POJOKSATU.ID - Pemerintah tengah mencanangkan perubahan besar pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2025.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) sedang merancang sistem baru yang memungkinkan peserta ujian tidak lagi mengikuti secera serentak, tetapi bisa memilih jadwal sendiri, seperti tes TOEFL.
Tak hanya itu, hasil tes tersebut akan berlaku selama dua tahun dan peserta hanya perlu mengulang bagian yang belum lulus saja.
Sistem adaptif ini dirancang untuk memangkas biaya jumbo dan memberi fleksibilitas bagi peserta.
Baca Juga: LPDP 2025 Tahap 2 Masih Dibuka, Ada EMPAT KETENTUAN BARU yang Wajib Diperhatikan!
Pertanyaan baru muncul, bagaimana dengan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)?
BKN tengah mempersiapkan perubahan besar dalam sistem seleksi CPNS dan PPPK tahun 2025.
Sistem baru ini dirancang agar lebih efisien, fleksibel, dan ramah peserta.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BKN 2025, Prof Zudan Arif Fakrulloh, dalam sambutannya saat Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK Kemenag pada 14 Juli 2025 lalu.
Baca Juga: Kompolnas Harap Penyebab Kematian Arya Daru Pangayunan Segera Terungkap: Kalau Bisa Minggu ini
"Kami sedang merancang agar tes CPNS tidak lagi dilaksanakan secara serentak. Tahun ini saja, sebanyak 6,6 juta peserta mengikuti tes untuk memperebutkan 1 juta formasi. Biaya yang dihabiskan mencapai Rp1,1 triliun. Ini sangat mahal," jelas Prof Zudan.
Seleksi Bisa Kapan Saja, Hasil Berlaku 2 Tahun
BKN kini tengah mengkaji sistem baru yang memungkinkan peserta mengikuti ujian kapan saja, tidak lagi terikat pada jadwal nasional yang ketat.
Hasil tes pun direncanakan akan berlaku selama dua tahun, serupa dengan sistem sertifikasi TOEFL.
Baca Juga: Pemimpin Direksi BUMD Kabupeten Bekasi Diduga Selingkuh Dengan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi
Dengan model ini, peserta tidak harus mengikuti ulang seluruh tes jika belum lolos.
Mereka cukup mengulang bagian yang belum memenuhi passing grade, seperti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), atau Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Tes tetap akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), namun dilaksanakan di waktu yang berbeda sesuai kebutuhan peserta.
“Peserta bisa mendaftar ke berbagai formasi menggunakan skor yang sudah dimiliki, bahkan bisa memperbaiki nilai melalui tes ulang. Ini menjawab keluhan soal rigidnya sistem lama,” tambah Zudan.
Seleksi PPPK 2025 Juga Akan Mengikuti Pola Baru
Meski belum diumumkan secara resmi, sistem baru ini juga berpotensi diterapkan untuk seleksi PPPK 2025.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, rekrutmen PPPK biasanya dilakukan bersamaan dengan CPNS, dan kemungkinan akan mengikuti sistem seleksi adaptif yang tengah dirancang.
Jika benar diterapkan, peserta PPPK juga akan mendapatkan fleksibilitas serupa, termasuk kemungkinan memilih jadwal ujian sendiri dan menggunakan hasil ujian dalam periode waktu tertentu.
Prediksi Pengurangan Kuota dan Efisiensi Anggaran
Dalam paparannya, Prof Zudan mengisyaratkan kemungkinan adanya pengurangan kuota peserta seleksi dalam sekali gelombang.
Hal ini sebagai respons atas tingginya biaya pelaksanaan seleksi nasional sebelumnya.
“Biaya seleksi yang sangat besar tidak sebanding dengan jumlah peserta yang diterima. Maka perlu efisiensi dan strategi baru,” katanya.
Meskipun jumlah formasi yang akan dibuka pada CPNS/PPPK 2025 belum diumumkan, pernyataan ini menjadi sinyal kuat adanya perubahan kuantitatif dan sistemik dalam pelaksanaan seleksi ASN mendatang.
Baca Juga: Transformasi Peran Guru PJOK, Dari Pengajar Teknik Fisik Hingga Pemimpin Gaya Hidup Sehat
Apakah Sistem Baru Sudah Disahkan?
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai pengesahan sistem baru ini.
Namun, pernyataan Kepala BKN tersebut menunjukkan bahwa rencana ini sedang dalam proses perencanaan lanjutan dan kajian mendalam.
Pemerintah meminta masyarakat, khususnya calon peserta, untuk terus memantau informasi melalui kanal resmi BKN dan Kementerian PAN-RB, mengingat rencana ini dapat menjadi salah satu transformasi terbesar dalam sejarah rekrutmen ASN di Indonesia.
Baca Juga: PPG Calon Guru Akan Jadi Agenda Rutin Tahunan, CEK Penjelasan dan Syarat Lengkapnya!
Tips Persiapan Menghadapi Sistem Seleksi CPNS 2025/2026
Agar tidak tertinggal dengan sistem terbaru, berikut beberapa langkah persiapan yang dapat dilakukan calon peserta:
1. Lengkapi Dokumen Sejak Dini
Siapkan KTP, KK, ijazah, transkrip nilai, pas foto, dan dokumen pendukung lainnya dalam format digital. Periksa keaslian dan kesesuaian dokumen dengan syarat instansi tujuan.
2. Pahami Materi Tes SKD dan SKB
- SKD meliputi: TWK, TIU, dan TKP.
- SKB disesuaikan dengan formasi yang dipilih.
- Gunakan buku, e-learning, atau video pembelajaran sebagai referensi.
Baca Juga: Buntut Kasus Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan: Kompolnas Tinjau TKP, Dalami Penyebab Kematian
3. Latihan Soal dan Simulasi Tes
- Kerjakan soal-soal tahun sebelumnya.
- Lakukan simulasi dengan batasan waktu seperti saat ujian asli.
- Evaluasi hasil untuk mengetahui kelemahan.
4. Siapkan Fisik dan Mental
- Jaga kesehatan fisik dan mental.
- Atur waktu belajar dan istirahat.
- Hadapi ujian dengan percaya diri dan tenang.
5. Pantau Info Resmi dan Pilih Formasi Tepat
Selalu update pengumuman di situs resmi BKN, SSCASN, dan KemenPAN-RB.
Pilih formasi yang sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan Anda.
Syarat Umum Mengikuti CPNS 2025/2026
Berdasarkan Keputusan MenPAN-RB Nomor 320 Tahun 2024, berikut syarat utama:
- Usia minimal 18 tahun, maksimal 35 tahun
- Tidak pernah dihukum penjara lebih dari 2 tahun
- Tidak diberhentikan tidak hormat dari instansi pemerintah/swasta
- Bukan anggota atau pengurus partai politik
- Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai jabatan
- Sehat jasmani dan rohani
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau luar negeri
Rencana penerapan sistem baru seleksi CPNS dan PPPK 2025 oleh BKN merupakan upaya besar menuju transformasi rekrutmen ASN yang lebih efisien dan fleksibel.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, BRI Siap Perkuat Ekonomi Desa
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Meski belum sepenuhnya diresmikan, calon peserta sudah bisa mulai mempersiapkan diri secara optimal agar siap menghadapi sistem baru ini kapan saja diberlakukan.




