POJOKSATU.ID - Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Prof. Zudan, menegaskan pentingnya seragam Korpri sebagai simbol identitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Indonesia.
Penegasan ini disampaikan saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Senin (26/1/2026).
Menurut Prof. Zudan, penggunaan seragam Korpri bukan sekadar soal pakaian dinas.
Baca Juga: Guru Honorer Dapat Insentif Rp400 Ribu per Bulan, DPR Sebut Jauh dari Kebutuhan Hidup
Nah tetapi bagian dari upaya konsolidasi organisasi dan penguatan jati diri ASN yang jumlahnya mencapai sekitar 6,5 juta orang di seluruh Indonesia.
Seragam Korpri Jadi Identitas Nasional ASN
Prof. Zudan menekankan bahwa seragam Korpri merupakan identitas resmi ASN yang berlaku secara nasional.
Artinya, seragam ini digunakan oleh ASN di semua instansi, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi, tanpa membedakan wilayah kerja.
“Seragam Korpri digunakan oleh ASN di seluruh Indonesia. Karena itu, penggunaannya merupakan bagian dari konsolidasi dan penguatan identitas ASN,” ujar Prof. Zudan dikutip pojoksatu.id dari Bkn.go.id pada 26/01/2026.
Baca Juga: Di Hadapan Mahasiswa, Gibran Bicara Percepatan Papua, Tapi Sekolah Rusak Masih Jadi Bayangan
Ia pun meminta seluruh ASN di lingkungan UNS untuk mengenakan seragam Korpri secara tertib.
Yakni setiap tanggal 17, setiap hari Kamis, serta pada peringatan hari besar nasional.
Konsolidasi Organisasi di Lingkungan Perguruan Tinggi
Selain soal seragam, Prof. Zudan menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi agenda utama Korpri, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, Korpri harus menjadi wadah pemersatu ASN yang solid, profesional, dan berorientasi pada pengabdian.
Ia berharap pengurus Korpri UNS yang baru dikukuhkan dapat menjalankan peran organisasi dengan baik.
Baca Juga: Bahaya Menghirup Asap Rokok Orang Lain, Ancaman Serius bagi Kesehatan Perokok Pasif
Nah itu, sekaligus menjadi contoh bagi Korpri di lingkungan pendidikan tinggi lainnya.
Dorong Korpri Mandiri dan Profesional
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan juga menyoroti pentingnya kemandirian Korpri.
Ia berkata bahwa Korpri tidak menggunakan dana APBN maupun APBD dalam menjalankan operasional organisasi.
Baca Juga: Mata Cepat Lelah? Bisa Jadi Ini Dampak Terlalu Lama Menatap Layar Gadget
Sebaliknya, Korpri didorong untuk mandiri melalui pengembangan unit usaha dan kerja sama strategis.
Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi memiliki potensi ekonomi yang bisa dikelola secara produktif oleh Korpri.
Beberapa peluang usaha yang disebutkan antara lain koperasi pegawai, pengelolaan kantin, serta berbagai layanan usaha lain yang melibatkan anggota Korpri.
Korpri Diminta Aktif di Program Nasional
Prof. Zudan juga mendorong Korpri UNS untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai program nasional Korpri.
Di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri dan Pekan Olahraga Nasional atau Pornas Korpri.
Ia menekankan bahwa Korpri memiliki banyak program pembinaan.
Mulai dari bantuan hukum, kegiatan keagamaan, olahraga, hingga kegiatan sosial.
Karena itu, pengurus yang baru diharapkan segera menyusun program kerja dan terlibat aktif dalam agenda Korpri secara nasional.
Baca Juga: Ikuti Jejak Ayahnya Sudrajat, Thomas Djiwandono Ponakan Prabowo Resmi Deputi Gubernur BI
Demikian penegasan Prof. Zudan soal seragam Korpri menunjukkan bahwa identitas ASN tidak hanya dibangun lewat aturan, tetapi juga melalui simbol kebersamaan.
Dengan seragam Korpri sebagai identitas nasional, serta dorongan kemandirian dan profesionalisme organisasi.
Lalu, Korpri diharapkan semakin solid dan berdaya dalam mendukung peran ASN di seluruh Indonesia.***




