POJOKSATU.id — Sabtu pagi (9/8/2025) menjadi momen istimewa bagi siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan (Jaksel).

Gedung sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar mengajar, kali ini kedatangan dua tokoh penting: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Sri Mulyani dan Gus Ipul datang untuk melihat langsung fasilitas sekolah, berbincang dengan para siswa, dan menyimak cerita unik yang menggambarkan kehidupan mereka sehari-hari.

Baca Juga: Honda Modif Contest 2025 Bandung: Kreativitas Modifikator Memanas, Hadiah dan Hiburan Melimpah!

Kehadiran dua menteri ini seolah menghadirkan suasana hangat di ruang kelas dan lapangan sekolah.

“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat membentuk karakter,” ujar Gus Ipul sambil meninjau ruang kegiatan siswa. Ia menegaskan, program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal.

Sri Mulyani, yang terlihat akrab dengan para siswa, tak ragu mengajukan pertanyaan ringan. Ia menanyakan apa saja kegiatan yang paling mereka sukai dan bagaimana pengalaman mereka belajar di Sekolah Rakyat.

“Saya senang mendengar cerita langsung dari kalian. Setiap anak punya pengalaman berbeda dan itu penting bagi kami untuk memahami kebutuhan kalian,” ucapnya.

Baca Juga: Berapa Besaran Tunjangan Guru Sekolah Rakyat Berikut Insentif, Ini Penjelasan Mensos Saifullah Yusuf

Program Sekolah Rakyat sendiri tengah dikembangkan secara masif oleh Kementerian Sosial.

Targetnya, ada 100 titik sekolah yang dapat menampung sekitar 9.700 siswa. Lebih jauh lagi, pemerintah menargetkan total 15.000 siswa akan bergabung pada September 2025.

Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang kelas, kegiatan keterampilan, hingga sarana pendukung untuk mengasah bakat dan minat siswa.

Bagi siswa, kehadiran dua menteri ini memberi dorongan semangat baru. Mereka merasa diperhatikan dan diakui perjuangannya dalam menempuh pendidikan, meski dengan segala keterbatasan.

Salah satu siswa bahkan menceritakan pengalamannya bekerja sambil sekolah untuk membantu keluarga, yang disambut apresiasi oleh Sri Mulyani.

Kunjungan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya diukur dari angka di rapor, tetapi juga dari perhatian, kesempatan, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Dengan kombinasi kebijakan tepat dan pendampingan nyata, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pintu masuk menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.***