POJOKSATU.id - Tahapan pertama yang harus dilalui calon mahasiswa, taruna/taruni, dan praja dalam seleksi Sekolah Kedinasan 2026 setelah pendaftaran adalah seleksi administrasi.

Tahapan ini menjadi penting karena peserta akan dinilai berdasarkan kesesuaian dokumen dan persyaratan yang ditetapkan masing-masing sekolah kedinasan.

Pendaftaran Sekolah Kedinasan dilakukan secara daring melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) BKN. 

Dokumen yang diunggah peserta harus sesuai dengan ketentuan, baik dari sisi format maupun ukuran file.

Baca Juga: Pendaftar Sekolah Kedinasan 2026 Tembus 22.728 Orang, Cek Kuota dan Tingkat Persaingannya

Kesalahan sederhana seperti format file tidak sesuai, ukuran dokumen terlalu besar, dokumen tidak jelas, hingga pas foto yang tidak memenuhi ketentuan dapat menghambat proses seleksi administrasi.

Dikutip Pojoksatu.id dari unggahan Humas Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin, 24 Agustus 2026, berikut ketentuan dokumen dan pas foto yang perlu diperhatikan peserta.

Dokumen yang Harus Disiapkan

Peserta perlu memastikan seluruh dokumen telah tersedia dalam format dan ukuran yang dipersyaratkan.

1. Kartu Tanda Penduduk

  • Dokumen: KTP.

  • Format: .jpg.

  • Ukuran maksimal: 500 KB.

2. Kartu Keluarga

  • Dokumen: Kartu Keluarga (KK).

  • Format: .pdf.

  • Ukuran maksimal: 1.000 KB.

Baca Juga: PSSN Buka 50 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, Cek Syarat, Jadwal dan Link Pendaftaran Resmi

3. Ijazah atau Surat Keterangan Lulus

Peserta menyiapkan:

  • Ijazah SMA bagian depan dan belakang, atau

  • Surat Keterangan Lulus (SKL) yang mencantumkan nilai.

Ketentuannya:

  • Format: .pdf.

  • Ukuran maksimal: 1.000 KB.

4. Pas Foto

  • Format: .jpg.

  • Ukuran maksimal: 500 KB.

Ketentuan lebih lengkap mengenai pas foto dibahas di bagian berikutnya.

Baca Juga: Biaya Sekolah Kedinasan 2026 Beragam, Ada yang Gratis hingga Rp400 Ribu, Simak Sebelum Daftar

5. Transkrip Nilai

  • Dokumen: Transkrip nilai.

  • Format: .pdf.

  • Ukuran maksimal: 1.000 KB.

6. Dokumen Domisili

Bagi peserta dengan KTP yang masa berlakunya kurang dari satu tahun, diperlukan dokumen pendukung sesuai tempat pendaftaran.

Peserta dapat menggunakan salah satu dokumen berikut:

  • Akta lahir orang tua sesuai tempat mendaftar;

  • Ijazah sesuai tempat mendaftar; atau

  • Surat tugas penempatan orang tua terakhir sesuai tempat mendaftar.

Ketentuannya:

  • Format: .pdf.

  • Ukuran maksimal: 1.000 KB.

Peserta perlu memperhatikan dokumen mana yang diperbolehkan sesuai ketentuan sekolah kedinasan yang dipilih.

Baca Juga: Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Ruben Onsu Gandeng Jhon LBF sebagai Kuasa Hukum

7. Pakta Integritas

Peserta wajib menyiapkan Pakta Integritas yang ditulis tangan menggunakan huruf kapital.

Ketentuannya:

  • Format: .pdf.

  • Ukuran maksimal: 1.000 KB.

8. Surat Keterangan Orang Asli Papua

Dokumen ini hanya diperlukan bagi peserta yang termasuk Orang Asli Papua (OAP).

Ketentuannya:

  • Diketik dan ditulis tangan menggunakan huruf kapital.

  • Format: .pdf.

  • Ukuran maksimal: 1.000 KB.

Baca Juga: Batas Usia Sekolah Kedinasan 2026, Usia 23 Tahun Masih Bisa Daftar di Tiga Instansi Ini

Ketentuan Pas Foto Sekolah Kedinasan 2026

Selain dokumen administrasi, calon peserta juga harus memperhatikan ketentuan pas foto.

Berikut ketentuannya:

  • Ukuran foto 4 x 6 cm.

  • Menggunakan kemeja putih polos.

  • Kemeja harus berlengan panjang.

  • Latar belakang foto merah polos.

  • Tidak diperbolehkan menggunakan kacamata.

  • Wajah harus terlihat jelas dan proporsional.

Baca Juga: Ketika Senter jadi Satu-satunya Penerangan Gerakan Anak Negeri saat Berikan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Ketentuan bagi Pendaftar Wanita Berhijab

Bagi peserta wanita yang menggunakan hijab:

  • Menggunakan hijab dengan warna netral, yaitu hitam atau putih.

  • Peserta disarankan menggunakan hijab berwarna putih.

Peserta sebaiknya tidak mengabaikan detail pas foto karena foto merupakan salah satu dokumen yang masuk dalam pemeriksaan administrasi.

7 Hal yang Wajib Diperhatikan Saat Daftar Sekolah Kedinasan 2026

Selain dokumen, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum peserta menyelesaikan pendaftaran.

Baca Juga: Gus Fawait Pastikan Pemkab Jember Bantu Proses Status PPPK Penuh Waktu, Urus Surat Sehat Digratiskan

1. Hanya Boleh Memilih Satu Sekolah Kedinasan

Peserta hanya diperbolehkan mendaftar pada satu sekolah kedinasan.

Karena itu, pertimbangkan pilihan dengan matang sebelum menyelesaikan proses pendaftaran.

2. Data yang Sudah Dikirim Tidak Bisa Diubah

Peserta harus melakukan pemeriksaan ulang sebelum menekan tombol "Kirim".

Periksa kembali:

  • Biodata.

  • Nilai.

  • Data kependudukan.

  • Pilihan sekolah.

  • Dokumen persyaratan.

  • Pas foto.

Jangan terburu-buru mengirim data sebelum semuanya dipastikan benar.

Baca Juga: Gak Cuma Pecah Rekor, Kirab Ancak Agung Jember Bikin Petani dan Pedagang Sayur Kebanjiran Pesanan

3. Pastikan Email dan Nomor HP Aktif

Gunakan alamat email dan nomor telepon yang benar-benar aktif.

Informasi terkait akun, verifikasi, pemberitahuan, dan proses seleksi dapat disampaikan melalui kanal komunikasi yang didaftarkan peserta.

4. Gunakan Dokumen Asli

Pastikan seluruh dokumen yang diunggah merupakan dokumen yang benar dan sesuai dengan persyaratan.

Selain keaslian, perhatikan pula format serta ukuran file.

Jangan sampai dokumen sebenarnya sudah benar, tetapi gagal diunggah karena ukuran file melebihi batas yang ditentukan.

Baca Juga: DPC PKB Madina Silaturahmi dengan Bupati, Kita Satu Rumah dalam Pemerintahan Mandailing Natal

5. Hanya Bayar Melalui Kanal Resmi

Jika terdapat biaya seleksi, peserta hanya boleh melakukan pembayaran melalui rekening atau kanal resmi yang tercantum dalam sistem pendaftaran.

Peserta harus waspada terhadap pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan peserta dengan imbalan tertentu.

Tidak ada jaminan kelulusan melalui calo atau pihak yang mengaku memiliki akses khusus.

6. Gunakan Perangkat dan Jaringan yang Stabil

Proses pendaftaran dilakukan secara daring.

Karena itu, gunakan perangkat yang kondisinya baik dan jaringan internet yang stabil agar proses unggah dokumen dan pengiriman data tidak terganggu.

Baca Juga: Bawa Inovasi Atasi Kemiskinan, Kunjungan Bupati Jember Gus Fawait ke Jakarta Panen Apresiasi Dua Kementerian

7. Simpan Data Akun

Peserta harus mencatat dan menyimpan informasi akun pendaftaran dengan aman, termasuk:

  • NIK.

  • Password.

  • Kartu informasi akun.

  • Data penting lainnya yang diperlukan untuk login.

Data tersebut dapat dibutuhkan kembali pada tahapan seleksi berikutnya.

Waspada Link Palsu dan Calo

Humas IPDN juga mengingatkan calon peserta agar memastikan website yang digunakan untuk mendaftar merupakan laman resmi.

Jangan sembarangan mengakses link yang dikirim oleh pihak tidak dikenal.

Baca Juga: Taman Nasional Way Kambas Kebakaran, Prabowo Minta Panglima TNI Bertindak, Ini Nasib Gajah Sumatera

Peserta juga perlu berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi, termasuk pihak yang menawarkan bantuan untuk meloloskan peserta.

Untuk pendaftaran, peserta sebaiknya mengakses portal resmi SSCASN BKN dan informasi sekolah kedinasan yang dipilih.

Seleksi administrasi memang terlihat sebagai tahapan awal yang sederhana. Namun, tahap ini menentukan apakah peserta dapat melanjutkan ke rangkaian seleksi berikutnya.

Karena itu, calon mahasiswa, taruna/taruni, dan praja perlu memeriksa seluruh dokumen sebelum melakukan submit.

Pastikan file dapat dibuka, format sesuai, ukuran tidak melebihi ketentuan, data identitas benar, dan pas foto memenuhi seluruh persyaratan.

Baca Juga: Muniruddin Ritonga Sambangi PKB Madina, Kekuatan Kita DPAC dan Ranting, Targetkan 50.000 Suara 2029

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 masih berlangsung hingga 30 Agustus 2026. 

Jangan sampai kesalahan kecil dalam menyiapkan dokumen justru menjadi alasan gagal melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. ***