POJOKSATU.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka angkat bicara soal kegelisahan guru PPPK dan honorer, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan janji mencari solusi konkret untuk kesejahteraan mereka.
Kabar ini menjadi angin segar bagi para tenaga pendidik yang selama ini diliputi ketidakpastian status kerja dan kesejahteraan.
Saat mengunjungi SD Inpres Kaniti di Kupang, Senin (6/4/2026) kemarin, Gibran secara langsung menyampaikan komitmennya di hadapan para guru.
Ia mengakui masih banyak kekurangan yang dirasakan, terutama bagi guru PPPK dan honorer.
“Untuk guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tetapi ini terus kita coba carikan solusinya,” ujar Gibran, seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden.
Pernyataan itu bukan sekadar formalitas. Di baliknya, ada realita yang cukup berat. Banyak guru honorer dan PPPK yang masih menghadapi ketidakpastian penghasilan hingga status kerja.
Baca Juga: Menyibak Penyebab Tewasnya Warga Panyabungan Tonga di Runding, Diculik atau Diduga Maling Emas
Namun demikian, Gibran menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk memastikan tidak ada guru yang kehilangan pekerjaan.
“Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan,” tegasnya.
Langkah konkret sudah mulai dilakukan. Pemerintah pusat bahkan mengirimkan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan untuk berdiskusi langsung dengan Pemerintah Provinsi NTT.
Menariknya, kunjungan ini juga membawa dampak nyata bagi dunia pendidikan setempat. SD Inpres Kaniti yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak kini telah direnovasi total.
Kepala sekolah, Yuliana Nenabu, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengapresiasi perbaikan fasilitas sekolah, namun tetap menyuarakan kegelisahan yang lebih besar.
“Izin kami sampaikan, kalau bisa guru PPPK jangan dirumahkan. Di sini ada 10 orang. Kalau mereka dirumahkan, pendidikan akan terganggu sekali,” ungkapnya.
Sekolah tersebut kini memiliki 420 siswa dengan dukungan 25 guru dan dua tenaga kependidikan. Kehilangan tenaga pengajar tentu akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.
Di sisi lain, Gibran juga mengingatkan bahwa terlepas dari status kepegawaian, semua guru memiliki misi yang sama, yaitu mencerdaskan generasi bangsa.
Ia bahkan menyempatkan diri menyapa siswa dan memberikan motivasi agar lebih semangat belajar di lingkungan sekolah yang kini lebih layak. ***




