POJOKSATU.id - Mahasiswa IPB University berhasil menciptakan aplikasi SkinCheck.AI.

Aplikasi tersebut diikutsertakan oleh mahasiswa IPB University dalam Program Bangkit 2023.

Project mahasiswa IPB University itu terpilih sebagai salah satu dari 20 tim terbaik yang diseleksi dari sekira 700 tim peserta.

Aplikasi SkinCheck.AI menjadi salah satu project terbaik dari Program Bangkit 2023.

Atas capaian itu, aplikasi SkinCheck.AI besutan tim mahasiswa IPB University itu berhak mendapatkan pendanaan inkubasi sebesar $10.000 atau 140 juta rupiah dari Google dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Baca Juga: Bangga! Paduan Suara Mahasiswa IPB University Agria Swara Harumkan Indonesia di Kompetisi Internasional

Faadiyah Ramadhani, salah satu perwakilan mahasiswa IPB University menerangkan, aplikasi SkinCheck.AI merupakan aplikasi diagnosis kulit.

Ia menerangkan, melalui pemindaian selfie, aplikasi SkinCheck.AI mampu mengidentifikasi kondisi kulit pengguna.

“Aplikasi ini mampu memberikan rekomendasi terkait produk perawatan kulit yang paling cocok berdasarkan kategori kulit yang terdeteksi. Aplikasi SkinCheck.AI yang hampir otonom ini dapat menggantikan peran seorang dermatologist,” ujarnya.

Program Bangkit 2023 hadir secara konsisten setiap tahun untuk memberdayakan mahasiswa untuk menggali kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan proyek berbasis internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI).

Baca Juga: Mahasiswa IPB University Adakan Kelas Pantai bagi Anak Nelayan di Desa Sangrawayang

Tahun ini, mahasiswa IPB University diwakili oleh Faadiyah Ramadhani dan Hanung Safrizal dari Program Studi (Prodi) Statistika dan Sains Data turut dalam program ini.

“Aplikasi SkinCheck.AI memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin untuk memberikan diagnosis kulit yang akurat dan rekomendasi perawatan yang sesuai,” kata Faadiyah, mahasiswa IPB University dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Ia melanjutkan, aplikasi ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan self-diagnosis masalah kulit wajah mereka secara cepat dan efisien.

Tidak hanya itu, aplikasi ini juga dapat memberikan informasi yang akurat dan tepat pada waktunya.

Selain itu, SkinCheck.AI juga membantu pengguna dalam perencanaan perawatan kulit mereka dengan memberikan rekomendasi produk, rutinitas perawatan, serta memonitor perkembangan kulit mereka.

Baca Juga: Pertama di Indonesia! IPB University Luncurkan Dermatology Center dan Dental Clinic untuk Kesehatan Hewan

Oleh karena itu, SkinCheck.AI bukan hanya mengatasi masalah aksesibilitas terhadap perawatan kulit berkualitas, tetapi juga menyajikan solusi yang efektif dan ekonomis.

“Aplikasi ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan/AI untuk mengenali masalah kulit wajah melalui kamera smartphone. Harapannya, SkinCheck.AI akan menjadi bagian integral dari ekosistem perawatan kulit wajah yang menghubungkan konsumen dengan produsen skincare serta konsultan dermatologist,” kata Faadiyah.

Tak hanya mahasiswa IPB University, tim perancang aplikasi SkinCheck.AI juga berasal dari beragam perguruan tinggi. Mereka adalah Annas (Politeknik Negeri Ujung Pandang).

Juga termasuk, Azalia Amanda Putri Sampurno dan Muhammad Risma (Universitas Presiden), Dimas Tri Mustakim (Universitas Brawijaya), Rachmat Hidayat Abduh (Politeknik Negeri Ujung Pandang).***