POJOKSATU.id – Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu 2025 Tahap 5 berjalan cukup padat, apalagi durasi pembelajaran mandiri kini hanya enam hari.
Peserta harus segera menuntaskan modul, mengerjakan post test, hingga menyusun jurnal pembelajaran di fitur Sertifikasi Pendidik Ruang GTK.
Modul 1 Topik 2 mengupas tuntas tentang Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi, sebuah pendekatan yang menempatkan kebutuhan peserta didik sebagai pusat perencanaan.
Mulai dari memahami perbedaan kesiapan belajar, minat, hingga gaya belajar siswa, semuanya menjadi dasar guru dalam menyesuaikan strategi mengajar.
Nah, agar Bapak Ibu Guru semakin siap menghadapi Post Test Modul 1 Topik 2, berikut POJOKSATU.id tampilkan versi lengkap soal – kunci jawaban – pembahasan yang diperluas.
Harapannya, Bapak Ibu Guru tidak hanya tahu jawaban yang benar, tetapi juga memahami alasan pedagogis di baliknya.
Soal dan Kunci Jawaban Post Test Modul 1 Topik 2
1. Mengganti Tes Tertulis yang Kurang Mengukur Pemahaman Siswa
Soal:
Tes tertulis yang digunakan selama ini belum dapat mengungkapkan kemampuan peserta didik secara utuh. Anda ingin asesmen yang bisa menilai pemahaman sekaligus kemampuan transfer pengetahuan. Apa prioritas tindakan?
A. Membuat kasus untuk didiskusikan dan dipresentasikan
B. Menggunakan presentasi individual
C. Melakukan tanya jawab lisan
D. Memikirkan asesmen lain yang lebih tepat
E. Menambah variasi soal tes tertulis
Kunci Jawaban: A. Membuat kasus untuk didiskusikan dan dipresentasikan
Penjelasan Lengkap:
Kasus atau studi kasus memberi peluang bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan, bukan sekadar mengingat.
Ini sejalan dengan asesmen yang menilai pemahaman konseptual dan kemampuan transfer sesuai prinsip HOTS.
Melalui diskusi dan presentasi, Bapak Ibu Guru dapat melihat bagaimana siswa menalar, menjelaskan argumen, dan menyelesaikan masalah nyata. Inilah metode yang jauh lebih kaya dibandingkan tes tulis.
2. Siswa Kelas 1 Tidak Fokus Saat Belajar Angka
Soal:
Mengajar angka dengan menuliskan bilangan di papan kurang menarik perhatian siswa kelas 1. Apa tindakan prioritas?
A. Meminta siswa fokus
B. Mencari ide penyampaian menarik
C. Membuat kartu angka dan mengurutkannya
D. Terus mencoba bermain sambil belajar
E. Mencocokkan jumlah kancing dengan angka
Kunci Jawaban: C. Membuat satu set kartu angka dan meminta peserta didik mengurutkannya
Penjelasan Lengkap:
Anak kelas 1 berada pada tahap belajar konkret. Mereka memahami konsep angka lebih mudah menggunakan media manipulatif.
Kartu angka membantu siswa:
-
memahami visual angka lebih jelas,
-
bergerak sambil belajar,
-
memproses informasi lewat aktivitas motorik,
-
menikmati proses melalui permainan.
Pendekatan ini merupakan diferensiasi proses sesuai kebutuhan perkembangan siswa.
3. Siswa Belum Mahir Memegang Pensil Saat Berlatih Menulis Angka
Soal:
Anda ingin siswa menulis angka 1–10, tetapi sebagian belum terampil memegang alat tulis. Apa prioritas tindakan?
A. Tetap meminta semua menulis 1–10
B. Membedakan target kompetensi sesuai kemampuan motorik halus
C. Menyadari kemampuan siswa berbeda
D. Mengurangi jumlah bilangan
E. Meminta menulis 1–5 dahulu
Kunci Jawaban: B. Membedakan target kompetensi dengan mengidentifikasi kemampuan motorik halus peserta didik
Penjelasan Lengkap:
Pembelajaran berdiferensiasi mengharuskan guru menyesuaikan target belajar berdasarkan kesiapan siswa.
Itu sebabnya Bapak Ibu Guru perlu mengidentifikasi siapa yang sudah siap menulis dan siapa yang membutuhkan penguatan motorik halus.
Siswa yang belum siap dapat diawali dengan aktivitas pra-menulis, sedangkan yang siap tetap berlatih angka 1–10.
Dengan begitu, semua siswa tetap mencapai tujuan yang sama melalui jalur yang berbeda.
4. Mengaitkan Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Soal:
Kelas memiliki latar budaya beragam. Anda ingin mengaitkan budaya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Apa langkah terbaik?
A. Mendiskusikan peran budaya
B. Mencari ide cerita multibudaya
C. Ceramah budaya Indonesia
D. Proyek kelompok tentang budaya siswa
E. Memberikan kasus keberagaman
Kunci Jawaban: D. Melibatkan peserta didik dalam proyek kelompok untuk merancang dan menyajikan materi Bahasa Inggris yang mencerminkan budayanya
Penjelasan Lengkap:
Proyek kelompok memungkinkan pembelajaran yang responsif budaya.
Siswa dapat membawa identitas mereka ke dalam pembelajaran sehingga kelas menjadi inklusif, relevan, dan menyenangkan.
Bagi Bapak Ibu Guru, ini membantu melihat kemampuan Bahasa Inggris siswa dalam konteks autentik.
5. Kemampuan Menulis Siswa Berbeda Antar Jenis Tulisan
Soal:
Hasil tulisan siswa beragam antar kategori (esai, cerita, reportase). Apa langkah terbaik?
A. Semua menulis dengan format sama
B. Memberi tugas berbeda
C. Memahami perbedaan kemampuan
D. Proyek menulis kolaboratif antar siswa beragam kemampuan
E. Panduan berbagai kategori tulisan
Kunci Jawaban: D. Membuat proyek menulis kolaboratif antar peserta didik yang kemahiran menulisnya beragam
Penjelasan Lengkap:
Melalui proyek kolaboratif, siswa yang lebih mahir dapat membantu teman yang masih berkembang. Ini selaras dengan peer learning dan diferensiasi proses.
Bapak Ibu Guru juga akan melihat peningkatan kreativitas, ide yang lebih kaya, serta rasa percaya diri siswa yang sebelumnya kesulitan menulis.
Setiap soal dalam Post Test Modul 1 Topik 2 mengajak Bapak Ibu Guru memahami bahwa kebutuhan peserta didik selalu beragam.
Pembelajaran berdiferensiasi memberikan jalan agar semua siswa mendapatkan pengalaman belajar yang adil, efektif, dan bermakna.
Semoga paparan ini membantu Bapak Ibu Guru lebih siap mengikuti post test. ***




