POJOKSATU.id — Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah kegiatan pengukuran capaian akademik peserta didik pada mata pelajaran tertentu.
TKA Bahasa Inggris mengukur keterampilan membaca beragam jenis teks berbahasa Inggris dalam berbagai situasi komunikasi sehari- hari, vokasional, dan akademik.
Muatan TKA Bahasa Inggris merupakan irisan jenis teks, konteks komunikasi, topik, dan kompleksitas teks pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
Baca Juga: Univet Bantara Sukoharjo Buka Lowongan Dosen untuk Tiga Program Studi! Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Terkait jenis teks, TKA menggunakan teks descriptive, recount, narrative, procedure, dan analytical exposition.
Terkait konteks komunikasi, TKA menggunakan teks yang menggambarkan komunikasi sehari-hari, di tempat kerja, dan akademik secara proporsional.
Terkait topik, TKA menggunakan teks dengan topik yang merupakan gabungan topik-topik pada kedua kurikulum, namun menghindari kosakata teknis yang terlampau jarang digunakan dalam komunikasi.
Kompleksitas teks dalam TKA Bahasa Inggris disesuaikan dengan tingkat kemahiran yang ingin dicapai dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
Baca Juga: SMAN 72 Kodamar, Sekolah di Kompleks Militer Aman atau Justru Rentan?
Kedua kurikulum menginginkan murid memiliki kemahiran pada tingkat intermediate atau B1 dalam Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
Karena itu TKA Bahasa Inggris menggunakan teks dengan kompleksitas tingkat B1 dengan karakteristik sebagai berikut.
-Panjang sekitar 250–350 kata
-Menggunakan kosakata berfrekuensi tinggi (hingga 3000 kata)
-Menggunakan struktur kalimat sederhana serta komplekS.
-Menggunakan konteks sehari-hari, vokasional, dan akademik dasar yang berkaitan dengan minat, pengalaman, dan kebutuhan informasi umum dengan tingkat pemahaman yang baik.
-TKA Bahasa Inggris juga menggunakan teks dengan kompleksitas tingkat A2. Teks A2 memiliki karakteristik sebagai berikut:
-Panjang sekitar 200–300 kata,
-Menggunakan kosakata berfrekuensi tinggi (hingga 2000 kata),
-Menggunakan struktur kalimat sederhana dan beberapa bentuk majemuk dasar, dan
Menggambarkan konteks kehidupan sehari-hari dan vokasional yang berkaitan dengan hal-hal konkret dan dikenal dengan tingkat pemahaman yang memadai.
Berikut merupakan contoh soal dan pembahasan mengenai mata pelajaran Bahasa Inggris TKA jenjang SMA 2025 yang diambil langsung resmi dari Pusmendik.
Baca Juga: Ringkasan Materi Teks Puisi Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 2 Kurikulum Merdeka, LENGKAP!
Teks untuk Soal Nomor 1 s.d. 5!
King Hung Vuong VI had a beautiful daughter. He did not want her to marry just any prince.
So, he made an announcement that he was looking for the right husband for her.
Many princes came from faraway lands, but none of them was a good match for the princess.
Son Tinh was the Spirit of the Mountain, and Thuy Tinh was the Spirit of the Waters.
One day, they both appeared as young noblemen and asked to marry the princess.
They were equally talented, powerful, and respected.
The King found it hard to choose, so he decided to give them a test. He said that the one who brought the proper wedding gifts first the next morning would marry his daughter.
The next day, Son Tinh arrived early with his gifts. The King kept his promise and gave the princess to him.
Baca Juga: Crosser Astra Honda Yakin Tampil Kencang di Final Kejurnas Motocross 2025
Thuy Tinh was angry about losing. He challenged Son Tinh to fight for the princess.
But Son Tinh refused, believing he had already won fairly. Furious, Thuy Tinh used his power to call the rivers and streams to rise. Soon, the land was covered with floods that destroyed crops and homes.
Son Tinh stayed calm in his mountain palace. Whenever the water rose, he made his mountains higher.
After many days of fighting, Thuy Tinh grew tired and ordered the waters to retreat. Still, he never accepted his defeat.
Every year, he tried again to attack, and this is how monsoons came to Vietnam.
Baca Juga: Pro ASN 2025! BKN Luncurkan 8 Kebijakan Baru untuk Karier ASN Lebih Cepat dan Transparan
1. Which of the following outlines shows the correct main points of the story?
A. King Hung Vuong VI wanted the best husband for his daughter. Many princes came but none was suitable. Son Tinh and Thuy Tinh both wanted to marry her. The King gave them a test. Thuy Tinh arrived first with the wedding gifts. The princess was given to Thuy Tinh.
B. King Hung Vuong VI had a beautiful daughter. He announced he was looking for the right husband. Son Tinh and Thuy Tinh appeared and asked to marry her. The King gave them a test with wedding gifts. Son Tinh arrived first and married the princess. Thuy Tinh attacked with floods but was defeated.
C. King Hung Vuong VI asked his daughter to choose her husband. The princess liked both Son Tinh and Thuy Tinh. The King delayed his decision for many days. Finally, he asked them to fight each other. Thuy Tinh lost the battle and left the land. The country never suffered from floods again.
D. King Hung Vuong VI searched for a husband for his daughter. Son Tinh and Thuy Tinh wanted to marry her. The King gave them a challenge. Thuy Tinh lost the test and became angry. He called the waters to rise and destroy the land. Son Tinh drowned in the floods.
Baca Juga: Bansos Jadi Modal Usaha, Mengubah PKH dan Bantuan Ganda Rp 3,3 Juta Menjadi Aset Produktif
E. The King wanted a nobleman for his daughter. He invited many princes to the palace. Son Tinh and Thuy Tinh competed for the princess. Son Tinh refused the challenge of gifts. The King chose Thuy Tinh as the winner. Thuy Tinh ruled peacefully without floods.
Jawaban: B
Pembahasan:
Pilihan B paling tepat karena memuat alur utama cerita sesuai teks, yang mana sebagai berikut.
Raja Hung Vuong VI mencari suami untuk putrinya.
Son Tinh dan Thuy Tinh datang melamar.
Raja memberi tes berupa hadiah pernikahan.
Son Tinh datang lebih dulu dan menikah dengan sang putri.
Thuy Tinh marah dan menyerang dengan banjir, tapi kalah.
Pilihan lain mengandung informasi yang salah atau tidak sesuai teks, seperti Thuy Tinh menang (opsi A, D, E) atau raja menunda keputusan (opsi C).
Baca Juga: RAISA Hadir di Tennovex 2025, ITS Pamerkan Berbagai Inovasi Berdampak untuk Kemaslahatan Bangsa
2. Why did Thuy Tinh attack Son Tinh after the wedding?
A. He was jealous of Son Tinh’s victory
B. He believed the King had lied to him.
C. He thought the princess loved him more.
D. He wanted to show off his power to the king.
E. He had promised to fight until death.
Jawaban: A
Pembahasan:
Dalam teks disebutkan bahwa Thuy Tinh marah karena kalah dan merasa iri pada Son Tinh yang berhasil menikahi putri raja.
Serangan dengan banjir adalah bentuk kemarahan dan kecemburuan atas kekalahannya.
Tidak ada bukti bahwa raja berbohong, atau bahwa ia ingin pamer kekuatan.
Baca Juga: Menghadapi Dunia dengan Logika: Mengapa Numerasi penting untuk Semua Profesi
3. After reading the text, we can see that Son tinh and Thuy tinh are different, but they also have some similarities. Decide if each trait shows a similarity or a difference.
A. Both are not humans.
B. They can control the elements.
C. They love the king's daughter.
Jawaban: Similarity, Similarity, and Difference
Pembahasan:
Pernyataan pertama, Both are not humans merupakan kesamaan (similarity) karena keduanya adalah roh atau dewa (Son Tinh: gunung dan Thuy Tinh: air).
Pernyataan kedua, They can control the elements merupakan kesamaan (similarity) karena Son Tinh bisa mengendalikan gunung, Thuy Tinh bisa mengendalikan air.
Pernyataan ketiga, They love the king’s daughter merupakan erbedaan (difference) karena mereka mencintai orang yang sama, tetapi bersaing satu sama lain.
Baca Juga: Terjadi 2 Kali Ledakan Saat Salat Jumat di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Kronologi Kesaksian Guru
4. What does the phrase “kept his promise” in the text mean?
A. Forgot about his decision.
B. Changed his mind about the wedding.
C. Did what he had promised to do.
D. Delayed the marriage for many days.
E. The King asked the princes to bring more gifts.
Jawaban: C
Pembahasan:
Frasa “kept his promise” berarti menepati janji.
Dalam teks, Raja Hung Vuong mengatakan bahwa siapa yang datang lebih dulu dengan hadiah akan menikah dengan putrinya.
Ketika Son Tinh datang lebih dulu, raja menepati janjinya. Artinya, he kept his promise.
5.What is the main lesson of the story?
There is more than one correct answer. Click on every correct answer!
A. Accept defeat gracefully to prevent harm to others.
B. Be fair and follow the agreed rules in competitions.
C. Be fair and follow the agreed rules in competitions.
D. Prepare honestly and present your gifts properly.
E. Respect leaders’ decisions and community agreements.
Jawaban: A dan B
Pembahasan:
Pernyataan A, accept defeat gracefully to prevent harm to others adalah benar.
Cerita menunjukkan bahwa Thuy Tinh seharusnya menerima kekalahan tanpa menyakiti orang lain dengan banjir.
Pernyataan B, be fair and follow the agreed rules in competitions adalah benar.
Baca Juga: Tips Lolos Tes Substantif PPG Calon Guru 2025, 7 Hal Ini Wajib Diterapkan
Son Tinh menang secara adil karena mengikuti aturan yang ditetapkan raja.
Pilihan lainnya (C, D, E) tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak mewakili pesan utama dari legenda ini.
Itulah contoh soal dan pembahasan untuk Bahasa Inggris TKA jenjang SMA.***




