POJOKSATU.ID – Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dalam suasana tak biasa. Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, atau akrab disapa Falen Kebo.

Memilih Pantai Temkuna Wini, Desa Humusu C, Kecamatan Insana Utara, sebagai lokasi simbolik penyerahan SK pada Jumat, 7 November 2025.

Upacara di tepi pantai ini bukan sekadar seremoni administratif.

Baca Juga: Dua Dekade Reformasi, Prabowo Nilai Saatnya Lembaga Hasil Reformasi Dievaluasi

Bupati Falen Kebo menegaskan bahwa pengangkatan para ASN baru harus dimaknai sebagai langkah awal membangun birokrasi berintegritas dan berorientasi pelayanan publik.

 

Simbol Mencuci Kebiasaan Lama

Dalam momentum unik ini, para peserta diminta berjalan masuk ke laut hingga sebatas betis kaki sebelum menerima SK. Tindakan itu bukan tanpa makna.

Langkah tersebut adalah simbol mencuci diri dari kebiasaan lama.

Sebuah ajakan moral agar para ASN baru menanggalkan sikap malas, mental feodal, dan perilaku tidak melayani yang kerap menghambat birokrasi.

Baca Juga: Kenapa Pengumuman PPG Guru Tertentu 2025 Terlambat? Ini 7 Fakta yang Perlu Kamu Tahu

ASN harus menjadi pelayan rakyat, bukan sebaliknya. Saat kalian berdiri di air laut ini, tanamkan tekad baru, bekerja jujur, disiplin, dan tulus melayani.

Pesan itu disambut tepuk tangan ratusan peserta yang hadir.

Suasana sakral berpadu dengan semangat kebersamaan di bawah sinar matahari sore Pantai Wini, menegaskan tekad pemerintah daerah untuk membangun pelayanan publik yang lebih bersih.

Integritas dan Disiplin Jadi Kunci

Dalam arahannya, Falen Kebo menegaskan bahwa SK bukan sekadar tanda legalitas kerja, tetapi juga amanah untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

ASN adalah wajah pemerintah yang harus menunjukkan teladan dalam perilaku dan kinerja.

Integritas itu tidak bisa dibeli, hanya bisa dibangun lewat tindakan jujur dan konsisten. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena ASN-nya malas atau tidak ramah.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu, sikap rendah hati, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

Baca Juga: Jangan Asal Libur! Ini Ketentuan Cuti PPPK Sesuai Aturan BKN

Bupati Falen berharap para PPPK dan CPNS yang baru dilantik mampu menjadi garda depan dalam pelayanan publik baik di kantor pemerintahan, sekolah, maupun fasilitas kesehatan daerah.

 

Lokasi Wisata Jadi Inspirasi

Pemilihan Pantai Temkuna Wini sebagai lokasi upacara juga memiliki pesan tersendiri. Pantai di perbatasan Indonesia Timor Leste ini menjadi simbol keterbukaan dan harapan baru bagi TTU.

Pemerintah daerah ingin menunjukkan bahwa birokrasi bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat, bahkan di ruang publik yang terbuka.

Konsep ini diharapkan mampu mendekatkan ASN dengan lingkungan sosial, sekaligus memunculkan rasa bangga terhadap potensi wisata lokal.

Baca Juga: Benarkah Kata Kejujuran Hilang dari Tribrata Polri? Ini Fakta Dokumen Resmi

ASN yang mencintai tempat kerjanya akan bekerja lebih sepenuh hati.

 

Harapan untuk Birokrasi TTU

Acara tersebut menandai babak baru bagi ratusan aparatur sipil di TTU. Meski angka pastinya belum diumumkan secara resmi.

Semtara itu, sumber internal Pemkab menyebut jumlah peserta mencapai ratusan orang dari berbagai formasi, termasuk tenaga pendidikan, kesehatan, dan teknis administrasi.

Pelantikan di alam terbuka ini menjadi inovasi tersendiri dalam upaya pembinaan ASN.

Langkah itu sejalan dengan visi Bupati TTU yang mengedepankan pemerintahan transparan, dekat dengan rakyat, dan terbuka terhadap pembaruan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama di tepi pantai, disertai janji seluruh peserta untuk mengabdi dengan penuh tanggung jawab.

Banyak peserta mengaku terharu karena acara tersebut mengingatkan mereka bahwa bekerja sebagai aparatur bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga bentuk pengabdian kepada bangsa.

Baca Juga: Benarkah Kata Kejujuran Hilang dari Tribrata Polri? Ini Fakta Dokumen Resmi

Momentum di Pantai Temkuna Wini menjadi pengingat bahwa integritas dan semangat pelayanan tak lahir dari ruang rapat, tetapi dari kesadaran hati setiap ASN.

Dengan cara yang sederhana namun bermakna, Bupati Falen Kebo berhasil menghadirkan pesan moral yang kuat.

Bahwa pelayanan publik sejati dimulai dari kejujuran dan niat tulus untuk melayani rakyat.***