POJOKSATU.id - Silang merah pada akun Dapodik kerap memicu kepanikan di kalangan operator sekolah.

Tidak sedikit yang langsung mengaitkannya dengan gagal sinkronisasi, tidak bisa tukar pengguna, hingga anggapan akun bermasalah.

Padahal, berdasarkan praktik lapangan dan penelusuran teknis, asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pemahaman yang keliru ini justru sering membuat operator mengambil langkah ekstrem, seperti menghapus akun atau bongkar pasang aplikasi tanpa analisis awal.

Baca Juga: Kok Bisa PPPK Paruh Waktu Lotim Tetap Digaji, Tapi Tak Masuk Belanja Pegawai? Lalu Masuk Kemana?

Lalu, apa sebenarnya makna silang merah di Dapodik?

Kenapa Silang Merah di Dapodik Bisa Muncul?

Silang merah pada akun Dapodik umumnya muncul karena sistem membaca adanya akun ganda di SP Datadik (Sistem Pengelolaan Data TIK), baik pada akun PTK maupun kepala sekolah.

Baca Juga: Mengejutkan di Ruang Sidang, Noel Akui Gembong Korupsi dan Singgung Kegagalan KPK

Akun ganda ini bisa berasal dari riwayat pembuatan akun lama, perubahan penugasan, atau proses verifikasi yang tidak tuntas.

Penting dipahami, indikator silang merah bukan penanda gagal sinkronisasi dan juga bukan penentu bisa atau tidaknya tukar pengguna.

Sistem Dapodik tetap dapat berjalan normal selama akun yang digunakan berstatus aktif dan valid.

Baca Juga: CPNS 2026 Fokus Fresh Graduate, Tapi Guru Tetap Dibutuhkan Lewat Skema Ini

Dalam banyak kasus, dua akun dengan email yang sama namun status berbeda (aktif dan tidak aktif) sudah cukup untuk memunculkan tanda silang merah, meski fungsi aplikasi tetap berjalan.

 

Silang Merah Tidak Menghambat Tukar Pengguna

Fakta di lapangan menunjukkan, dua akun sama-sama bertanda silang merah bisa menghasilkan kondisi berbeda.

Akun dengan status aktif penuh tetap bisa login, tukar pengguna, bahkan sinkronisasi tanpa kendala. Sebaliknya, akun yang memiliki pasangan tidak aktif justru berpotensi menimbulkan error.

Artinya, yang berpengaruh bukan warna indikator, melainkan status keaktifan akun di SP Datadik.

Baca Juga: Gaji dan TPP ASN hingga PPPK Lingga Belum Cair hingga Pertengahan Januari 2026, Pelayanan Publik Tetap Jalan

Selama akun aktif, terdaftar dengan email yang benar, dan role pengguna sesuai, maka Dapodik tetap bisa digunakan secara normal.

Kesalahan Umum Operator Sekolah

Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah fokus berlebihan pada tampilan silang merah tanpa mengecek sumber masalah sebenarnya.

Banyak operator langsung menyimpulkan akun bermasalah, padahal akar persoalan ada pada data ganda yang belum dibersihkan.

Baca Juga: Kereta Cepat di Spanyol Anjlok Tabrak Armada Lain, 39 Penumpang Tewas dan Puluhan Lainnya Mengalami Luka

Kesalahan lain adalah menghapus akun secara sepihak tanpa koordinasi dengan dinas, yang justru berpotensi memperpanjang masalah administrasi.

Solusi yang Disarankan Agar Aman

Langkah paling aman adalah mengecek akun di SP Datadik. Jika ditemukan lebih dari satu akun:

1. Pastikan hanya satu akun yang aktif, atau

2. Aktifkan seluruh akun dengan email yang sama, lalu samakan password-nya.

Jika terdapat akun dengan email berbeda dan tidak bisa diaktifkan, solusi terbaik adalah meminta dinas untuk menghapus akun tersebut.

Setelah itu, lakukan tarik data ulang dan cek kembali fungsi login serta tukar pengguna.

Untuk kondisi tertentu, seperti data tidak terbaca meski akun sudah benar, instal ulang Dapodik dapat menjadi opsi terakhir setelah semua langkah administratif ditempuh.

Jangan Terjebak Warna Indikator

Silang merah di Dapodik bukan musuh utama operator sekolah.

Indikator tersebut lebih bersifat penanda administratif, bukan penentu kinerja aplikasi.

Selama akun aktif, role pengguna benar, dan tidak ada konflik data ganda, Dapodik tetap bisa digunakan secara optimal.

Operator sekolah disarankan untuk lebih fokus pada fungsi sistem, bukan sekadar tampilan visual.

Dengan pemahaman yang tepat, kepanikan bisa dihindari dan pekerjaan administrasi tetap berjalan lancar.***