POJOKSATU.id - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memegang peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di tengah derasnya arus globalisasi, penguatan nilai Pancasila menjadi fondasi agar generasi muda tetap memiliki identitas kebangsaan, semangat persatuan, dan rasa cinta tanah air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau, ratusan kelompok etnis, serta ratusan bahasa daerah yang masih hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga: Wujudkan Aksi Peduli Lingkungan Penanaman Mangrove Lewat Kompetisi Sepeda

Keragaman sebesar ini menjadi kekuatan besar, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama agar persatuan tetap terjaga.

Berangkat dari semangat itu, SMA Negeri 1 Warunggung, Kabupaten Lebak, membuat ide segar dalam pelaksanaan praktik menjaga keutuhan NKRI yang digelar sejak 21 April 2026 di lingkungan sekolah.

Para siswa terdorong secara spontan mengenakan beragam pakaian tradisional dari seluruh nusantara tanpa paksaan.

Baca Juga: UGM Tanggapi Nama Dosen Doktor Cahyaningrum Dewojati Terseret Kasus Daycare Aresha Jogja

Mereka memakai busana yang dimiliki di rumah masing-masing, lalu tampil dengan penuh percaya diri di hadapan teman-temannya.

Tidak berhenti di sana, kegiatan dibuat semakin menarik dengan menggambar peta Indonesia berukuran besar.

Setelah itu, siswa bergiliran mempresentasikan kekayaan daerah, budaya, potensi sumber daya, hingga ciri khas masyarakat dari berbagai wilayah mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT sampai Papua.

Baca Juga: Liburan ke Baduy Makin Murah! Tiket DAMRI Hanya Rp1, Berlaku Tiap Weekend

Pembelajaran Dibuat Nyata dan Menyenangkan

Ide kreatif ini didorong guru PPKN, Yeni Heryati S.Pd dan Sifa Fauziah S.Pd. Keduanya ingin pembelajaran tidak hanya berhenti di buku teks, tetapi hadir nyata dalam pengalaman siswa sehari-hari.

Menurut mereka, rasa persatuan akan lebih mudah tumbuh ketika siswa mengenal langsung keberagaman Indonesia.

Dengan cara interaktif seperti ini, siswa bukan hanya menghafal materi, tetapi memahami makna Bhinneka Tunggal Ika secara utuh.

Baca Juga: Sosok Cole Tomas Allen Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Guru Bimbel Berprestasi

"Metode belajar kontekstual seperti ini sejalan dengan arah pendidikan modern yang menekankan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis. Siswa diajak aktif, bukan sekadar menjadi pendengar di kelas," ungkap Yeni Heyati.

Sementara, Sifa Fauziah menjelaskan pembelajaran ini sengaja dilakukan agar mendorong kekuatan bangsa dan pengenalan wilayah, sehingga mereka semakin mencintai Indonesia.

“Melalui kegiatan ini kami ingin siswa merasakan langsung bahwa keberagaman Indonesia adalah kekuatan besar bangsa.

Baca Juga: Kampus Budi Luhur Berpengalaman Sejak 1979,.Mencetak Mahasiswa Berprestasi yang Siap Kerja

Saat mereka mengenakan pakaian adat, mengenal budaya daerah, dan mempresentasikan potensi tiap wilayah, di situlah nilai persatuan, toleransi, dan cinta tanah air tumbuh secara alami,” tambah Sifa.

Kepala Sekolah Beri Dukungan Penuh

Kepala SMAN 1 Warunggung, Hj Iva Havidania S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kreativitas guru dan antusiasme peserta didik.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menanamkan nilai kebangsaan dengan cara menyenangkan. Anak-anak belajar mencintai Indonesia melalui pengalaman langsung. Sekolah tentu mendukung penuh inovasi pembelajaran yang membentuk karakter dan wawasan siswa,” ujarnya.

Baca Juga: Pelaku Penembakan di Gedung Putih Ternyata Sosok Guru yang Membenci Orang Kristen

Suara Siswa: Seru dan Menambah Wawasan

Dimas Permana Suryadi dari kelas XI-F3 mengaku kegiatan tersebut sangat berkesan.

“Menurut saya, pembelajaran kemarin sangat seru dan berbeda dari biasanya. Kami jadi lebih paham tentang daerah-daerah di Indonesia, mengenal budaya masing-masing wilayah, dan semakin bangga menjadi bagian dari bangsa yang beragam,” katanya.

Sementara itu, Diva Aulia Ramadhani dari kelas XI-F5 juga merasa mendapat banyak pengetahuan baru.

Baca Juga: Sambil Menunggu Hasil Seleksi Administrasi KDKMP, Pahami Kembali Tahapan Penting Berikut Ini!

“Kegiatannya sangat menyenangkan. Saya jadi mengetahui banyak bahasa yang ada di Indonesia serta memahami keberagaman bahasa daerah. Ini menambah wawasan dan membuat saya sadar betapa kayanya budaya Indonesia,” ungkapnya.

Di saat banyak anak muda akrab dengan budaya luar, langkah sederhana dari ruang kelas seperti ini justru mengingatkan bahwa Indonesia punya kekayaan yang tak kalah membanggakan.

Kadang, rasa cinta tanah air memang tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama. ***