POJOKSATU.id - Ribuan calon mahasiswa baru yang tengah mendaftar melalui portal SNPMB 2026 dilaporkan mengalami kendala saat melakukan simpan permanen akun. Keluhan ini mulai ramai muncul sejak hari kedua pembukaan registrasi, tepatnya pada 13 Januari 2026.
Simpan permanen merupakan tahapan krusial karena berfungsi mengunci data pribadi pendaftar secara final.
Setelah tahap ini dilakukan, seluruh data tidak dapat diubah dengan alasan apa pun. Tak heran jika banyak siswa merasa cemas ketika sistem justru menampilkan notifikasi kegagalan.
Beberapa pesan error yang sering muncul di antaranya “tahun lulus tidak valid” dan “data NISN tidak ditemukan”, meski pendaftar merasa telah mengisi data dengan benar.
Baca Juga: Honorer Gagal PPPK Paruh Waktu, Padahal Sudah Mengabdi Belasan Tahun! Solusinya Apalagi?
Jika tidak segera diatasi, kendala ini berpotensi menghambat pendaftaran jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Panitia SNPMB melalui Helpdesk resmi pun memberikan klarifikasi sekaligus solusi terkait masalah tersebut.
Penyebab Simpan Permanen Akun SNPMB 2026 Tidak Bisa
Berdasarkan penjelasan resmi tim Helpdesk SNPMB, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan proses simpan permanen gagal dilakukan.
1. Data Dapodik atau EMIS belum tersinkronisasi
Penyebab paling umum adalah belum sinkronnya data antara sekolah dan basis data pusat. Untuk siswa aktif tahun ajaran 2025/2026, operator sekolah wajib memastikan data Dapodik atau EMIS sudah diperbarui.
Khusus siswa kelas 12 tahun 2026, rombongan belajar harus sudah tercatat berada di semester genap.
Baca Juga: PGRI Tegaskan Berjuang Bersama Guru dan Tendik Dorong Alih Status PPPK ke PNS, Ini Penjelasannya
Jika masih tercatat di semester ganjil atau Dapodik belum menggunakan versi terbaru 2026, sistem akan menolak simpan permanen dengan keterangan tahun lulus tidak valid. Sinkronisasi data membutuhkan waktu minimal 1x24 jam setelah pembaruan dilakukan.
2. Ketidakcocokan data pribadi
Nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir, dan NISN harus identik dengan data yang tercatat di Dapodik atau EMIS.
Perbedaan kecil seperti spasi, singkatan, atau tanda baca bisa membuat sistem gagal memvalidasi data.
3. Kendala teknis server dan browser
Lonjakan akses dari ribuan pendaftar secara bersamaan menyebabkan server SNPMB kerap kelebihan beban.
Selain itu, cache dan cookies browser yang menumpuk dapat mengganggu proses penyimpanan data atau unggah foto.
Baca Juga: Universitas Pakuan, Merawat Kearifan Lokal, Melangkah Menuju Asian Reference University 2037
4. Masalah data alumni
Bagi alumni tahun sebelumnya, data lulusan harus diperbaiki dan divalidasi terlebih dahulu melalui portal resmi Kemendikbudristek atau Kemenag.
Jika data lulusan belum valid, simpan permanen otomatis ditolak sistem.
Solusi Mengatasi Gagal Simpan Permanen Akun SNPMB 2026
Setelah mengetahui penyebabnya, berikut langkah-langkah yang dianjurkan panitia untuk mengatasi kendala simpan permanen akun.
1. Hubungi operator sekolah
Segera koordinasi dengan operator Dapodik atau EMIS di sekolah. Pastikan data siswa sudah masuk daftar eligible dan rombongan belajar kelas 12 tercatat di semester genap. Setelah sinkronisasi dilakukan, tunggu minimal 24 jam sebelum mencoba simpan permanen kembali.
Baca Juga: Catat Lengkap! Ini Jadwal Pendaftaran hingga Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026, Jangan Sampai Terlewat
2. Lakukan verval mandiri data lulusan
Cek kesesuaian data melalui laman https://pd.data.kemdikbud.go.id/verval-lulusan/.
Jika ada kesalahan, perbaikan tidak bisa dilakukan langsung di portal SNPMB, melainkan harus dari sumber data sekolah.
Langkah verval lulusan secara mandiri:
- Buka laman https://pd.data.kemdikbud.go.id/verval-lulusan/
- Isi data identitas diri seperti NISN, NIK, nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, nama ibu kandung, dan email
- Isi data lulusan SMA (tahun lulus, nama sekolah, jurusan) lalu unggah ijazah SMA format JPG/PNG maksimal 1 MB
- Isi data lulusan SMP dan unggah ijazah SMP
- Klik tombol Ajukan
- Pantau status pengajuan di https://pd.data.kemdikbud.go.id/vervallulusan/pengajuan/status
3. Pilih waktu akses yang lebih sepi
Disarankan menghindari jam sibuk pada pagi hingga sore hari. Waktu terbaik mengakses portal SNPMB biasanya dini hari sekitar pukul 23.00 hingga 05.00 WIB saat beban server lebih ringan.
4. Optimalkan penggunaan browser
Bersihkan cache dan cookies, atau gunakan mode penyamaran. Pastikan juga ukuran dan format foto sesuai ketentuan sistem agar proses penyimpanan tidak gagal.
5. Hubungi Helpdesk SNPMB
Jika seluruh langkah sudah dilakukan namun masih gagal, segera laporkan melalui Halo SNPMB di laman halo-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Sertakan tangkapan layar pesan error dan data diri lengkap agar penanganan lebih cepat.
Baca Juga: Panggung Isra Mikraj Diisi Goyangan Erotis di Banyuwangi, Ketua Panitia Gercep Klarifikasi
Perbaikan Data untuk Siswa Gap Year
Lulusan SMA atau SMK tahun-tahun sebelumnya wajib melakukan perbaikan data melalui laman https://dapo.kemendikdasmen.go.id/ pada menu perbaikan data lulusan.
Sementara alumni Madrasah Aliyah harus memastikan data diperbaiki terlebih dahulu di EMIS Madrasah.
Panitia SNPMB menegaskan siswa tidak perlu terburu-buru melakukan simpan permanen jika data belum sepenuhnya valid.
Masa registrasi akun jalur SNBP masih dibuka hingga 18 Februari 2026, sehingga masih tersedia waktu cukup untuk perbaikan data.
Baca Juga: Panggung Isra Mikraj Diisi Goyangan Erotis di Banyuwangi, Ketua Panitia Gercep Klarifikasi
Tahap simpan permanen memang tidak bisa diulang. Karena itu, memastikan seluruh data benar sebelum menekan tombol final menjadi langkah penting agar peluang masuk perguruan tinggi negeri tetap terbuka. ***




