POJOKSATU.id — Sekolah Rakyat tidak hanya hadir untuk menyelamatkan anak-anak keluarga miskin dari putus sekolah.
Lebih dari itu, sekolah ini disiapkan menjadi gerbang masa depan yang mengantar siswa hingga ke bangku kuliah dan dunia kerja.
Tak ada lagi cerita lulus lalu terhenti. Pemerintah memastikan setiap anak di Sekolah Rakyat dibimbing, diarahkan, dan dibiayai hingga sukses.
Hal ini ditegaskan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Menurutnya para lulusan Sekolah Rakyat akan mendapat bimbingan intensif untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Lengkap dengan pendampingan dalam proses mendapatkan beasiswa dari pemerintah maupun pihak swasta.
Baca Juga: Kaum Tani Bangkit Melawan! BTI dan Warisan-Warisannya
"Bagi mereka yang ingin, misalnya kuliah, akan dikawal. Akan dibimbing supaya mereka bisa. Melalui beasiswa, baik oleh pemerintah maupun mungkin dari swasta," jelas Gus Ipul.
Namun, bukan hanya itu. Sekolah Rakyat juga mengadopsi pendekatan modern melalui 'talent mapping' berbasis DNA.
Sebuah metode pemetaan bakat untuk membantu siswa mengenali potensi alaminya sejak dini.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak dipaksakan masuk ke jalur akademik jika ternyata lebih cocok untuk jalur vokasi atau keahlian tertentu.
"Kita awali sekarang ini dengan talent mapping, kita sudah tahu anak ini tuh ke depan baiknya seperti apa," tambah Gus Ipul.
Langkah ini akan membuka tiga jalur strategis bagi para siswa, antara lain:
1. Jalur akademik (perguruan tinggi) melalui beasiswa penuh;
2. Jalur vokasi seperti politeknik dan sekolah kejuruan;
3. Jalur kerja atau wirausaha melalui pelatihan keterampilan berbasis potensi.
10 Fakta Kunci Bimbingan Kampus dan Karier Sekolah Rakyat
1. Penanggung jawab: Kementerian Sosial RI, dipimpin oleh Saifullah Yusuf
2. Tujuan utama: Membantu siswa melanjutkan ke kampus atau dunia kerja.
Baca Juga: BPKAD Dorong Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang Transparan dan Akuntabel
3. Metode penilaian bakat: Talent mapping berbasis DNA
4. Jalur yang disiapkan: Akademik, vokasi, kerja/wirausaha
5. Dukungan finansial: Beasiswa dari pemerintah dan swasta
6. Pendekatan: Personal, sesuai potensi dan minat anak
7. Sasaran program: Siswa Sekolah Rakyat merupakan anak keluarga miskin dan rentan sosial.
Baca Juga: Bukan Cuma Demo, Inilah Jejak Panjang Gerakan Mahasiswa Indonesia Sejak 1908 hingga Reformasi
8. Tahapan pendampingan: Bimbingan, seleksi, pendaftaran, pengawalan studi/kerja
9. Kemitraan potensial: Lembaga swasta, beasiswa CSR, lembaga vokasi
10. Dampak jangka panjang: Siswa punya masa depan akademik dan ekonomi yang lebih baik.
Di tangan negara, anak-anak dari keluarga kurang mampu kini punya peta jalan yang jelas.
Bukan hanya menyelesaikan sekolah dasar dan menengah, tapi sampai ke bangku kuliah dan dunia profesional.
Dengan pendekatan ini, pemerintah bukan hanya membangun gedung sekolah. Tapi membangun jalur mobilitas sosial yang nyata.
Tak ada lagi mimpi yang berhenti karena kemiskinan. Kini, anak-anak Sekolah Rakyat diberi arah, alat, dan peluang untuk melompat lebih tinggi.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya melalui apps kami di bawah ini:



