POJOKSATU.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan integrasi antara Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dan Senayan Library Management System (SLiMS).

Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan masyarakat terhadap buku-buku berkualitas bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buku Nasional 2026.

Lewat penggabungan kedua platform tersebut, masyarakat kini tidak perlu lagi mendatangi perpustakaan secara langsung untuk memperoleh bahan bacaan.

Baca Juga: Membangun Kepercayaan Jadi Fondasi Pendampingan Peserta Sekolah Keluarga Berkualitas 2026, Ini Strategi yang Dibagikan Fasilitator IPB

Seluruh koleksi digital yang tersimpan di SIBI kini dapat diakses dengan lebih praktis melalui katalog perpustakaan yang menggunakan sistem SLiMS.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa integrasi ini dirancang untuk menghapus kendala geografis sehingga masyarakat dapat menikmati akses terhadap buku-buku bermutu dari mana saja.

"Hari ini kita meresmikan Pojok Sistem Informasi Perbukuan Indonesia dan mengintegrasikannya dengan SLiMS Perpustakaan Kemendikdasmen. Integrasi ini merupakan upaya kita untuk meningkatkan akses buku bermutu yang tidak lagi dibatasi jarak karena tidak harus datang ke perpustakaan, tetapi bisa diakses di mana pun," ujar Suharti.

Baca Juga: Ini Dia Kuliah Rekayasa Nanoteknologi, Jurusan yang Mengembangkan Teknologi dari Skala Sepersejuta Milimeter

Setelah SIBI terhubung dengan SLiMS, pengguna dapat menelusuri beragam koleksi buku digital melalui satu katalog perpustakaan yang terintegrasi.

Kehadiran sistem ini membuat pencarian referensi menjadi lebih cepat dan sederhana tanpa perlu membuka platform yang berbeda.

Integrasi tersebut juga memberikan manfaat bagi pengelola perpustakaan, terutama dalam proses pengelolaan metadata koleksi.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Ekonom UMY: Bukan Berarti Fundamental Ekonomi Indonesia Sedang Rapuh

Pendataan buku menjadi lebih terstruktur, rapi, dan efisien sehingga mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan digital.

Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, menyampaikan bahwa layanan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk siswa, guru, dan masyarakat umum.

Pilihan bacaan yang tersedia meliputi buku teks maupun buku nonteks untuk seluruh jenjang pendidikan.

Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Baca Juga: Teknik Perkapalan, Jurusan yang Merancang Kapal dan Teknologi Maritim Modern

Ia menambahkan, setiap buku yang tersedia di SIBI telah melalui proses evaluasi sehingga memperoleh rekomendasi kelayakan, baik yang diterbitkan oleh penerbit swasta maupun hasil penerbitan masyarakat.

"Buku yang tersedia di SIBI merupakan buku yang telah mendapatkan rekomendasi.

Khusus buku teks, semuanya merupakan buku teks utama sesuai kurikulum yang berlaku saat ini untuk semua jenjang pendidikan," terang Supriyatno.

Seluruh koleksi tersebut dapat dinikmati secara gratis dan diunduh kapan saja melalui laman resmi https://buku.kemendikdasmen.go.id/.

SLiMS merupakan aplikasi otomasi perpustakaan berbasis perangkat lunak terbuka (open source) yang banyak diterapkan di perpustakaan sekolah.

Baca Juga: Mahasiswa Jatuh dari Lantai 6, Untar Digugat Rp1 Miliar, Kampus Tanggapi Gugatan Keluarga Adik Keisya Levronka Ini usai Kecelakaan

Platform ini dilengkapi berbagai fitur, mulai dari pengelolaan koleksi, katalog daring, layanan peminjaman dan pengembalian buku, hingga pengelolaan keanggotaan perpustakaan.

Kemendikdasmen berharap integrasi SIBI dengan SLiMS mampu memperluas pemerataan akses terhadap bahan bacaan berkualitas, khususnya bagi sekolah dan masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau perpustakaan konvensional.

Layanan SLiMS dapat diakses melalui laman https://perpustakaan.kemendikdasmen.go.id/slims.***