POJOKSATU.id — Kesempatan mengikuti program SMK Go Global akan kembali tersedia pada 2027 mendatang dengan sejumlah perubahan terkait kriteria calon peserta.

Jika pada pelaksanaan 2026 program lebih diarahkan kepada calon peserta yang telah mempunyai kemampuan tertentu, skema tahun depan akan memberikan ruang bagi masyarakat yang belum menguasai keterampilan teknis.

Melalui pola baru tersebut, peserta nantinya tidak harus mempunyai bekal keterampilan teknis sejak awal karena kemampuan tersebut akan diberikan melalui rangkaian pelatihan.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyampaikan bahwa tahapan program SMK Go Global 2027 dijadwalkan mulai berlangsung pada Januari.

Baca Juga: Urus Paspor di Car Free Day, Ini Cara Daftar dan Dokumen yang Harus Dibawa

Keseluruhan proses yang mencakup pembelajaran bahasa, pengembangan keterampilan teknis, hingga sertifikasi diproyeksikan membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan.

Mukhtarudin menjelaskan, peserta akan menjalani pembelajaran bahasa selama kurang lebih tiga bulan.

Setelah itu, pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan teknis diperkirakan berlangsung selama satu sampai dua bulan, sedangkan tahapan sertifikasi hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari.

Perubahan sasaran peserta tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyesuaikan pelaksanaan program pada 2026 dan 2027.

Baca Juga: Akun WhatsApp Kena Blokir Massal? Ini Cara Minta Tinjauan dan Penjelasan Meta

Untuk program tahun 2026, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sejak awal memilih calon peserta yang sudah mempunyai keterampilan sebagai sasaran utama.

Kebijakan tersebut dilakukan karena pelaksanaan tahun ini ditujukan untuk mempercepat proses peningkatan kemampuan hingga penempatan tenaga kerja.

Mukhtarudin mengatakan pendekatan tersebut membuat program tidak dimulai dari tahap paling dasar, melainkan dengan meningkatkan kompetensi yang sebelumnya sudah dimiliki oleh peserta.

SMK Go Global merupakan program pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia sekaligus membuka akses penempatan kerja ke pasar internasional.

Dalam program ini, peserta akan mendapatkan pembekalan sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju.

Materi yang diberikan mencakup keterampilan teknis, kemampuan berbahasa asing, serta sertifikasi yang disesuaikan dengan ketentuan negara tujuan.

Peserta yang berhasil menyelesaikan tahapan pelatihan dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan selanjutnya akan dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan 29 Agustus 2026, Ini Kondisinya

Sejumlah negara menjadi tujuan penempatan program tersebut, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, Turki, Taiwan, serta berbagai negara di kawasan Eropa.

Kesempatan mengikuti SMK Go Global tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan.

Program ini juga mencakup lulusan SMA serta masyarakat yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi pada jenjang S1 maupun S2.

Para peserta nantinya akan diarahkan sesuai kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor yang tersedia di negara tujuan.

Jenis pekerjaan yang dapat menjadi sasaran penempatan cukup beragam, mulai dari caregiver, welder, tenaga hospitality, nurse, pengemudi truk, hingga pekerjaan di bidang manufaktur.

Baca Juga: Kenalkan Homecare, Gus Fawait Ajak Komut Pegadaian Blusukan Bawa Nakes ke Rumah Lansia di Pelosok Jember

Selain itu, kebutuhan tenaga kerja juga mencakup sektor transportasi, pertanian, konstruksi, serta industri kelautan.

Perluasan kriteria pada program SMK Go Global 2027 membuat masyarakat yang sebelumnya belum mempunyai keahlian teknis memiliki kesempatan untuk mengikuti proses pembekalan terlebih dahulu.

Dengan demikian, calon peserta dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan sebelum melanjutkan ke tahap sertifikasi dan persiapan penempatan.

Baca Juga: DAM Ajak Pengguna Motor Listrik Honda Keliling Bandung lewat EV Movie Ride

Program SMK Go Global disiapkan dengan sasaran jangka panjang untuk menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Pemerintah menetapkan target keseluruhan sebanyak 500.000 tenaga kerja yang akan disiapkan melalui program tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 300.000 peserta ditargetkan berasal dari calon pekerja migran Indonesia (CPMI) lulusan SMK.

Sementara 200.000 lainnya diperuntukkan bagi peserta dari kategori umum.

Baca Juga: Mengenang Topan Srimulat, Pelawak Senior yang Berkarier di TV hingga Film

Adapun target pelaksanaan SMK Go Global pada 2026 ditetapkan sebanyak 40.000 tenaga kerja.

Jumlah tersebut kemudian direncanakan meningkat secara signifikan pada 2027 dengan sasaran mencapai 140.000 tenaga kerja.

Dengan adanya tambahan waktu pelatihan sekaligus perluasan kriteria peserta, SMK Go Global 2027 diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin memperoleh keterampilan dan mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri.***