POJOKSATU.id - Peluang untuk kuliah di luar negeri makin terbuka luas. Tak hanya untuk melanjutkan studi, kesempatan merasakan pengalaman kuliah di luar negeri juga bisa Sobat coba dengan mengikuti student exchange.
Ada kabar baik bagi kamu, mahasiswa IPB University, yang tertarik mencicipi rasanya kuliah di luar negeri, terutama di negara Tiongkok.
Salah satunya dengan mengikuti student exchange di Fujian Polytechnic Normal University (FPNU) Tiongkok.
Mengutip laman ipb.ac.id, peluang mahasiswa IPB University ikut student exchange di FPNU terungkap saat delegasi FPNU mengadakan courtesy visit ke Science Techno Park (STP) IPB University, Kampus Taman Kencana, Bogor (9/11).
Prof Lai Hairong, Secretary of the CPC FPNU Committee saat berkunjung ke IPB University mengatakan, “Saya sangat mengharapkan IPB University bisa mengirimkan mahasiswa melakukan program student exchange di FPNU. Makin banyak, makin bagus,”
Bahkan, ia menegaskan, “IPB University dipersilakan mengirimkan dalam jumlah banyak.
IPB University boleh kirim 100 mahasiswa ke kami, kami kirim ke IPB University 10, tidak harus sama jumlahnya.”
Baca Juga: IPB University Raih Perguruan Tinggi Terbaik 1 di Indonesia’s SDGs Action Awards 2023
Kabar baik lainnya, Prof Lai Hairong mengatakan bahwa untuk mengikuti student exchange di FPNU, mahasiswa IPB University tak perlu risau terkait biaya. Gratis, bahkan dapat uang saku.
“Apabila mahasiswa datang ke FPNU, mahasiswa tidak perlu membayar uang kuliah, akan difasilitasi penginapan dan akan mendapatkan uang saku,” ujar dia ketika mengunjungi STP IPB University.
IPB University dan FPNU telah menandatangani Cooperation Framework Agreement pada 2021.
Program student exchange ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama IPB University dan FPNU tersebut.
Rektor IPB University, Prof Arif Satria berharap mahasiswa IPB University dapat belajar ke universitas di Tiongkok terutama dalam bidang pertanian.
“Seperti kita ketahui, di Tiongkok, pertaniannya sudah sangat maju. Kita ingin terus bisa mentransfer teknologi dengan Tiongkok,” terang Prof Arif.***



