B. 0,075 M
C. 0,100 M
D. 0,150 M
E. 0,200 M
Soal Nomor 2
Kompetensi: Menjelaskan kecakapan kerja dasar, K3, budaya kerja penanganan bahan kimia dan pengelolaan laboratorium kimia ketika pelaksanaan praktikum
Sub Kompetensi: Teknik dasar proses kerja di bidang kimia analisis dan pengelolaan laboratorium kimia
Bentuk Soal: PGK MCMA
Kunci: Pernyataan 2, Pernyataan 3, Pernyataan 5
Seorang murid tidak sengaja menjatuhkan botol berisi asam sulfat pekat (H₂SO₄) hingga tumpah di meja praktikum.
Berdasarkan prinsip K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), manakah tindakan yang benar untuk menangani tumpahan tersebut?
Jawaban benar lebih dari satu.
-
Langsung mengelap tumpahan dengan kain lap basah.
-
Menetralkan tumpahan dengan serbuk natrium bikarbonat.
-
Membilas tumpahan dengan air mengalir setelah dinetralkan.
-
Menyiram langsung dengan air dalam jumlah banyak tanpa bahan penetral.
-
Melapisi sisa tumpahan dengan pasir atau adsorben, lalu membersihkannya.
Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah, Kini 48 Orang, Terbanyak di Manggarai
Soal Nomor 3
Kompetensi: Mengidentifikasi, menginterpretasi, mengevaluasi gugus fungsi, lemak, dan protein secara kualitatif
Sub Kompetensi: Analisis kualitatif senyawa organik
Bentuk Soal: PGK MCMA
Kunci: Pernyataan 1, Pernyataan 2, Pernyataan 5
Murid secara berkelompok praktik analisis kualitatif lemak. Analisis kualitatif yang dilakukan meliputi uji kertas buram, uji kelarutan lemak dalam pelarut organik, uji Sudan III/Sudan IV, uji emulsi dengan etanol, serta uji brom untuk uji ketidakjenuhan lemak.
Hasil pengamatan dicatat di lembar pengamatan, kemudian dianalisis untuk menentukan apakah sampel yang diuji positif mengandung lemak atau tidak.
Pernyataan mana saja yang menunjukkan hasil positif pada analisis kualitatif lemak? Pilihlah jawaban yang benar!
-
Hasil uji noda lemak yang positif mengandung lemak adalah pada kertas buram terdapat noda transparan yang tidak hilang.
-
Hasil uji kelarutan pada pelarut nonpolar yang positif mengandung lemak yaitu lemak dapat larut dalam pelarut nonpolar.
-
Hasil uji pewarna Sudan yang positif mengandung lemak yaitu terbentuk warna putih pada lemak.
-
Hasil uji emulsi yang positif mengandung lemak yaitu terbentuk emulsi berwarna cokelat saat dicampur alkohol dan air.
-
Hasil uji brom yang positif mengandung lemak yaitu warna brom memudar menandakan lemak tak jenuh.
Baca Juga: Keren! Enam Siswa SMAN 1 Karawang Lolos Paskibraka 2026, Satu Orang Tembus Level Jabar
Soal Nomor 4
Kompetensi: Menerapkan metode Total Plate Count, Most Probable Number dalam analisis mikroba
Sub Kompetensi: Analisis mikrobiologi secara kuantitatif
Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)
Kunci:
Disajikan data hasil jumlah koloni metode Total Plate Count secara duplo pada sampel air.
Berdasarkan data tersebut maka jumlah koloni mikroba pada sampel yang dilaporkan sesuai standar plate count adalah ....
A. 1,4 × 10³
B. 1,5 × 10³
C. 2,0 × 10³
D. 4,2 × 10³
E. 4,8 × 10³
Baca Juga: Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Halaman Masjid Raya Baiturrahman
Soal Nomor 5
Kompetensi: Menerapkan prosedur pembuatan media
Sub Kompetensi: Pembuatan media
Bentuk Soal: PGK MCMA
Kunci: Pernyataan 2, Pernyataan 4, Pernyataan 5
Murid secara berkelompok praktik membuat media nutrient agar.
Prosedur yang dilakukan yaitu murid menimbang media nutrient agar kemudian dilarutkan dengan akuades. Kemudian didihkan, dilanjutkan sterilisasi dengan autoklaf.
Setelah dimasukkan ke cawan petri, terjadi masalah yaitu media nutrient agar tidak bisa padat.
Pernyataan mana saja yang menunjukkan penyebab media nutrient agar tidak dapat berbentuk padat? Pilihlah jawaban yang benar!
-
Waktu proses preparasi yang singkat.
-
Terjadi kesalahan dalam menimbang agar.
-
Derajat keasaman media yang tinggi.
-
Proses pelarutan agar yang tidak sempurna.
-
Pengadukan larutan agar yang tidak homogen.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simalungun Petang Ini, Getaran Terasa Hingga Aceh
Soal Nomor 6
Kompetensi: Menerapkan prinsip dan prosedur analisis elektrokimia
Sub Kompetensi: Analisis secara elektrokimia
Bentuk Soal: PGK Kategori
Kunci: A. Benar, B. Salah, C. Benar
Seorang murid melakukan praktikum analisis Cu secara elektrogravimetri. Dalam prosedur praktikum tersebut digunakan larutan sampel berupa larutan CuSO₄.
Sebanyak 100 mL larutan sampel dielektrolisis dengan menggunakan elektroda platina sebagai elektroda anoda dan elektroda Nikel sebagai elektroda katoda dengan berat 14,1230 gram.
Setelah dilakukan elektrolisis diperoleh berat katoda + Cu adalah 14,1360 gram.
Berdasarkan prosedur dan data-data yang ada, tentukan Benar atau Salah pernyataan-pernyataan berikut.
A. Elektroda Nikel dihubungkan dengan kutub negatif pada sumber arus yang digunakan.
B. Selama proses elektrolisis terbentuk gelembung-gelembung gas di anoda. Gas tersebut merupakan gas H₂.
C. Konsentrasi Cu dalam larutan sampel adalah 130 mg/L.
Baca Juga: Rekam Persiapan HUT Ke-81 RI: Tahapan Gladi Parsial Hingga Rekayasa Lalu Lintas di Istana
TKA Kimia Analisis tidak hanya menguji kemampuan murid dalam mengingat konsep, tetapi juga mengukur kemampuan menerapkan prosedur kerja laboratorium, membaca data hasil pengujian, melakukan perhitungan, menganalisis hasil, dan mengambil kesimpulan berdasarkan data.
Latihan soal ini dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman murid terhadap berbagai materi Kimia Analisis.
Ketelitian dalam membaca data dan menjalankan prosedur laboratorium menjadi bagian penting dalam memperoleh hasil analisis yang tepat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi TKA. ***




