POJOKSATU.id — Bayangkan, ruang kelas yang biasanya dipenuhi buku dan pensil, tiba-tiba berubah menjadi dapur mini.

Anak-anak memakai celemek mungil, topi koki lucu, dan wajah mereka berbinar penuh rasa ingin tahu.

Ada yang sibuk mengaduk adonan, ada yang hati-hati menabur topping, dan ada juga yang tertawa melihat bentuk masakannya yang unik.

Beginilah suasana ketika kelas memasak hadir sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Dari dapur kecil yang sederhana, anak-anak belajar banyak hal—mulai dari kebersihan, kemandirian, kerja sama, hingga kreativitas.

Baca Juga: KPK Ungkap Mafia Sertifikasi K3, Jejak Korupsi Panjang Sejak 2019

Bagaimana Pelaksanaannya?

Biasanya, kegiatan berlangsung 1–2 jam.

Di awal, anak-anak dikenalkan pada bahan-bahan, cara mencuci tangan dengan benar, hingga langkah memasak yang aman.

Setelah itu, mereka mulai bereksperimen: menghias pancake dengan buah, membentuk sushi bento, atau menyusun burger mini.

Di sela-sela aktivitas, guru atau pendamping sering menyelipkan pesan sederhana seperti:

“Potong bahan di talenan supaya lebih aman.”
“Gunakan sendok kalau mau ambil topping, biar tetap bersih.”
Di akhir sesi, setiap anak memperlihatkan hasil masakannya dengan bangga, sebelum mencicipinya bersama teman-teman.

Baca Juga: Beras Bantal

Belajar Lebih dari Sekadar Memasak

Ekskul memasak ini tidak hanya soal menghasilkan makanan enak.

Dari kegiatan sederhana, anak-anak belajar:

Motorik halus lewat aktivitas mengaduk, menabur, atau menghias.
Kerja sama dengan teman, berbagi alat, dan saling menunggu giliran.
Kreativitas saat membentuk makanan jadi aneka bentuk lucu.
Rasa percaya diri, karena berhasil menyelesaikan sesuatu dengan tangan mereka sendiri.
Tak kalah penting, anak juga dikenalkan pada edukasi gizi.

Mereka jadi tahu pentingnya sayur, buah, serta kebiasaan menjaga kebersihan sebelum makan.

Nilai Tambah untuk Sekolah dan Orang Tua

Bagi sebagian anak di kota besar, kesempatan masuk dapur bersama orang tua mungkin tidak sering mereka dapatkan.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Dorong Efisiensi SPBU Lewat Sosialisasi Topologi Kelistrikan dan Digitalisasi

Di sekolah, pengalaman ini menjadi momen berharga: anak merasa dekat dengan dunia sehari-hari, tapi dalam suasana yang menyenangkan bersama teman.

Orang tua pun bisa melihat perkembangan si kecil dari sisi yang berbeda.

Tidak hanya dari nilai akademik, tetapi juga dari kemandirian, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri yang tumbuh lewat kegiatan sederhana seperti memasak.

Bunda dan Ayah, ternyata dari dapur mini di sekolah, anak-anak bisa belajar banyak hal yang akan mereka bawa sampai dewasa.

Dari cara sederhana memegang sendok, hingga keberanian menunjukkan hasil karyanya di depan teman-teman.

Ekskul memasak bukan sekadar kegiatan tambahan, tapi sebuah pengalaman hidup yang menyatukan belajar, bermain, dan keceriaan dalam satu wadah.***

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

 versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

 Channel Whatsapp:https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

 Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212