POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, memperkenalkan identitas baru bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat berupa almamater yang akan menjadi simbol kebanggaan dan kesetaraan.

Pengenalan ini dilakukan saat ia memberikan pembekalan kepada para Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat.

Dalam sebuah momen simbolis, Saifullah Yusuf, didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo dan jajaran pejabat kementerian, mengenakan langsung contoh almamater tersebut.

Almamater berwarna merah marun ini dilengkapi dengan pin berlogo Sekolah Rakyat di dada kiri, serta tanda kepangkatan di bahu.

Baca Juga: Menteri Sosial Berikan Pembekalan Intensif kepada Ribuan Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Rakyat!

Selain itu, siswa akan mengenakan baret berwarna senada dan dasi merah marun, dipadukan dengan kemeja putih dan celana putih bergaris merah.

Menteri Sosial menjelaskan bahwa almamater ini dirancang untuk para siswa.

Sementara itu, seragam untuk kepala sekolah dan guru juga sedang dalam tahap penyesuaian, dengan tujuan agar para pendidik juga tampil gagah dan berwibawa, sesuai dengan arahan Presiden.

Seragam baru ini bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga simbol dari semangat baru yang diusung oleh Sekolah Rakyat.

Baca Juga: BESOK! Ribuan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Siap Sambut Pembekalan Langsung dari Presiden Prabowo!

Seratus siswa Sekolah Rakyat bahkan telah mengenakan almamater ini saat menghadiri upacara 17 Agustus 2025 di Istana Negara.

Selain almamater, para siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan paket seragam lengkap yang terdiri dari delapan model, mencakup seragam putih-merah, putih-biru, dan putih-abu-abu, seragam pesiar, pramuka, olahraga, hingga seragam lab.

Pemberian seragam ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat juang di kalangan para siswa.

Sekaligus menghilangkan sekat-sekat sosial yang mungkin timbul akibat perbedaan ekonomi.***

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala