POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan pentingnya keterbukaan dalam setiap proyek pengadaan barang pemerintah.
Hal ini terlihat jelas dalam alur pengadaan sepatu Sekolah Rakyat yang melibatkan berbagai lembaga pengawas internal maupun eksternal.
Pengawasan dilakukan secara berlapis mulai dari tahap penetapan pagu sebesar Rp700.000 hingga hasil lelang di angka Rp576.577.
Lembaga-lembaga yang terlibat aktif antara lain adalah Inspektorat Jenderal, LKPP, serta BPKP yang bertugas mengaudit aliran dana.
Baca Juga: Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Melalui Mekanisme Lelang Terbuka Kemensos.
Tak hanya itu, Aparat Penegak Hukum juga dilibatkan untuk memastikan tidak ada prosedur hukum yang dilanggar selama proses berlangsung.
Gus Ipul bahkan memberikan penekanan khusus mengenai keterbukaan terhadap pengawasan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Langkah preventif ini diambil agar program bantuan sosial ini tidak dicemari oleh praktik korupsi yang merugikan negara.
Transparansi data mengenai standar harga, lokasi distribusi, hingga metode benchmarking menjadi bukti nyata integritas kementerian.
Baca Juga: Info GTK Sulit Diakses? Coba Alternatif Login Melalui Laman PTK Datadik
Masyarakat kini dapat melihat sendiri bagaimana efisiensi sebesar lebih dari Rp100.000 per unit berhasil dicapai melalui sistem lelang yang bersih.
Harapannya, model pengadaan yang akuntabel ini dapat menjadi standar bagi program-program pemerintah lainnya di masa depan.
Fokus utama tetap pada kesejahteraan siswa agar mereka dapat belajar dengan fasilitas sepatu yang layak dan berkualitas tinggi.
Prosedur yang transparan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja jajaran kementerian terkait.***




