POJOKSATU.id — Pendidikan memiliki peran besar dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Menjawab tantangan itu, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan kegiatan Sinkronisasi dan Harmonisasi Program Pengembangan SMK Tahun 2025.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai prioritas utama menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Hasil Riset 13 Tahun UGM dan WMPP, Sapi Gama Resmi Jadi Rumpun Sapi Pedaging Baru Indonesia

Dalam arah kebijakan nasional, Asta Cita ke-4 Presiden dan Wakil Presiden terpilih juga menekankan pentingnya penguatan SDM melalui pendidikan, sains, dan teknologi.

Dalam konteks ini, SMK menjadi ujung tombak dalam mencetak tenaga kerja yang terampil, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan global.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa pendidikan kejuruan diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 untuk menyiapkan lulusan yang mampu bekerja di bidang keahliannya.

Baca Juga: LPDP Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Riset MoRA The Air Fund 2025, Dosen Bisa Dapat Hingga Rp2 Miliar

“SMK tidak hanya melahirkan tenaga kerja terampil, tapi juga kompeten dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja,” ujar Tatang, Senin (2/6).

Ia juga menyoroti dampak positif dari Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) terhadap peningkatan kebekerjaan lulusan.

Namun, lebih dari 14 ribu SMK di Indonesia, baru sekitar 1.200 yang tergabung dalam program ini.

Masih ada lebih dari 13 ribu SMK lain yang perlu mendapat perhatian agar kualitas pendidikan merata di seluruh daerah.

Baca Juga: Mengenal Budaya dan Kreativitas Lokal Tangsel Dari Festival Seni hingga Komunitas Kreatif Anak Muda

Ke depan, strategi pengembangan SMK difokuskan pada penguatan berbasis keunggulan lokal.

Dengan begitu, SMK dapat bermitra dengan industri sekitar, termasuk UMKM, tanpa bergantung pada industri besar.

Pendekatan ini juga mendorong pembelajaran kontekstual yang berakar pada potensi wilayah masing-masing.

“Melalui strategi ini, SMK bukan hanya tempat belajar, tapi juga agen pembangunan ekonomi lokal,” lanjut Tatang.

Baca Juga: Kapolres Karawang Dukung Swasembada Pangan Lewat Penanaman Jagung Serentak

“Dengan sinergi lintas sektor, SMK bisa tumbuh jadi pusat unggulan yang memperkuat daya saing daerah.”

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, memberikan apresiasi terhadap inisiasi program pengembangan SMK, terutama yang berbasis keunggulan wilayah.

Menurutnya, pendekatan ini adalah bentuk nyata desentralisasi pendidikan yang mendorong setiap daerah mengoptimalkan potensi lokalnya.

“Kita punya sumber daya alam yang melimpah. Sudah saatnya sekolah dan mitra industri berkolaborasi agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ucap Himmatul.

Baca Juga: Gubernur Andra Soni Bahas TKD dan Ekonomi Banten Bersama Menkeu, Siapkan Langkah Antisipasi Defisit

Dalam kesempatan yang sama, Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, menjelaskan empat sektor utama dalam Program Pengembangan SMK 2025:

1. Sektor Kebekerjaan: mencakup program sertifikasi kompetensi dan bahasa asing untuk murid SMK serta penguatan akses kerja luar negeri.

2. Sektor Kemandirian: meliputi pengembangan teaching factory baik skema reguler maupun kolaborasi, serta revitalisasi sekolah.

3. Sektor Kreativitas: berfokus pada Projek Kreatif dan Kewirausahaan untuk mendorong inovasi siswa.

Baca Juga: 12 Tahun IMHG: Merajut Persaudaraan Bikers Honda Garut, Siap Jadi Tuan Rumah Honda Bikers Day 2025

4. Sektor Masa Depan: meliputi penguatan SMK Pusat Keunggulan, peningkatan kompetensi guru, dan digitalisasi pembelajaran.

Menurut Arie, keberhasilan transformasi SMK hanya bisa dicapai jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama.

“SMK harus jadi pusat pembelajaran yang relevan dan berdaya saing. Mari jadikan forum ini pijakan nyata untuk memperkuat sinergi demi mewujudkan pendidikan SMK yang unggul,” tegasnya.

Baca Juga: Menjelajahi Oase Hijau di Tengah Kota Pesona Wisata Alam Tangerang Selatan yang Tak Pernah Pudar

Dengan sinergi lintas sektor, program ini diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan siap kerja, tetapi juga wirausaha muda yang mampu menciptakan nilai tambah dari potensi lokal.

Melalui SMK yang kuat, Indonesia menyiapkan generasi yang siap bersaing menuju masa depan gemilang.***