POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat SMK membuka kesempatan bagi siswa SMK untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Tokyo, Jepang.

Program yang diselenggarakan bersama Tokyo Metropolitan Board of Education (TMBoE) ini membuka pendaftaran pada 1–6 Oktober 2026. 

Peserta terpilih dijadwalkan mengikuti kegiatan di Tokyo pada 5–12 Desember 2026.

Direktorat SMK menyebut program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar, berkembang, merasakan pengalaman pendidikan di Tokyo, sekaligus membangun persahabatan global melalui keterampilan vokasi dan pertukaran budaya.

Kerja sama pendidikan Indonesia dengan TMBoE sendiri bukan program baru. 

Baca Juga: SMK Go Global Batch 2 Dibuka Mulai 28 September 2026, Cek Syarat, Biaya dan Link Pendaftaran

Kemendikdasmen menyebut kerja sama pertukaran pelajar tersebut telah berlangsung sejak 2023 dan mencakup skema kunjungan siswa Tokyo ke Indonesia serta kunjungan siswa Indonesia ke Tokyo.

Syarat Daftar Pertukaran Pelajar SMK ke Tokyo

Siswa SMK yang ingin mengikuti program ini perlu memenuhi sejumlah persyaratan. 

Berdasarkan informasi pendaftaran yang disampaikan Direktorat SMK, ketentuannya meliputi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Siswa kelas 10, 11, atau 12 dengan usia minimal 15 tahun.
  • Memiliki nilai akademik yang baik.
  • Siswa kelas 11 dan 12 melampirkan fotokopi rapor dua semester terakhir.
  • Siswa kelas 10 melampirkan ijazah SMP atau sederajat.
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan salah satu bukti skor minimal:
    • TOEFL ITP 500;
    • IELTS 5,5; atau
    • TOEIC 785.
  • Kemampuan bahasa Jepang menjadi nilai tambah.
  • Sehat jasmani dan tidak memiliki penyakit kronis atau alergi.
  • Melampirkan surat keterangan dari sekolah atau kartu pelajar.
  • Melampirkan surat izin dari orang tua atau wali.
  • Menyertakan portofolio.
  • Menyertakan sertifikat prestasi jika ada.
  • Peserta yang sudah memiliki paspor akan diprioritaskan.

Baca Juga: Catatan Data Puspresnas, Ini 100 SMK dengan Prestasi Terbanyak 2026, Tapi Bukan Peringkat Resmi

Persyaratan kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan sejak awal karena peserta harus mengikuti kegiatan dalam lingkungan internasional.

Wajib Membuat Video 90–120 Detik

Selain dokumen administrasi, calon peserta juga wajib membuat video sebagai bagian dari proses pendaftaran.

Video dibuat menggunakan bahasa Inggris atau kombinasi bahasa Inggris dan bahasa Jepang dengan durasi 90–120 detik.

Peserta dapat memilih salah satu dari tiga tema berikut:

  1. Friendship Beyond Borders: Sharing Vocational Talents Across Cultures
  2. Together We Create: Building Global Friendship Through Technical Skills
  3. Vocational Youth, Global Impact: The Role of SM Students in International Collaboration

Baca Juga: Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Terancam 10 Tahun

Isi video tidak sekadar memperkenalkan diri. Ada empat unsur yang perlu ditampilkan, yakni:

  • Profil singkat, meliputi nama lengkap, asal sekolah, dan hobi.
  • Motivasi, yaitu alasan tertarik mengikuti program Tokyo Metropolitan Board of Education.
  • Kontribusi, berupa peran nyata yang dapat diberikan untuk mempererat persahabatan global.
  • Pertukaran budaya, yakni budaya Indonesia yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat Jepang.

Ketentuan Teknis Video

Video yang diunggah peserta harus memenuhi ketentuan teknis sebagai berikut:

  • Durasi 90–120 detik.
  • Menggunakan orientasi landscape atau 16:9.
  • Suara dan gambar harus jelas.
  • Video merupakan karya orisinal yang dibuat oleh peserta.
  • Musik latar diperbolehkan selama tidak mengganggu suara atau narasi.

Dengan durasi yang relatif singkat, peserta perlu menyampaikan profil, motivasi, kontribusi, dan unsur budaya Indonesia secara padat dan mudah dipahami.

Baca Juga: PPDB SMA Unggul Garuda 2027-2028 Dibuka, Cek Syarat, Dokumen dan Jadwal Sosialisasinya

Cara Daftar Pertukaran Pelajar ke Tokyo

Pendaftaran dilakukan secara daring. Peserta dapat mengikuti langkah berikut:

  1. Buka laman pendaftaran melalui s.id/TMBoE2026.
  2. Pastikan email yang digunakan tertaut dengan Google Account.
  3. Klik Next.
  4. Isi seluruh data yang diminta dalam formulir.
  5. Unggah dokumen persyaratan.
  6. Unggah video sesuai ketentuan.
  7. Periksa kembali seluruh data dan dokumen.
  8. Klik Submit untuk mengirim pendaftaran.

Karena batas pendaftaran hanya sampai 6 Oktober 2026, calon peserta sebaiknya tidak menunggu hari terakhir untuk mengunggah dokumen dan video.

Jadwal Seleksi Pertukaran Pelajar ke Tokyo

Pendaftaran dibuka pada 1–6 Oktober 2026. Informasi yang beredar dari Direktorat SMK mencantumkan rangkaian seleksi sebagai berikut:

  • 1–6 Oktober 2026: Pendaftaran dan pengumpulan berkas.
  • 7 Oktober 2026: Pengumuman seleksi administrasi.
  • 8–9 Oktober 2026: Wawancara.
  • 11 Oktober 2026: Pengumuman hasil seleksi.
  • 5–12 Desember 2026: Pelaksanaan program di Tokyo.

Baca Juga: Simulasi TKA 2026 Sudah Dilewati, Gladi Bersih 5–18 Oktober, Ini yang Wajib Disiapkan Peserta

Terdapat perbedaan pencantuman jadwal wawancara pada sejumlah pemberitaan yang beredar. 

Karena itu, peserta perlu mengikuti pembaruan dari Direktorat SMK setelah seleksi administrasi untuk memastikan jadwal wawancara yang berlaku. 

Sementara itu, jadwal pendaftaran 1–6 Oktober dan pelaksanaan 5–12 Desember 2026 telah diberitakan sebagai rangkaian program tersebut.

Apa yang Didapat dari Program Ini?

Program pertukaran pelajar dengan TMBoE tidak hanya berorientasi pada kunjungan ke Jepang. 

Kerja sama Kemendikdasmen dan TMBoE mencakup pengalaman pendidikan, career education, pertukaran pelajar, serta interaksi lintas budaya antara siswa Indonesia dan Jepang. 

Dalam pelaksanaan program sebelumnya, siswa Tokyo yang berkunjung ke Indonesia mengikuti kegiatan di sekolah, dunia industri, perguruan tinggi, serta sejumlah lokasi budaya. 

Baca Juga: Berikut Nama-nama Kapolda yang Kena Rotasi Kapolri Baru 2026

Kegiatan tersebut dirancang agar peserta memperoleh pengalaman belajar di luar kelas sekaligus memahami lingkungan pendidikan, dunia kerja, dan kebudayaan negara mitra. 

Bagi siswa SMK, pengalaman tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kompetensi vokasi dan budaya Indonesia kepada pelajar Jepang. 

Peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima pengalaman, tetapi juga membawa identitas, keterampilan, dan cerita tentang Indonesia dalam interaksi internasional. ***