POJOKSATU.id – Menjelang proses validasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) Maret 2026, banyak guru dan operator sekolah kembali membahas pentingnya sinkronisasi data Dapodik.

Namun, tidak sedikit yang masih salah memahami aturan terbaru terkait proses ini.

Padahal melalui sistem Info GTK, pemerintah telah menegaskan bahwa sinkronisasi Dapodik tidak wajib dilakukan oleh semua sekolah.

Sinkronisasi hanya diperlukan jika terdapat perubahan data guru atau data sekolah yang berpengaruh terhadap proses validasi tunjangan.

Baca Juga: Di Tengah Konflik Global, PBNU Minta Indonesia Tidak Tinggalkan Board of Peace dan Manfaatkan untuk Perdamaian

Penjelasan ini penting agar proses pembaruan data berjalan lebih efisien dan tidak membebani server sistem pendidikan nasional.

Sinkronisasi Dapodik Hanya untuk Sekolah yang Memiliki Perubahan Data

Dalam pemberitahuan yang disampaikan melalui sistem Info GTK, operator sekolah dan guru diminta memahami bahwa sinkronisasi hanya dilakukan jika terdapat perubahan data.

Perubahan tersebut dapat meliputi beberapa hal penting, seperti:

1. perubahan jam mengajar guru

2. perubahan rombongan belajar (rombel)

3. perubahan tugas tambahan guru

4. perubahan status kepegawaian

5. pembaruan data pribadi guru

Jika salah satu data tersebut mengalami perubahan, maka operator sekolah perlu segera melakukan pembaruan di aplikasi Dapodik dan melakukan sinkronisasi agar sistem dapat membaca data terbaru.

Sekolah Tanpa Perubahan Data Tidak Perlu Sinkronisasi

Sebaliknya, bagi sekolah yang tidak mengalami perubahan data sama sekali, sinkronisasi tidak perlu dilakukan.

Sistem akan secara otomatis membaca data yang sudah tersimpan pada periode sebelumnya.

Sebagai contoh, jika tidak ada perubahan data pada bulan Maret, maka sistem akan menggunakan data terakhir yang tersimpan pada bulan Februari.

Baca Juga: TPG Maret 2026 Benarkah Cair Sebelum Lebaran? Notifikasi Validasi Info GTK hingga 7 Maret Picu Harapan Guru, Ini Penjelasan Resmi

Langkah ini justru dianjurkan oleh pengelola sistem pendidikan karena sinkronisasi yang terlalu sering dapat menimbulkan masalah pada server.

Sinkronisasi Berlebihan Bisa Membebani Server Sistem

Salah satu alasan mengapa sinkronisasi tidak diwajibkan untuk semua sekolah adalah untuk menjaga stabilitas server Dapodik dan Info GTK.

Jika seluruh sekolah melakukan sinkronisasi secara bersamaan tanpa adanya perubahan data, maka server dapat mengalami beban yang tinggi.

Baca Juga: SKTP Maret 2026 Dipercepat, Apakah TPG Juga Cair Lebih Cepat? Ini Penjelasan Alur Pencairan dari SKTP hingga Transfer Dana

Hal ini justru berpotensi menyebabkan:

1. sistem menjadi lambat

2. proses validasi data terhambat

3. gangguan pada layanan Info GTK

Karena itu pemerintah menyarankan sinkronisasi dilakukan secara selektif dan hanya ketika benar-benar diperlukan.

Guru Diminta Memastikan Data Sudah Valid

Meski tidak semua sekolah perlu melakukan sinkronisasi, guru tetap disarankan untuk memastikan data mereka di sistem pendidikan sudah benar dan valid.

Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:

1. kesesuaian jam mengajar

2. data rombongan belajar

3. status sertifikasi guru

4. data kepegawaian dan identitas pribadi

Jika ditemukan perubahan data, guru sebaiknya segera berkoordinasi dengan operator sekolah agar pembaruan dapat dilakukan sebelum proses validasi tunjangan berlangsung.

Validasi Data Penting untuk Kelancaran Pencairan TPG

Validasi data melalui Dapodik dan Info GTK merupakan salah satu tahapan penting sebelum pencairan tunjangan profesi guru.

Data yang tidak sinkron atau belum diperbarui dapat menyebabkan proses verifikasi menjadi tertunda.

Karena itu guru dan operator sekolah perlu memastikan bahwa seluruh data sudah sesuai agar proses pencairan tunjangan dapat berjalan lancar sesuai jadwal.***