POJOKSATU.id, PULAU Jawa masih menjadi pusat konsentrasi kemiskinan di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, hingga Maret 2025, sebanyak 12,56 juta jiwa atau sekiRA 52,66 persen dari total penduduk miskin nasional berada di Pulau Jawa.

Meski tingkat kemiskinan proporsional di Jawa hanya 8,05 persen, jumlah absolutnya tetap menjadi yang tertinggi karena padatnya populasi.

Provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Pulau Jawa adalah Jawa Timur dengan 3,89 juta orang, disusul Jawa Barat dengan 3,67 juta orang, dan Jawa Tengah sebanyak 3,40 juta orang.

Baca Juga: Separuh Penduduk Miskin ada di Pulau Jawa, Benarkah Sekolah Rakyat Jadi Solusi?

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Pulau Jawa merupakan pusat ekonomi nasional, pemerataan kesejahteraan masih menjadi tantangan besar.

Sebagai upaya memutus rantai kemiskinan struktural, pemerintah menggulirkan program Sekolah Rakyat yang difokuskan di Pulau Jawa.

Dari 100 Sekolah Rakyat yang direncanakan secara nasional, lebih dari 40 persen di antaranya berada di wilayah Jawa.

Hingga pertengahan Juli 2025, sebanyak 63 Sekolah Rakyat sudah beroperasi dan menyasar daerah-daerah dengan kantong kemiskinan tinggi.

Baca Juga: Mahasiswa Baru Harus Tahu! Beasiswa TELADAN Masih Dibuka, Ini Syarat dan Kampus yang Bisa Daftar

Sekolah Rakyat dibuka di tiga lokasi di Jakarta, yakni Jakarta Selatan (jenjang SD dan SMA) dan Sentra Handayani di Jakarta Timur (jenjang SMP).

Sementara itu, di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, lokasi Sekolah Rakyat dipilih berdasarkan wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi agar program ini tepat sasaran, khususnya bagi keluarga dalam Desil 1 dan 2.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai program pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemerintah berharap dengan fasilitas ini, siswa dari latar belakang ekonomi lemah dapat mengakses pendidikan berkualitas yang selama ini sulit mereka raih.

Baca Juga: Dari Web Series ke Layar Lebar, Film 'Sore : Istri dari Masa Depan' Sajikan Ledakan Emosional dan Visual yang Viral

Program ini juga dilengkapi dengan kurikulum berbasis kemampuan sehari-hari agar lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Sekolah Rakyat diyakini sebagai langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan. Namun, implementasi di lapangan tetap membutuhkan pengawasan ketat.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Pemerintah dituntut untuk memastikan bahwa program ini berjalan adil dan merata agar tidak menciptakan pemisahan sosial antara siswa miskin dan nonmiskin. ***