POJOKSATU.id, UPAYA meningkatkan kualitas guru dan tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah timur Indonesia kembali mendapat angin segar.

Melalui perjanjian kerja sama baru dengan Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD), Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelaksanaan Diklat Berjenjang yang sudah berjalan sejak 2012.

Program ini menjadi strategi penting dalam peningkatan kompetensi guru PAUD, khususnya bagi mereka yang belum memenuhi kualifikasi sarjana ke-PAUD-an.

Baca Juga: Sudah 16 Tersangka Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, 15 Sipil 1 Anggota TNI AD Kopda Feri Herianto

Dengan adanya pembaruan, diharapkan penyelenggaraan Diklat Berjenjang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Peran Strategis LPD di Wilayah Timur

Kegiatan “Pengelolaan Kualitas Lembaga Penyelenggara Diklat melalui Kemitraan Strategis Tahap II” yang digelar di Mataram, NTB, pada 2–4 September 2025, melibatkan 30 LPD dari Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, hingga Papua.

Direktur Guru PAUD dan PNF, Suparto, menegaskan pentingnya penyempurnaan program sejalan dengan kebijakan baru pemerintah, termasuk penerapan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, metode pembelajaran mendalam, serta penggunaan aplikasi Semitra.

Baca Juga: Pola Asuh yang Baik untuk Kesehatan Mental Anak, Begini Cara Ayah Bunda Bisa Terapkan Sehari-hari

“Melalui Semitra, semua mitra LPD dapat terdata dengan baik. Kami ingin menyatukan LPD yang aktif, sekaligus membuka ruang kerja sama dengan pemda maupun swasta. Sosialisasi dan pelatihan bagi tutor Diklat juga akan terus kami jalankan,” jelasnya.

Dukungan Beasiswa dan Inovasi Pendidikan

Tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan Diklat, pemerintah juga memberi perhatian lebih pada peningkatan kualifikasi guru.

Tahun ini, tersedia 5.200 beasiswa bagi guru TK berusia maksimal 55 tahun untuk menempuh S-1 ke-PAUD-an hanya dalam dua semester melalui skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

“Tahun depan, jumlah beasiswa akan kami tambah untuk guru PAUD formal dan nonformal.

Baca Juga: Info Skuad Liverpool Jelang Lawan Burnley: Arne Slot Beberkan Kondisi Terkini Alexander Isak

Peran guru sangatlah vital dalam mengarahkan inovasi zaman seperti coding dan AI agar benar-benar bermanfaat bagi anak-anak,” tambah Suparto.

Selain itu, Direktorat Guru PAUD dan PNF juga rutin menggelar webinar dan program mingguan “Sarapan Pagi” sebagai wadah diskusi, berbagi masalah, dan menjaring masukan langsung dari guru.

Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan NTB, Wirman Kasmayadi, menyebut program ini sebagai momentum yang sangat ditunggu.

“Kami berharap sesama LPD bisa saling berkolaborasi.

Bahkan, beberapa kabupaten/kota sudah siap menyelenggarakan Diklat Berjenjang,” katanya.

Baca Juga: Download LKPD Siap Pakai, Referensi Ratusan File, Simak Unsur LKPD yang Efektif

Dari sisi teknis, perwakilan LPD Kabupaten Kupang, Yahya Baksuni, merasa penyelenggaraan tahun ini lebih sederhana.

“Kalau tahun lalu ada 7 persyaratan, kini hanya 3 syarat saja. Jauh lebih mudah,” ungkapnya.

Meski begitu, peserta juga menyampaikan beberapa kendala seperti keterbatasan PPTM, jumlah peserta yang belum mencapai 20 orang per kelas, hingga kebutuhan pelatihan bagi pengajar diklat. Semua masukan ini ditampung untuk perbaikan ke depan.

Acara diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Guru PAUD dan PNF dengan perwakilan LPD.

Baca Juga: Industri Padat Karya Majalengka Rentan PHK, Serikat Pekerja Ingatkan DPRD

Suparto menekankan bahwa Diklat Berjenjang adalah bagian dari upaya mencetak generasi emas Indonesia.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

“Diklat Berjenjang kami sesuaikan dengan konteks zaman. Anak-anak harus tumbuh dengan kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, serta spiritualitas yang menghargai adat dan budaya bangsa,” pungkasnya. ***