POJOKSATU.id - Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan 4 tahun 2025 kembali menyisakan polemik karena banyak guru ASN baru menerima dua bulan, sementara pembayaran Desember belum ikut dicairkan.

Berdasarkan berbagai sumber dan pola pencairan tahun sebelumnya, salah satu penyebab utama adalah validasi data Desember yang belum tuntas.

Karena itu, memastikan validasi bulan Desember aman menjadi langkah penting agar sisa TPG tidak tertahan lebih lama.

Baca Juga: Tim STEI ITB Pasang Panel Penerangan Jalur Hutan Rotan di Sijunjung, Bantu Aktivitas Petani

Berikut panduan lengkap yang harus dilakukan guru sebelum masa validasi ditutup oleh pusat.

Pastikan Info GTK Berwarna Hijau untuk Semua Komponen

Langkah pertama adalah memastikan seluruh komponen Info GTK berada dalam status valid atau berwarna hijau.

Bagi guru ASN, indikator yang perlu dicek meliputi beban mengajar, linearitas mata pelajaran, dan status keaktifan.

Baca Juga: Pranata Humas Diminta Ikuti Tren Media Arus Utama dan Medsos Agar Rilis Lebih Efektif

Jika muncul tanda merah, segera perbaiki melalui operator sekolah agar tidak mengganggu proses validasi akhir.

Info GTK menjadi rujukan utama untuk menilai kelayakan pencairan bulan Desember.

Semakin cepat diperbaiki, semakin besar peluang TPG cair tanpa tertunda.

Sinkronkan Dapodik Minimal Satu Kali Sebelum Validasi Ditutup

Salah satu penyebab TPG Desember tertahan adalah data Dapodik yang belum tersinkron.

Sinkronisasi wajib dilakukan terutama jika ada perubahan rombel, tambahan jam mengajar, atau penggantian mapel.

Guru harus berkoordinasi dengan operator sekolah untuk memastikan sinkronisasi dilakukan sebelum tenggat akhir validasi.

Jika sinkronisasi dilakukan setelah waktu tutup validasi, sistem pusat tidak akan membaca data terbaru.

Akibatnya, hak bulan Desember otomatis tertunda ke batch susulan.

Periksa Jam Mengajar agar Tidak Kurang di Bulan Desember

Jam mengajar minimal masih menjadi komponen penting dalam validasi TPG.

Guru harus memastikan bahwa jadwal mengajarnya memenuhi ketentuan standar meski berada di bulan terakhir tahun pelajaran.

Baca Juga: BRIN Siap Tampung Lulusan Sekolah Garuda, Bangun Ekosistem Riset dan Inovasi Jangka Panjang

Banyak kasus tertahannya TPG terjadi karena kekurangan jam mengajar di bulan Desember akibat libur, perubahan jadwal, atau kegiatan sekolah yang tidak tercatat.

Pastikan jadwal sudah diperbarui dan diinput secara benar oleh operator.

Ini penting agar tidak menciptakan celah dalam validasi pusat.

Pastikan Mapel yang Diampu Sesuai dengan Sertifikat Pendidik

Mapel tidak linear dengan sertifikat pendidik adalah masalah klasik yang sering memunculkan status merah di Info GTK.

Baca Juga: Pidato Mendikdasmen di Hari Guru: Tugas Administrasi Berkurang, Perlindungan Hukum dan Tunjangan Guru Honorer Naik 2026

Meskipun kadang situasi ini terjadi karena kebutuhan sekolah, pusat tetap menggunakan linearitas sebagai syarat wajib pencairan.

Jika mengajar mapel yang berbeda, pastikan surat tugas tambahan atau relevan diinput dengan benar ke Dapodik.

Tanpa penyesuaian ini, validasi bulan Desember bisa gagal terbaca.

Akibatnya, sisa TPG tidak dapat disalurkan tepat waktu.

Pastikan Absensi dan Kehadiran Tidak Bermasalah

Meskipun absensi tidak selalu menjadi penyebab tunggal, beberapa daerah telah menerapkan sistem kehadiran digital yang terhubung dengan penilaian kinerja.

Jika guru tercatat tidak aktif atau absen tanpa keterangan dalam periode Desember, validasi bisa gagal.

Pastikan seluruh data kehadiran tercatat dengan benar di sistem.

Koordinasikan dengan operator jika ada ketidaksesuaian.

Baca Juga: GPSN Ikhtiar Kejar Target UNESCO dengan Pesona Pedang Parang Golok 2025

Perbaikan lebih cepat membantu memastikan validasi tidak terganjal.

Validasi yang Lengkap Menjamin Hak TPG Cair Tanpa Tertunda

Sisa TPG TW 4 untuk bulan Desember tidak akan hilang selama data guru dinyatakan valid oleh sistem.

Oleh karena itu, guru harus proaktif memastikan seluruh komponen validasi aman sebelum pusat menetapkan batch pencairan susulan.

Fokus pada Info GTK, sinkronisasi Dapodik, jam mengajar, linearitas mapel, dan kehadiran akan sangat menentukan kelancaran pencairan.

Semoga dengan langkah-langkah ini, semua guru ASN dapat menerima haknya tanpa menunggu lebih lama.***