POJOKSATU.id - Skor PISA 2025 siswa madrasah menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil PISA 2022.
Kenaikan terlihat pada kemampuan membaca, matematika, dan sains, terutama pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) negeri.
Kementerian Agama (Kemenag) menilai perubahan tersebut tidak cukup dilihat dari angka skor.
Perubahan dalam proses pembelajaran di ruang kelas juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan, peningkatan skor perlu dikaitkan dengan praktik pembelajaran yang membuat peserta didik semakin mampu memahami bacaan, bernalar secara matematis, dan menggunakan pengetahuan sains untuk menyelesaikan persoalan.
Baca Juga: Induk Kucing Tidak Mau Menyusui Bayi Kucing Baru Lahir? Ini Solusi yang Bisa Dilakukan
"Yang paling penting bukan hanya berapa angka yang diperoleh, tetapi apa yang terjadi di ruang kelas. Ketika skor meningkat, kita harus melihat praktik pembelajaran apa yang membuat peserta didik lebih mampu memahami bacaan, bernalar secara matematis, dan menggunakan pengetahuan sains untuk memecahkan persoalan," ujar Suyitno dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Skor PISA 2025 MTs Negeri dan Swasta
MTs negeri mencatat peningkatan pada ketiga domain PISA yang diukur. Perubahannya dibandingkan PISA 2022 yaitu:
-
Membaca: dari 364 menjadi 390 atau naik 26 poin.
-
Matematika: dari 372 menjadi 385 atau naik 13 poin.
-
Sains: dari 382 menjadi 414 atau naik 32 poin.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Bekali Petani dan Peternak, dari Kendali Hama hingga Hitung Untung Usaha
Sementara itu, MTs swasta mengalami kenaikan pada membaca dan sains, tetapi skor matematika sedikit menurun.
-
Membaca: dari 333 menjadi 341 atau naik 8 poin.
-
Matematika: dari 348 menjadi 345 atau turun 3 poin.
-
Sains: dari 358 menjadi 368 atau naik 10 poin.
Artinya, peningkatan tidak terjadi secara seragam pada semua kelompok madrasah.
MTs negeri mengalami kenaikan di tiga domain, sedangkan MTs swasta mencatat perkembangan positif pada dua domain.
Baca Juga: UMP 2027 Diusulkan Naik 7,5-9,5 Persen, Ada Perhitungan Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi
MA Negeri Naik di Tiga Domain
Kenaikan juga terlihat pada MA negeri. Ketiga domain PISA mengalami peningkatan dibandingkan hasil 2022.
Rinciannya:
-
Membaca: dari 380 menjadi 409 atau naik 29 poin.
-
Matematika: dari 380 menjadi 403 atau naik 23 poin.
-
Sains: dari 402 menjadi 428 atau naik 26 poin.
Baca Juga: BRIN Ungkap 14 Zona Megathrust di Indonesia, Ada Potensi Gempa hingga M9,2
MA swasta juga mencatat kenaikan di seluruh domain, meskipun dengan perubahan yang lebih terbatas.
-
Membaca: dari 357 menjadi 358 atau naik 1 poin.
-
Matematika: dari 351 menjadi 358 atau naik 7 poin.
-
Sains: dari 370 menjadi 379 atau naik 9 poin.
Apa yang Diukur PISA 2025?
PISA merupakan studi penilaian internasional yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Baca Juga: Bukan Kebetulan, Ini 7 Alasan Mengapa Kucing Sering Mendekati Orang Tertentu
Asesmen ini mengukur kemampuan siswa usia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi situasi kehidupan nyata.
"Jadi PISA bukan sekadar mengukur hafalan materi. Yang dilihat adalah bagaimana anak memahami bacaan, menggunakan pengetahuan matematika, memahami persoalan sains, kemudian menggunakan kemampuan itu untuk memecahkan masalah," kata Suyitno.
Pada PISA 2025, sains menjadi domain utama, sedangkan membaca dan matematika menjadi domain minor.
Siklus ini juga memasukkan aspek pembelajaran di dunia digital, termasuk kemampuan pemecahan masalah komputasional dan kemampuan mengarahkan pembelajaran secara mandiri di lingkungan digital.
Secara global, PISA 2025 diikuti lebih dari 760.000 siswa dari 91 negara dan perekonomian.
Di Indonesia, 14.168 siswa dari 419 sekolah mengikuti asesmen tersebut. Sampel ini merepresentasikan sekitar 3,995 juta siswa berusia 15 tahun di Indonesia.
Gambaran Skor PISA Indonesia
Secara nasional, skor rata-rata Indonesia pada PISA 2025 tercatat:
-
Sains: 389 poin, naik 6 poin dari 2022.
-
Membaca: 365 poin, naik 7 poin.
-
Matematika: 364 poin, turun 2 poin.
Baca Juga: Ada Data Gaib, Dapodik Lembaga Kursus Dirilis Kemendikdasmen, Ini yang Harus Diperhatikan
OECD menyatakan perubahan skor nasional tersebut tidak signifikan secara statistik.
Rata-rata Indonesia juga masih berada di bawah rata-rata OECD, yakni 482 poin untuk sains, 461 poin untuk membaca, dan 463 poin untuk matematika.
OECD mencatat sekitar 37 persen siswa Indonesia mencapai Level 2 atau lebih dalam sains, 27 persen dalam membaca, dan 17 persen dalam matematika.
Karena itu, kenaikan skor yang dilaporkan pada kelompok madrasah perlu dibaca sebagai capaian kelompok peserta madrasah dalam analisis Kemenag.
Data tersebut tidak otomatis menggambarkan perubahan capaian seluruh siswa Indonesia.
Baca Juga: Scooby-Doo Origins Tayang di Netflix 2027, untuk Pertama Kalinya Scooby-Doo Diperankan Anjing Asli
Peningkatan Skor Perlu Diikuti Penguatan Pembelajaran
Suyitno mengatakan peningkatan capaian pada sejumlah madrasah menunjukkan bahwa penguatan pembelajaran perlu terus dilanjutkan.
Hasil PISA juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki proses belajar secara berkelanjutan.
Menurut dia, pembelajaran madrasah ke depan perlu semakin diarahkan pada kemampuan bernalar, literasi, numerasi, sains, dan pemecahan masalah tanpa meninggalkan karakter serta nilai-nilai keislaman.
"Madrasah tidak boleh hanya kuat dalam penguasaan materi. Peserta didik harus mampu menggunakan pengetahuannya untuk membaca realitas, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan," pungkasnya. ***




