POJOKSATU.id – Bapak ibu guru yang tengah menjalani PPG Guru Tertentu Tahap 5 Tahun 2025 tentu sudah sampai pada rangkaian modul di pembelajaran mandiri.
Salah satu bagian penting adalah Post Test Modul 1 Topik 3: Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi, yang menguji kemampuan guru dalam memahami asesmen, kesiapan belajar peserta didik, hingga pengelolaan kelas yang heterogen.
Berikut rangkaian soal, kunci jawaban, dan pembahasan yang telah disusun ulang agar lebih runut dan mudah dipahami.
1. Konflik antara dua kelompok suku di kelas
Soal:
Anda mengetahui adanya dua suku asal peserta didik yang sama-sama dominan di kelas. Keduanya kerap terlibat konflik dan mengganggu proses belajar.
Anda sudah mencoba memediasi, tetapi prasangka mereka tetap tinggi. Apa tindakan Anda?
A. Mengajar seperti biasa tanpa terlalu memikirkan masalah tersebut
B. Menyisipkan cerita tentang dampak negatif prasangka
C. Membuat kelompok campuran dan memberi tugas kolaboratif
D. Mengajak peserta didik berdiskusi dalam kelompok
E. Memikirkan aktivitas pembelajaran yang dapat memediasi kedua kelompok
Jawaban: C
Pembahasan:
Modul 1 Topik 3 memberi penekanan kuat pada lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan positif.
Ketika terjadi konflik sosial berbasis suku, langkah paling efektif adalah menciptakan interaksi kolaboratif yang mendorong kerja sama, bukan justru memisahkan kelompok.
Dengan menggabungkan mereka dalam satu tugas kolaboratif:
-
prasangka dapat berkurang melalui interaksi yang lebih intens dan positif
-
peserta didik belajar saling memahami
-
guru berperan sebagai fasilitator pembentukan kultur kelas yang rukun
Pendekatan ini sejalan dengan kompetensi sosial-kultural guru dalam modul.
2. Perbedaan kemampuan menari dalam latihan ekstrakurikuler
Soal:
Peserta didik di ekstrakurikuler tari memiliki kemampuan berbeda.
Anda menyiapkan mereka untuk festival budaya, tetapi variasi kemampuan membuat Anda bingung menentukan latihan. Apa langkah terbaik?
A. Tetap memakai rutinitas latihan yang sama
B. Mengelompokkan peserta didik berdasarkan kemampuan
C. Memikirkan variasi aktivitas latihan
D. Meminta peserta didik yang mahir melatih teman yang belum mahir
E. Mengatur urutan latihan dari yang sulit ke mudah
Jawaban: D
Pembahasan:
Pada pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat memanfaatkan peer tutoring sebagai strategi untuk mengatasi keragaman kemampuan.
Peserta didik yang lebih mahir membantu yang kurang mahir akan:
-
mempercepat pemerataan kemampuan
-
menumbuhkan rasa saling mendukung
-
membuat latihan lebih efisien
Meskipun diferensiasi tetap diperlukan, strategi kolaboratif ini menjadi jembatan praktis dan efektif, terutama untuk kegiatan berbasis keterampilan seperti seni tari.
3. Kemampuan menulis Bahasa Inggris belum terpetakan
Soal:
Anda merasa kemampuan menulis peserta didik kelas 12 perlu ditingkatkan, namun belum memiliki asesmen khusus. Apa yang Anda lakukan?
A. Membuat ujian tulis singkat
B. Memberikan jurnal menulis mingguan untuk memantau progres
C. Memikirkan strategi asesmen yang relevan
D. Menggunakan asesmen lama
E. Menugaskan esai panjang di SAS
Jawaban: B
Pembahasan:
Tugas jurnal mingguan adalah contoh asesmen formatif berkelanjutan yang sangat dianjurkan dalam Modul 1 Topik 3. Dengan jurnal:
-
guru memperoleh data autentik tentang kemampuan menulis
-
perkembangan peserta didik dapat terlihat secara bertahap
-
guru dapat menyesuaikan pengajaran berdasarkan kebutuhan nyata
Langkah ini lebih bermakna dibanding langsung memberikan ujian sumatif atau esai panjang, karena proses belajar berlangsung lebih sistematis.
4. Perbedaan gaya belajar: visual dan auditori
Soal:
Peserta didik memiliki gaya belajar berbeda—sebagian visual, sebagian auditori. Apa prioritas tindakan Anda?
A. Menyediakan sumber belajar dari berbagai jenis media (teks, video, presentasi)
B. Membagi kelas berdasarkan gaya belajar
C. Membuat aktivitas individual
D. Memikirkan metode pengajaran yang tidak hanya memakai satu media
E. Mengusulkan kelas dibagi lebih homogen
Jawaban: A
Pembahasan:
Modul menekankan bahwa guru perlu membangun pembelajaran aksesibel bagi semua gaya belajar tanpa harus memecah kelas. Dengan menyediakan beragam media:
-
peserta didik visual dan auditori sama-sama terakomodasi
-
kegiatan belajar menjadi lebih kaya
-
guru tetap menjaga kelas tetap heterogen sesuai prinsip inklusivitas
Pendekatan multimedial ini paling efektif dan realistis diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.
5. Kesulitan peserta didik pada perkalian ratusan
Soal:
Anda mengajar perkalian bilangan ratusan, namun banyak peserta didik kesulitan.
Setelah asesmen, sebagian baru mampu perkalian puluhan, dan bahkan ada yang belum hafal perkalian satuan. Apa prioritas Anda?
A. Memberi soal ratusan hanya kepada yang mampu
B. Memaklumi bila hanya beberapa yang bisa
C. Tetap mengajar ratusan secara perlahan
D. Memberikan soal sesuai kemampuan
E. Memastikan kemampuan perkalian peserta didik sebelum memberikan soal
Jawaban: E
Pembahasan:
Kunci diferensiasi pembelajaran adalah asesmen diagnostik. Ketika prasyarat belum terpenuhi, guru tidak dapat memaksakan materi lanjutan. Prioritas guru adalah:
-
memetakan kesiapan belajar
-
memperkuat konsep dasar perkalian satuan
-
melanjutkan ke perkalian puluhan
-
kemudian masuk ke bilangan ratusan
Pendekatan bertahap ini mencegah peserta didik merasa frustrasi dan memastikan setiap anak belajar dari titik awal yang tepat.
Belajar memahami peserta didik melalui asesmen, kolaborasi, serta penyesuaian strategi adalah inti dari Modul 1 Topik 3.
Dengan memahami prinsip diferensiasi, bapak ibu guru dapat menciptakan kelas yang lebih suportif, adil, dan efektif bagi semua anak. ***




