POJOKSATU.id – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan siswa dan guru menuju sekolah di daerah terpencil kembali viral di media sosial.

Unggahan tersebut memperlihatkan kondisi akses menuju SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Video yang diunggah akun Instagram @najib_nadir itu menunjukkan sejumlah siswa harus menyeberangi sungai cukup lebar untuk bisa sampai ke sekolah.

Baca Juga: Ramadan 2026 di Pengungsian, Korban Banjir Aceh Kenang Sahur Terakhir

Air berwarna coklat dengan arus deras tampak mengalir, sementara anak-anak berjalan beriringan, sebagian menggenggam sepatu dan tas agar tidak basah.

Pilih Jembatan Ketimbang MBG
Dalam keterangan videonya, sang guru meminta bantuan agar kondisi akses sekolah mendapat perhatian pemerintah.

“Bantu kami tag pemerintah, kalau memang MBG sulit untuk kami di sekolah terpencil, boleh tidak kami dibuatkan jembatan saja, Pak,” tulisnya, dikutip Pojoksatu, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: Sosok Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Erwin Pernah Terjerat Kasus Narkoba Tahun 2017 Lalu

Ia bahkan menanyakan langsung kepada para siswa saat menyeberangi sungai.

“Lebih butuh jembatan atau MBG?” tanyanya.

Jawaban anak-anak terdengar kompak, mereka memilih jembatan.

Namun demikian, sang guru menegaskan unggahan tersebut bukan untuk menyudutkan pihak mana pun.

Baca Juga: Pedagang Es Cuntang Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna

Ia menjelaskan bahwa lokasi sekolah yang sulit dijangkau membuat program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi belum bisa menjangkau wilayah tersebut.

“Postingan ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Pemerintah pusat ada dua program, MBG dan jembatan. Kebetulan kami berada di pelosok yang sulit diakses SPPG,” jelasnya.

Menurutnya, jika program Makan Bergizi Gratis belum bisa terealisasi karena kendala akses, setidaknya pembangunan jembatan dapat menjadi solusi prioritas untuk keselamatan siswa.

Baca Juga: Driver Ojol Meninggal di Batam, Diduga Kelelahan Saat Bekerja

Risiko Keselamatan Jadi Isu Utama
Dalam video lain yang diunggah 8 Januari 2026, tampak para guru harus menyeberangi sungai dengan ketinggian air selutut orang dewasa. Arus yang cukup deras membuat mereka harus ekstra hati-hati.

“Belajar yang rajin ya, Nak. Pak gurumu ini menantang nyawa setiap hari untuk sampai ke sekolah,” tulisnya kala itu.

Kekhawatiran meningkat ketika hujan turun. Sungai yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah berpotensi meluap dan membahayakan siswa.

Baca Juga: Kronologi Kepala Polisi Pamong Praja Sambas Tewas Tenggelam di Pantai Temajuk, Anaknya Belum Ditemukan

“Siswa kami tidak tenang belajar saat hujan karena takut sungai meluap,” tambahnya.

Fakta ini menempatkan isu keselamatan sebagai urgensi utama dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah terpencil.

Infrastruktur dan Akses Pendidikan
Secara regulasi, pemerintah memiliki tanggung jawab menjamin akses pendidikan yang aman dan layak bagi seluruh warga negara, termasuk di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal.

Baca Juga: Contoh Susunan Acara Pondok Ramadan 2026 di Sekolah, Interaktif dan Bikin Siswa Lebih Antusias

Kasus di Parigi Moutong menjadi potret kesenjangan antara program nasional dan kesiapan infrastruktur di tingkat daerah. Tanpa akses jalan dan jembatan yang memadai, berbagai program pendidikan dan gizi berpotensi tidak efektif.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 220 ribu kali dan menuai beragam respons warganet. Banyak yang menyampaikan simpati serta berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan.

Baca Juga: Jelang Ramadan 2026, BGN Larang Produk Ultra Processing di Program MBG

Sebagian komentar menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, hingga provinsi untuk memastikan akses pendidikan tidak membahayakan keselamatan anak-anak.

Momentum Evaluasi Kebijakan
Kisah ini tidak sekadar viral, tetapi menjadi alarm kebijakan. Pembangunan jembatan sederhana bisa jadi lebih mendesak daripada program lain jika menyangkut keselamatan siswa setiap hari.

Edukasi bukan hanya soal kurikulum dan asupan gizi, tetapi juga tentang akses yang aman dan setara.

Baca Juga: VIRAL Maling Ditangkap Warga Medan tapi Diserahkan Dalam Keadaan 'Mulus' Cuman Disentil Aja, Karena Takut Jadi Tersangka

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana pembangunan jembatan di lokasi tersebut.

Publik pun menanti langkah konkret agar anak-anak di SD Negeri Bainaa Barat dapat belajar tanpa harus menantang arus sungai setiap pagi. ***